Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts

Monday, December 9, 2019

Kedudukan Pada Fungsi Metode Pembelajaran

Guruberbahasa.com- Kedudukan bersama Fungsi Metode Pembelajaran

Dalam   proses   pendidikan,   metode   memiliki   kedudukan   yang  sangat  signifikan  untuk  mencapai  tujuan  atau  kompetensi  pembelajaran.  Adapun  kedudukan  metode  pembelajaran  menurut  Syaiful  B.  Djamar h  adalah:  

a. Sebagai alat motivasi  ekstrinsik   

Dalam kegiatan belajar mengajar  Motivasi  adalah  sesuatu  yang  mendorong  seseorang  untuk  bergerak,  baik  disadari  maupun  tidak  disadari.  Motivasi  terbagi  menjadi  dua  yaitu motivasi  intrinsik  (berasal dari dalam diri individu) bersama motivasi  ekstrinsik  (berasal    dari    luar    diri    individu).    Oleh  karenanya,  penggunaan metode oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar  berfungsi sebagai alat motivasi  ekstrinsik  alias pendorong yg berasal  dari  luar  individu  yang  bisa  membuat  orang/siswa  belajar.  Motivasi  memiliki  kekuatan  yang  sangat  besar  dalam  proses  belajar  mengajar  sehingga berhasil alias tidaknya seseorang dalam belajar salah satunya  dipengaruhi oleh adanya motivasi. 

b. Menyiasati perbedaan individual anak didik  

Anak   didik   sebagai   subjek   belajar   memiliki   karakteristik   yang  berbeda-beda,   baik   dari   aspek   psikologis   maupun   minat,   bakat,  motivasi,  lingkungan  sosial  dan  keluarga,  kebiasaan,  dan  lain-lain.  Oleh karenanya, penggunaan metode oleh guru dalam proses kegiatan  belajar   diharapkan   dapat   menyiasati   segala   perbedaan   tersebut,  sehingga  anak  didik  mampu  belajar  atau  menerima  pelajaran  sesuai  dengan karakteristiknya masing-masing.

c. Untuk mencapai tujuan pembelajaran

Metode  merupakan  fasilitas  untuk  mengantarkan  bahan  pelajaran  dalam  upaya  mencapai  tujuan  yang  telah  ditetapkan.  Bahan  pelajaran  yang   disampaikan   tanpa   memperhatikan   pemakaian   metode   akan  mempersulit  guru  dalam  mencapai  tujuan  pengajaran.  Sebuah  realita bahwa   cara  penyampaian   yang  komunikatif  lebih  disenangi  oleh  peserta     didik     walau     sebenarnya     materi     yang     disampaikan  sesungguhnya tidak terlalu menarik. 

Sebaliknya, materi yg menarik  karena  disampaikan  dengan  cara  yang  kurang  baik  atau  kurang  tepat,  maka materi tersebut kurang bisa dicerna oleh peserta didik sehingga  tujuan pembelajaran pun tidak tercapai secara maksimal.  

Sedangkan   fungsi   metode   pembelajaran   secara   umum   adalah  sebagai  pemberi  jalan  atau  cara  yang  sebaik  mungkin  bagi  pelaksana  operasional    pendidikan.    Sedangkan    dalam    konteks    lain    metode  merupakan sarana untuk menemukan, menguji, bersama menyusun data  yang  diperlukan  bagi  pengembangan  disiplin  suatu  ilmu.  


Karenanya  dalam  memfungsikan  metode  terdapat  suatu  prinsip  umum,  yaitu  prinsip  agar  pengajaran     dapat     disampaikan     dalam     suasana     menyenangkan,  menggembirakan, penuh dorongan, bersama motivasi, sehingga pelajaran atau  materi itu bisa dengan kering senang diberikan guru kepada siswa. Banyaknya  metode yg ditawarkan para ahli lebih merupakan usaha mempermudah  atau  mencari  jalan  paling  sesuai  dengan  perkembangan  jiwa  si  anak  dalam menerima pelajaran. 

Referensi:  Pupuh Faturrohman bersama M.Sobry Sutikno,  Strategi Belajar Mengajar , (Bandung: PT Refika  Aditama, 2007), Cet. 1, h. 55

Faktor-Faktor Yg Mempengaruhi Metode Pembelajaran Panas

Guruberbahasa.com- Faktor-faktor yg Mempengaruhi Metode Pembelajaran  

Pada  prinsipnya,  tidak  satu  pun  metode  yang  dapat  dipandang  sempurna bersama cocok dengan semua pokok bahasan yg ada dalam setiap  bidang  studi.  Karena  itu,  guru  tidak  boleh  sembarangan  memilih  serta  menggunakan metode pembelajaran. Berikut merupakan beberapa  faktor  yang  mempengaruhi  pemilihan  dan  penentuan  metode  pembelajaran  antara lain:  

a. Tujuan yg hendak dicapai  

Tujuan   adalah   sasaran   yang   dituju   dari   setiap   kegiatan   belajar  mengajar. Perumusan tujuan bagi berpengaruh terhadap kemampuan  anak didik bersama pemilihan metode yg bagi digunakan. Oleh karena itu, metode yg dipilih harus sejalan dengan taraf kemampuan yang  hendak diisi ke dalam diri setiap anak didik. Artinya metodelah yang  harus tunduk kepada tujuan bersama bukan sebaliknya. Kemampuan yang  bagaimana   yang   dikehendaki   oleh   tujuan   maka   metode   harus  mendukung sepenuhnya.    

b. Materi pelajaran  

Materi    pelajaran    adalah    sejumlah    bahan    ajar    yang    hendak  disampaikan  guru  kepada  siswa.  Setiap  mata  pelajaran  memiliki  materi  yang  berbeda-beda,  dan  untuk  menyiasati  perbedaan  tersebut  maka  diperlukan  cara  atau  metode  pembelajaran  yang  tepat  agar  materi   yang   disampaikan   dapat   dengan   mudah   dipahami   dan  dikuasai  oleh  siswa,  sehingga  hasil  belajar  yang  diperolehnya  pun  angsal optimal.  

c. Peserta didik  

Peserta  didik  sebagai  subjek  belajar  memiliki  karakteristik  yang  berbeda-beda,  baik  dari  aspek  psikologis  maupun  minat,  bakat,  kebiasaan, motivasi, situasi sosial, lingkungan keluarga, bersama harapan  masa  depannya.  Dimana  semua  perbedaan  tadi  akan  berpengaruh  terhadap penentuan metode pembelajaran.   

d. Situasi  

Situasi   kegiatan   belajar   mengajar   yang   diciptakan   guru   tidak  selamanya   sama   dari   hari   ke   hari.   Oleh   karena   itu,   dalam  melaksanakan kegiatan pembelajaran seorang guru diharuskan dapat  me nciptakan  situasi  yang  dinamis,  tidak  hanya  melakukan  proses  pembelajaran  di  dalam  kelas,  namun  pada  waktu  tertentu  guru  sebaiknya melakukan proses pembelajaran di luar kelas alias di alam  terbuka.  

e. Fasilitas  

Fasilitas  adalah  kelengkapan  yang  menunjang  belajar  anak  didik  di  sekolah,   lengkap   tidaknya   fasilitas   belajar   dapat   mempengaruhi  pemiihan  dan  penggunaan  metode  mengajar.  Fasilitas  belajar  yg lengkap    akan    sangat    membantu    guru    dalam    memilih    dan  menggunakan  metode  yang  bervariasi,  sebaliknya  ketiadaan  metode  akan   sangat   mengganggu   proses   pembelajaran   terutama   dalam  pemilihan bersama penggunaan metode.   

f. Guru   

Setiap  orang  memiliki  kepribadian,  performance  style,  kebiasaan,  dan  pengalaman  mengajar  guru  adalah  latar  belakang  pendidikan.  Guru  yang  berlatar  belakang  pendidikan  keguruan  biasanya  lebih  terampil  dalam  memilih  metode  dan  tepat  dalam  menerapkannya.  Sedangkan  guru  yang  latar
belakang  pendidikannya  kurang  relevan,  sekalipun tepat dalam menentukan metode, namun sering mengalami  hambatan  dalam  penerapannya.  Jadi,  untuk  menjadi  seoirang  guru  kepada intinya harus memiliki jiwa yg profesional. Dengan memiliki  jiwa  keprofesionalan  dalam  menyampaikan  pelajaran  atau  dalam  proses  pembelajaran  itu  akan  berhasil  sesuai  dengan  tujuan  yang  sedia ditetapkan.

Referensi: 21  Pupuh Faturrohman bersama M.Sobry Sutikno,  Strategi Belajar Mengajar...,  h. 60- 61

Thursday, December 5, 2019

Keunggulan Bersama Karakteristik Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran

Guruberbahasa.com-  Keunggulan bersama Karakteristik Pendekatan Kontekstual

Keunggulan Pembelajaran Kontekstual Menurut Paulo Freire (1987:36)  ada  beberapa keunggulan dari pembelajaran  kontekstual adalah sebagai berikut. 

1. Pembelajaran  menjadi  lebih  bermakna  dan  riil.  Artinya  siswa  dituntut untuk  dapat  menangkap  hubungan  antara  pengalaman  belajar  di  sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan bisa mengorelasikan materi yg ditemukan den gan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi  itu  akan  berfungsi  secara  fungsional,  akan  tetapi  materi  yg dipelajarinya  akan   tertanam   erat   dalam   memori   siswa,   sehingga   tidak  akan   mudah  dilupakan. 

2. Pembelajaran  lebih  produktif  dan  mampu  menumbuhkan  pen guatan konsep  kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya  sendiri.  Melalui  landasan  filosofis kontruktitivisme  siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. 

3. Kontekstual  adalah  model  pembelajaran  yang  menekankan  pada  aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.

4. Kelas dalam pembelajaran  kontekstual bukan sebagai tempat untuk memperoleh  informasi,  akan  tetapi  sebagai  tempat  untuk  menguji  data hasil temuan mereka di lapangan. 

5. Materi  pelajaran dapat  ditemukan  sendiri  oleh  siswa,  bukan  hasil pemberian  dari guru. 

6. Penerapan     pembelajaran     kontekstual     dapat     menciptakan     suasana pembelajaran yg bermakna.


Menurut Paulo Freire (1987:37) pembelajaran dengan pendekatan kontekstual  mempunyai karakteristik sebagai berikut.

1). Pembelajaran  dilaksanakan  dalam  konteks  autentik,  yaitu  pembelajaran  yang  diarahkan  pada  ketercapaian  keterampilan  dalam  konteks  kehidupan nyata  maupun pembelajaran yg dilaksanakan dalam lingkungan yg alamiah. 

2). Pembelajaran  memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk  mengerjakan  tugas - tugas yg bermakna. 

3). Pembelajaran   dilaksanakan   dengan   memberikan   pengalaman   bermakna  kepada siswa. 

4) . Pembelajaran   dilaksanakan   melalui   kerja   kelompok,   berdiskusi,   saling  mengoreksi antar teman. 


5). Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan,  bekerja  sama,  dan  saling  memahami  antara  satu  dengan  yang  lain  secara  mendalam. 

6). Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, bersama mementingkan  kerja sama. 

7). Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yg menyenangkan.