Showing posts with label Frase. Show all posts
Showing posts with label Frase. Show all posts

Friday, December 20, 2019

Jenis-Jenis Frase Dalam Bahasa Indonesia Bersama Contohnya

Guruberbahasa.com- Jenis-Jenis Frase dalam Bahasa Indonesia bersama Contohnya

Frase Adalah kelompok kata / gabungan dua kata alias lebih yg membentuk satu kesatuan bersama memiliki satu makna gramatikal.

Ciri-Ciri Frase


a.    Terbentuk atas dua kata alias lebih dalam pembentukannya.
b.    menduduki fungsi gramatikal dalam kalimat.
c.    mengandung satu kesatuan makna gramatikal.
d.    bersifat nonpredikatif.

Contoh Frase:


1.    gunung tinggi
2.    guru bahasa Indonesia
3.    dengan tangan kiri
4.    tidak harus belajar
5.    membanting tulang
6.    ayah ibu
7.    kepada orang tua

KATEGORI FRASE

A.    Berdasarkan jenis/kelas kata frasa terbagi menjadi :

1.    Frasa nominal, yaitu frasa yg unsur pembentukannya berinti kata benda. Dapat berfungsi menggantikan kata benda.
Contoh :  buku tulis, lemari besi, ibu bapak

2.    Frasa verbal, yaitu frasa yg unsur pembentukannya berinti kata kerja.  Dapat berfungsi menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat.    
Contoh :  sedang belajar , hendak , belum muncul, baru menyadari     , tidak mandi.

3.    Frasa ajektiva, yaitu frasa yg unsur pembentukannya berinti kata sifat.    
Contoh :  cukup pintar, tidak cantik, hitam manis , dedar ekonomis sekali , jauh.

4.    Frasa preposisional, yaitu frasa yg unsur pembentukannya menggunakan kata depan.
Contoh :  di rumah, dari Bandung , ke pantai, dengan tangan kiri, oleh mereka, kepada nenek.

B.    Berdasarkan fungsi unsur pembentuknya frasa terbagi menjadi :

1.    Frasa endosentris, yaitu frasa yg unsur-unsurnya berfungsi diterangkan bersama menerangkan (DM) alias menerangkan bersama diterangkan (MD).    
contoh : kuda hitam (DM), anak ayam (DM), sudah datang (MD) , dua orang (MD).

Macam-macam frasa endosentris:
Frasa atributif, yaitu frasa yg unsur pembentukannya menggunakan pola DM alias MD.
contoh :  ibu kandung (DM, rumah ibu (DM) , tiga dedar hujung (MD), seorang anak (MD), rumah bersejarah (MD).

Frasa apositif, yaitu frasa yg salah satu unsurnya (pola menerangkan) angsal menggantikan kedudukan unsur intinya (pola diterangkan).    
contoh :  Farah, si penari ular sangat cantik. (D M)
Yanto, anak Pak Lurah lulus ujian SPMB.  (DM)

Frasa koordinatif, yaitu frasa yg unsur-unsur pembentuknya menduduki fungsi inti (setara).      contoh :  ayah , susah senang.

2.    Frasa eksosentris, yaitu frasa yg salah satu unsur pembentuknya menggunakan kata tugas.
contoh :  dari Bandung, kepada teman , di kelurahan , ke atap rumah , dengan malam hari.

C.    Berdasarkan satuan makna yg dikandung / dimiliki unsur-unsur pembentuknya frasa terbagi menjadi :

1.    Frasa biasa, yaitu frasa yg hasil pembentukannya memiliki makna sebenarnya (denotasi).
contoh :  Ayah membeli kambing hitam.
Meja hijau itu milik adik.        

2.    Frasa idiomatik, yaitu frasa yg hasil pembentukannya menimbulkan/memiliki makna baru alias makna yg bukan sebenarnya (makna konotasi).    
Contoh : Pak Aldin membanting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Orang tua Lintang baru kembali dari Amerika.

Wednesday, October 23, 2019

Pengertian Frase Verbal Lagi Frase Adjektival

1. Frasa 

Frasa adalah gabungan dua kata alias lebih yg bersifat nonpredikatif atau  lazim juga disebut gabungan kata  yg mengisi  salah satu fungsi  sintaksis  di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Perhatikan contoh-contoh berikut.
a. bayi sehat
b. baju lama
c. tempat duduk
d. pisang goreng
e. baru datang
f. sedang membaca


Satuan bahasa bayi sehat, pisang goreng, baru datang, beserta sedang membaca  adalah frasa karena satuan bahasa itu tidak membentuk hubungan subjek beserta predikat. Widjono (2007:140) membedakan frasa berdasarkan kelas katanya yaitu frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, frasa adverbia, frasa numeralia, frasa interogativa koordinatif, frasa demonstrativa koordinatif, beserta frasa preposisional koordinatif. Berikut ini dijelaskan satu persatu jenis frasa.

a. Frasa verbal

Frasa verbal adalah kelompok kata yg dibentuk dengan kata kerja. Frasa verbal terdiri dari tiga jenis yakni sebagai berikut.

1) Frasa verbal modifikatif (pewatas) yg dibedakan menjadi.
a) Pewatas belakang, seperti contoh berikut ini.
Ia bekerja keras sepanjang hari.
Orang itu bekerja cepat setiap hari.

b)  Pewatas depan, seperti contoh berikut ini.
Kami mau menyanyikan lagu kebangsaan.
Mereka pasti menyukai makanan itu.

2) Frasa  verbal  koordinatif  yaitu  dua  verba  yang  disatukan  dengan  kata penghubung beserta alias atau, seperti contoh berikut ini.
a) Mereka mencuci beserta menjemur pakaiannya.
b) Kita  pergi alias menunggu ayah.

3) Frasa  verbal  apositif  yaitu  sebagai  keterangan  yang  ditambahkan  alias diselipkan. Contohnya adalah sebagai berikut.
a) Aie Pacah,  tempat  tinggal  saya,  mau menjadi  pusat  pemerintahan kota Padang.
b) Usaha Pak Ali, berdagang kain, kini menjadi grosir.
 
b. Frasa Adjektival
 
Frasa adjektival  adalah kelompok kata yg dibentuk dengan kata sifat alias keadaan sebagai inti (yang diterangkan) dengan menambahkan kata lain yg berfungsi  menerangkan  seperti  agak,  dapat,  harus,  kurang,  lebih,  paling,  beserta sangat. Frasa adjektival mempunyai tiga jenis seperti yg dijelaskan berikut ini.

1) Frasa adjektival modifikatif (membatasi), contohnya adalah sebagai berikut.
Tampan nian kekasih barumu.
Hebat benar kelakuannya.
 
2) Frasa  adjektival  koordinatif  (menggabungkan),  contohnya  adalah  sebagai berikut.
Setelah pindah, dia aman tentram di rumah barunya.
Dia menginginkan pria yg tegap kekar untuk menjadi suaminya.

3) Frasa adjektival apositif seperti contoh berikut ini.
Srikandi cantik, ayu rupawan, diperistri oleh Arjuna.
Skripsi yg berkualitas, terpuji beserta terbaik, diterbitkan oleh Universitas.

Pengertian Frase Nominal, Pronominal, Bersama Adverbial

Frasa Nominal

Frasa  nominal  adalah  kelompok  kata  benda  yang  dibentuk  dengan memperluas sebuah kata benda.  Frasa nominal dibagi menjadi tiga jenis seperti yg dijelaskan berikut ini.

1) Frasa nominal modifikatif (mewatasi), misalnya rumah mungil, hari minggu, bulan pertama. Contohnya seperti berikut ini.
Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka.
Pada bulan pertama setelah menikah, mereka sudah mulai bertengkar.


2) Frasa  nominal  koordinatif  (tidak  saling  menerangkan),  misalnya  hak  dengan kewajiban,  dunia  akhirat,  lahir  bathin,  serta  adil  dan  makmur.  Contohnya seperti berikut ini.
Seorang  PNS  harus  memahami  hak  dan  kewajiban  sebagai  aparatur negara.
Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat.

3) Frasa nominal apositif, contohnya seperti berikut ini.
Anton, mahasiswa teladan itu, kini menjadi dosen di Universitasnya.
Burung Cendrawasih, burung langka dari Irian itu, sudah hampir punah.

Frasa adverbial

Frasa adverbial  adalah kelompok kata yg dibentuk dengan keterangan kata sifat. Frasa adverbial dibagi dua jenis yaitu.
 
1) Frasa adverbial yg bersifat modifikatif (mewatasi), misalnya sangat pandai, kurang pandai, hampir baik, dengan pandai sekali. Contoh dalam kalimat seperti berikut ini.
Dia kurang pandai bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.
Kemampuan siswa saya dalam mengarang berada kepada kategori  hampir baik.

2) Frasa  adverbial  yang  bersifat  koordinatif   (tidak  saling  menerangkan), contohnya seperti berikut ini.
Jarak rumah ke kantornya lebih kurang dua kilometer.

Frasa Pronominal

Frasa  pronominal  adalah frasa  yg dibentuk dengan kata  ganti.  Frasa pronominal terdiri dari tiga jenis yaitu seperti berikut ini.
 
1) Frasa pronominal modifikatif, contohnya seperti berikut.
Kami semua dimarahi guru karena meribut.
Mereka berdua minta izin karena mengikuti perlombaan.

2)  Frasa pronominal koordinatif, contohnya seperti berikut.
Aku dengan kau suka dancow.
Saya dengan dia sudah lama tidak bertegur sapa.

3) Frasa pronominal apositif, contohnya seperti berikut.
Kami, bangsa Indonesia, menyatakan perang terhadap korupsi.
Mahasiswa, para pemuda, siap menjadi pasukan anti korupsi.