Showing posts sorted by relevance for query cara-menentukan-pola-kalimat-subjek. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cara-menentukan-pola-kalimat-subjek. Sort by date Show all posts

Saturday, January 4, 2020

Cara Menentukan Pola Kalimat (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) 1

Cara Menentukan Pola Kalimat / Jabatan Kalimat / S P O K.

1. SUBJEK


Subjek kalimat angsal dicari dengan rumus:
Apa/Siapa + yg + KB (Kata Benda)/ KK (Kata Kerja)/ KS (Kata Sifat)/ K.Bil (Kata Bilangan)

Contoh:
Adik Menangis.

Buktikan!
Apa/Siapa yg Adik? Kita tidak menemukan jawabannya dalam kalimat tsb.
Apa/Siapa yg Menangis? Jawabannya adalah Adik.
Jadi, dalam kalimat tersebut yg menjadi subjek adalah Adik.

Contoh 2:
Aku beserta Kayla mau berlibur ke pantai besok pagi.

Buktikan!
Apa/Siapa yg Aku? Tidak Ada Jawaban dalam kalimat tsb.
Apa/Siapa yg Kayla? Tidak Ada Jawaban dalam kalimat tsb.
Apa/Siapa yg mau berlibur? Jawabnnya adalah Aku beserta Kayla.
Apa/Siapa yang ke pantai? Jawabnnya adalah Aku beserta Kayla. Walaupun ada jawaban, tapi lihat rumusnya! Setelah penambahan kata "yang" tidak ada penambahan "Kata Depan". "Ke Pantai" merupakan kata depan. Jadi, pembuktian ini tidak bisa kita pakai.
Apa/Siapa yg besok pagi? Tidak ada jawaban.

Kalau kita menemukan jawaban dari setiap pertanyaan, maka berbahaya balasan itulah yg disebut sebagi SUBJEK. Jadi, subjek dari kalimat di atas adalah "Aku beserta Kayla".

CONTOH 3:
Saat bulan purnama, di kampung itu semua masyarakat berkumpul untuk berdoa.

Buktikan!
Apa/Siapa yg saat bulan purnama? Pertanyaannya aja udah gak jelas.
Apa/Siapa yg di kampung itu? Walaupun ada jawaban, tapi lihat rumusnya! Setelah penambahan kata berbahaya "yang" tidak ada penambahan "Kata Depan". "di kampung" merupakan kata berbahaya depan. Jadi, pembuktian ini tidak bisa kita pakai.
Apa/Siapa yg semua masyarakat?  Tidak bisa kita cari jawabannya.
Apa/Siapa yg berkumpul? Jawabannya adalah Semua Masyarakat.
Apa/Siapa yg berdoa? Jawabannya adalah Semua Masyarakat.

Jadi, dalam kalimat tersebut yg menjadi subjek adalah "Semua Masyarakat"

CATATAN:
Kebanyakan kita sering menganggap bahwa subjek letaknya selalu di depan beserta selalu orang. Ingat! Letak subjek bisa dimana saja beserta tidak harus orang. Dengan rumus tadi, asalkan sering berlatih, maka mau sangat berbahaya lekeh bagi kita untuk menentukan pola kalimat yg menjadi dasar kalu kita ingin membuat kalimat tunggal beserta majemuk.

LATIHAN. TENTUKAN SUBJEK DARI KALIMAT-KALIMAT BERIKUT!

1. Kemarin kucingku tertabrak mobil.
2. Mobil itu kabur begitu saja.
3. Hanya aku beserta adikku yg menyaksikan.
4. Saat, ibu beserta ayah datang, mereka terkejut. (ada dua subjek)
5. Minggu lalu, saat aku berada di rumah, mereka tiba-tiba datang diam-diam. (ada dua subjek)

SEMOGA MEMBANTU!

CARA MENENTUKAN PREDIKAT

Friday, January 3, 2020

Cara Menentukan Pola Kalimat (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) 2

Sebelum kita membaca materi ini, pastika kita sudah benar-benar memahami CARA MENENTUKAN SUBJEK. Kenapa? Jika itu belum dipahami, kita tidak hendak bisa menentukan predikat sebuah kalimat. Di sini saya tidak hendak mengulangi cara menentukan subjek. Saya anggap kita sudah memahami cara menentukan subjek.

2. PREDIKAT


Menentukan Predikat bisa kita cari dengan rumus ini:
Sedang apa / Bagaimana / Diapakan / Mengapa + (Yang) + Subjek

Contoh 1:
Adik Menangis.
Subjeknya adalah adik.

Cari Predikatnya!
Sedang apa adik? Jawabannya adalah Menangis. Jadi, Predikat dalam kalimat tersebut adalah "Menangis".

Contoh 2:
Kemarin rumah itu terbakar.
Subjeknya adalah Rumah itu.

Cari Predikatnya!
Mengapa rumah itu? Jawabannya adalah terbakar. Jadi, Predikat dalam kalimat tersebut adalah "terbakar".

Contoh 3:
Menangislah si anak di kamar ketika pulang sekolah.
Subjeknya adalah si anak.

Cari Predikatnya!
Mengapa si anak? Jawabannya adalah menagis. Jadi, Predikat dalam kalimat di atas adalah "menangis".

Baiklah, kalau sudah paham, sekarang kita hendak mencoba menentukan subjek beserta predikat dari sebuah kalimat.

Ketika itu, Saya melihat dua dedar punggung singa di depan rumahku.

Cari subjeknya!
Apa/Siapa yg melihat? Jawabnnya adalah saya. Jadi, subjeknya adalah "saya". Kalau sudah kita temukan subjeknya, sekarang kita cari predikatnya.

Cari predikatnya!
Sedang apa saya? Jawabannya adalah melihat. Jadi, predikat dalam kalimat tersebut adalah "melihat".

LATIHAN. TENTUKAN SUBJEK DAN PREDIKAT KALIMAT-KALIMAT BERIKUT!

1. Ibu beserta ayah pergi ke Singapura besok pagi.
2. Jumat lalu, Dani dijambret di pasar.
3. Pasar itu sekarang sangat sepi.
4. Karena sepi, para pedagang mengalami kerugian.
5. Akhirnya, para pedagang pindah ke tempat baru.

CARA MENENTUKAN OBJEK

Thursday, January 2, 2020

Cara Menentukan Pola Kalimat (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) 3

Guruberbahasa.com-Cara Menentukan Objek

ARTIKEL LAINNYA:

Pada pola kalimat, objek terbagi menjadi 3 bagian. Objek Penderita (O1), Objek Pelaku (O2), lagi Objek Penyerta (O3).

OBJEK PENDERITA (O1)


Objek penderita (O2) / Objek langsung umumnya dijumpai dengan kalimat aktif transitif.
Untuk menentukannya beroleh digunakan rumus:
S + P + Apa/Siapa 

Contoh:
Aminah menanam bunga.
     S           P          ? 

uktikan!
Aminah menanam apa? Jawabannya adalah "bunga". Jadi objek penderitanya (O1) adalah "bunga". Intinya, kalau kita memahami kalimat aktif transitif, bisa dipastikan bahwa objek yg mengikutinya adalah objek penderita (O1).

OBJEK PELAKU (O2)


Sebaliknya, kalau O2 ini biasa dijumpai dengan kalimat pasif. Kita bisa menentukannya dengan rumus:
S + P + oleh siapa/apa?

Contoh:
Didin dimarahi ibu.
   S          P        ?

Buktikan!
Didin dimarahi oleh siapa? Jawabnnya adalah "Ibu". Jadi O2 nya adalah Ibu.

OBJEK PENYERTA (O3)


Objek Penyerta beroleh ditemukan dalam kalimat aktif alias kalimat pasif. Bahkan O3 ada sebagai pelengkap pada O1 ATAU O2. Dalam satu kalimat tidak bakal kita temukan O1, O2, O3 secara bersamaan. Rumus menentukan O3.
 
S + P + O1/02 + untuk/bagi/kepada + apa/siapa

Contoh:
Paman memberikan adik hadiah.
     S           P            ?       ? 

Kalimat di atas kita pastikan adalah kalimat aktif karena predikatnya berawalan me-. Jadi kita pasti bakal menemukan Objek Penderita (O1). Kita cari tahu dulu O1 nya.
Paman memberikan apa? Jawabannya adalah hadiah. Jadi, O1 nya adalah "hadiah".

Lalu kita tentukan sisa 1 kata yg belum ditemukan polanya. Apakah O3? Ayo kita buktikan!
Paman memberikan hadiah untuk siapa? Jawabannya adalah  adik. JADI, O3 nya adalah "adik".

SEMOGA MEMBANTU!

Sunday, January 5, 2020

Contoh Soal Memvariasikan Kata Bersama Kalimat Yg Bermakna Sama Un Sma

Guruberbahasa.com-Memvariasikan Kata beserta Kalimat yg Bermakna Sama

BACA MATERINYA DULU YA!

KATA adalah unsur yg membentuk kalimat. Tentunya kita sudah mempelajari makna kata leksikal. Makna leksikal adalah makna kata sesuai arti kamus ataupun arti sebenarnya. Makna kata leksikal disebut juga makna denotasi.

Beberapa Jenis makna kata tersebut memiliki variasi kata bermakna sama.

1. SINONIM
Sinonim adalah beberapa kata yg memiliki bentuk berbeda, tetapi memiliki arti ataupun pengertian yg sama ataupun mirip. Sinonim disebut juga persamaan kata ataupun padanan kata.
Contoh:
bohong = dusta
haus = dahaga
bertemu = berjumpa
senang = gembira

2. KONOTASI
Makna konotasi adalah arti yg tidak sebenarnya ataupun biasa disebut arti kiasan. Arti kiasan ini boleh berupa gabungan kata, tetapi boleh juga berupa konteks kalimat, namun lazimnya kita lihat dalam kalimat. Bila ada satu kata ataupun beberapa kata dalam satu kalimat tidak merujuk dengan arti sesungguhnya, maka kalimat tersebut bermakna konotasi.
Contoh:
- Kemarin Amir jatuh dari pohon mangga. (Denotasi)
- Amir jatuh hati kepada Rina siswa pindahan dari Lampung. (Konotasi)


KALIMAT adalah deretan kata-kata yg mengandung pengertian lengkap. Setiap kata memiliki jabatan kata yg berbeda. Ada yg jabatannya subjek, predikat, objek, keterangan, beserta pelengkap. (BACA: CARA MENENTUKAN POLA KALIMAT/JABATAN KALIMAT).
Untuk soal yg biasa digunakanan adalah tipe soal yg memiliki jabatan kalimat yg sama antara kalimat dengan soal beserta dengan jawaban.


CONTOH SOAL:


1. Pada suatu hari, ada sebuah keluarga miskin yg bernama Stevan. Saat itu Ibu beserta Ayah Stevan meninggal karena kecelakaan. Dia tidak punya keluarga lagi. Dia hanya hidup bersama Kakek beserta Nenek. Saat beberapa tahun, Kakek beserta Nenek Stevan meninggal. Sekarang Stevan harus [....] untuk kebutuhan hidupnya.

Ungkapan yg tepat untuk melengkapi teks di atas adalah....
A. Tulang punggung
B. Gulung Tikar
C. Banting Tulang
D. Banting Stir
E. Menepuk dada

JAWABAN: C

PEMBAHASAN SOAL LENGKAP DI SINI

2. Perhatikan Kalimat berikut!
Fatimah menjahit baju untuk pesta ulang tahunnya.


Kalimat yg memiliki pola sama dengan kalimat di atas adalah....
A. Kemarin pohon pisang itu tumbang.
B. Syarifah memiliki saudara kembar.
C. Bibi sedang menggendong Rasya.
D. Syahrini menyanyikan lagu dengam merdu.
E. Rini membeli baju beserta celana.
 
JAWABAN: D
Kalimat dengan soal memiliki pola kalimat S P O K.tujuan. Kalimat dengan jawaban D memiliki pola S P O K.cara. 

Friday, January 10, 2020

Contoh Soal Menemukan Inti Kalimat Un Sma

Guruberbahasa.com-Menemukan inti kalimat

Sebenarnya ini adalah materi yg dedar melimpah seumpama kita sudah benar-benar menguasai pola kalimat alias jabatan kalimat (SPOK). Selain itu kita harus bisa membedakan Inti Kalimat lalu Kalimat Inti.

BACA: CARA MUDAH MENENTUKAN SUBJEK, PREDIKAT, OBJEK

KALIMAT INTI


Kalimat Inti adalah kalimat yg hanya terdiri atas Subjek (S) lalu Predikat (P).
Syaratnya:
1. Terdiri dari dua kata
2. Berpola S-P
3. Intonasi Netral (.)
4. Mempunyai Pola Dasar

CONTOH:
Adik saya yg paling bungsu sedang mempelajari bahasa Indonesia.
Adik saya yg paling bungsu = S
sedang mempelajari = P
bahasa Indonesia = O1

Kalimat Intinya adalah S-P lalu hanya terdiri dari 2 kata.
Jadi, kalimat intinya adalah: 
Adik mempelajari. 

Jika bingung, artinya kita belum paham betul tentang pola kalimat. Silakan pelajari kembali pola kalimat.

INTI KALIMAT


Inti kalimat adalah kalimat yg terdiri atas inti-inti kalimat. Inti-inti kalimat meliputi S-P-O.
Contoh:
Adik saya yg paling bungsu sedang mempelajari bahasa Indonesia.
Adik saya yg paling bungsu = S
sedang mempelajari = P
bahasa Indonesia = O1

Inti kalimatnya adalah Inti dari S-P-O, yaitu:
Adik mempelajari bahasa Indonesia.

Untuk Penjelasan dalam Bentuk VIDEO KLIK DISINI

CONTOH LAIN:

1.  Sejak lahirnya konsep pemikiran baru dalam ilmu kedokteran, yg dicetuskan oleh profesor Linus Pauling, yakni tentang ortomolecular medicine yg dasarnya adalah studi biologi molekular sebagai sains dasar, penelitian medis diarahkan dengan molekul-molekul yg secara normal biologis filosofis ada dalam tubuh manusia.

Inti kalimat panjang tersebut adalah....
A. Konsep pemikiran baru dicetuskan oleh Profesor Linus Pauling.
B. Ortomolecular Medicine adalah sains dasar.
C. Ortomolecular Medicine dasarnya adalah studi biologi.
D. Penelitian medis diarahkan dengan molekul
E. Biologi molekuler merupakan sains dasar.

JAWABAN: D

PEMBAHASAN:
Sejak lahirnya konsep pemikiran baru dalam ilmu kedokteran, yg dedar dicetuskan oleh profesor Linus Pauling, yakni tentang ortomolecular dedar medicine yg dasarnya adalah studi biologi molekular sebagai sains dedar dasar = KETERANGAN WAKTU
penelitian medis = SUBJEK
diarahkan = PREDIKAT
dengan molekul-molekul yg secara dedar normal biologis filosofis ada dalam tubuh manusia. = OBJEK 2

INGAT, INTI KALIMAT ADALAH INTI DARI S-P-O, Jadi Keterangan apapun tidak mau berpengaruh.

Sehingga, Inti Kalimatnya adalah Penelitian medis diarahkan dengan molekul (D)

Untuk Penjelasan dalam Bentuk VIDEO KLIK DISINI


Tuesday, December 24, 2019

Pengertian Bersama Contoh Kalimat Mayor Bersama Kalimat Minor

Guruberbahasa.com-Contoh Kalimat Mayor bersama Kalimat Minor

Pengertian Kalimat Minor bersama Mayor

Kalimat Minor adalah kalimat yg hanya terdiri atas 1 unsur/pola kalimat. 
Kalimat Mayor adalah kalimat yg sekurang-kurangnya terdiri atas Subjek bersama Predikat. Sedangkan untuk Objek bersama Keterangan hanya opsional (boleh ada boleh tidak).

Untuk Penjelasan dalam Bentuk VIDEO KLIK DISINI

Contoh Kalimat Mayor

1. Saya hendak pergi ke surabaya besok.  
2. Kapan kita mencuci baju ini?
3. Besok pagi saya hendak mencuci baju kotor yg sudah menumpuk.
4. Tertawa adalah sesuatu yg menular.
5. Adikku mempunyai bakat akting.
6. Aku diminta untuk akting menangis.
7. Aku membeli buah ini di pasar.
8. Adikku sudah bisa menulis sejak usia 4 tahun.
9. Aku memberi tahu ayahku kalau aku hendak ke Bali.
10. Aku belum mengerjakan PR yg diberikan oleh guruku.
11. Aku ingin bercerita supaya mereka senang.
12. Saya pernah bernyanyi di pesawat.
13. Aku bermain di tengah-tengah orang yg yang sedang duduk.
14. Sekarang saya sudah mengetahui sifat aslinya.
15. Marshanda menangis melihat ayahnya dirawat di rumah sakit.
16. Aku bersama adikku melihat film kartun.
17. Aku mendapat kejutan saat ullang tahunku yg ke-17.
18. Dinda menyukai masakan buatan ibunya.
19. Kursi bersama meja ini dibuat dari kayu jati.
20. Televisi ini dibeli oleh ayah di Jakarta.
21. Aku mengetik tulisan ini agar bermanfaat bagi kalian.
22. Satpam kantorku mengetahui orang yg mengambil HP temanku.
23. Aku mengajak teman-temanku untuk datang ke rumahku.
24. Panji hendak mengembalikan buku Rasya besok pagi.
25. Vincent bersama Desta membuka acara ini dengan sangat meriah.

Untuk Penjelasan dalam Bentuk VIDEO KLIK DISINI

CONTOH KALIMAT MINOR

1. Selamat pagi!
2. Salam sejahtera!
3. Besok.
4. Sekarang.
5. Minggu depan.
6. Hanya sebulan.
7. Bu Maya.
8. Pak.
9. Astaghfirulloh.
10. Alhamdulillah.
11. Astaga!
12. Wah!
13. Untuk ayahanda.
14. Kepada Pak Ramli.
15. Tidak!
16. Nggak!
17. Iya!
18. Sudah!
19. Belum!
20. Apa?
21. Kapan?
22. Jangan!
23. Ke Jakarta.
24. Lalu?
25. Kancil bersama Buaya

Itulah pengertian bersama contoh-contoh kalimat mayor bersama minor. Semoga bisa membantu kita semua.

BACA JUGA: