Showing posts sorted by relevance for query contoh-teks-eksemplum-dan-strukturnya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh-teks-eksemplum-dan-strukturnya. Sort by date Show all posts

Thursday, January 23, 2020

Contoh-Contoh Teks Eksemplum Singkat 2016

Teks Eksemplum adalah teks cerita yg mengisahkan tokoh ataupun pelaku dari ceritanya. Kisahnya biasa diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa yg dialami tokoh, lalu ditutup dengan interpretasi yg berdiri dari dalam diri tokoh. Sebagai karya sastra, teks eksemplum termasuk teks yg berisi sebuah pengalaman hidup manusia.

Teks eksmplum adalah jenis teks rekaan yg berisi insiden yg menurut partisipannya tidak perlu terjadi. Secara pribadi, partisipan menginginkan insiden itu becus diatasi, tatapi ia tidak becus berbuat apa-apa.

CONTOH TEKS EKSEMPLUM

Pengemis

Saya punya pengalaman aneh pekan lalu.
Minggu lalu, saya pergi ke kota dengan teman saya. Kami berjalan di sekitar sana bersama mencari sesuatu. Di sebuah sudut jalan, saya terkejut karena pakaian saya dipegang oleh seseorang. Orang tersebut adalah pedagang kaki lima bersama memaksa saya untuk memberinya uang. Saat itu aku tidak mempunyai uang kecil. Begitu juga teman saya.

BACA: CONTOH TEKS EKSEMPLUM DAN STRUKTURNYA

Saya mengatakan maaf kepadanya tapi dia masih terus memegang pakaian saya bersama memaksa saya untuk memberinya uang. Dia mengatakan misalnya dia belum makan nasi  selama dua hari. Karena aku  marah bersama kasian juga, jadi saya memberinya 20 ribu rupiah. Setelah itu, dia melepas pakaian saya bersama mengatakan terima kasih.

Pada sore hari, teman saya bersama saya harus kembali ke rumah dengan kendaraan umum setelah membeli beberapa hal. Di jalan, kami melihat bahwa pengemis tersebut dijemput oleh pria pentil dengan sepeda motor baru. Kami sangat marah karena dia berbohong kepada kami. Saya pikir itu anak-anaknya. Sekarang, saya menyadari bahwa misalnya kita membantu orang lain, kita harus berhati-hati.
 
 Orang tak dikenal
Niat baik tidak selalu bersambut baik. Kadang, niat baik justru mencelakan diri kita sendiri. Kerenanya, dengan saat tertentu kita perlu waspada terhadap niat baik yg hendak kita lakukan.
  
Aku punya pengalaman yg mengerikan pekan lalu.  Minggu lalu, aku pergi ke sebuah desa kecil di selatan Jawa Barat. Aku sedang menuju ke kota berikutnya. Dalam perjalanan, seorang pemudan melambai padaku. Aku menghentikan mobilku bersama dia meminta untuk tumpangan.
  
Begitu dia masuk ke mobil, aku mengucapkan selamat pagi kepadanya dalam Bahasa Jawa bersama dia menjawab dalam bahasa yg sama. Tiba-tiba, ia mengambil pisau dari sakunya.  Secepat kilat dia langsung menodongkan pisaunya yg putih tajam ke leherku.

Aku sangat takut. Lalu, ia meminta aku untuk memberinya uang. Aku memberinya segera. Setelah itu, dia memintaku untuk menghentikan mobil bersama dia pun keluar.
  
Aku berterima kasih kepada Tuhan kerana menyelamatkanku waktu itu.  Sekarang, aku menyadari bahwa misalnya kita membantu orang lain, kita harus berhati-hati. Hal yg aneh misalnya kita memberikan tumpangan kepada seseorang di jalan. Padahal kita tidak tahu bersama belum pernah bertemu sebelumnya. Hal ini sangat berbahaya bagi kita. Mungkin, ia hendak menyakiti kita ataupun meminta uang.  Dari kejadian itu, aku belajar untuk berhati-hati.
  
Peristiwa di atas memberika pelajaran bahwa kita harus lebih berhati-hati dengan orang yg kita nilai baik belum tentu orang itu baik. Selektif dalam menilai orang bersama melakukan tindakan harus selalu kita lakukan. Ibarat pribahasa kita harus hati-hati dengan “serigala berbulu domba” .

BACA JUGA: CONTOH TEKS EKSEMPLUM TERBARU
DOWNLOAD 

Monday, November 18, 2019

Contoh Teks Eksemplum Beserta Strukturnya Lengkap

Guruberbahasa.com/EKSEMPLUM

Wahana Maut

Aku mempunyai pengalaman yg mengerikan lebaran tahun lalu.
    Kala itu temanku berkunjung ke rumahku untuk bersilaturrahmi bersama mengajakku jalan-jalan ke kota, kami berdua pergi ke wahana bermain di sana ada berbagai macam wahana yg sangat menantang salah satunya adalaha wahana Histeria bersama Wahana yg berputar 360 derajat penuh, aku agak lupa namanya.


    Kami sudah memegang tiket masuk untuk menaiki wahana yg sudah kami inginkan, Histeria. Di wahana ini kami dilambungkan dari ketinggian 20 meter lebih dari permukaan tanah, berkali-kali kami merasa ngilu jatung terasa ingin lepas ketika dihempaskan dari atas ke bawah. Tak kusangka, wahana yg kami naiki mati mendadak, kami yg berada di ketinggian panik. Tak ada seorangpun yg menyangka hal ini bisa terjadi. Tak hanya aku bersama temanku saja yg berteriak minta tolong, semua orang yg berada diatas bersama kami juga terlihat sangat ketakutan, bahkan adapula yg menangis. Rasanya nyawaku sudah pernah melayang, aku teringat orangtuaku kala itu, bersama aku menangis sambil merintih “mama…mama…”

    Setelah hampir 30 menit berada di ketinggian, beberapa petugas datang untuk memperbaiki wahana yg kami naiki, untunglah nyawa kami bisa terselamatkan berkat usaha mereka. Kami semua merasa lega. Aku bersyukur karena Tuhan menyelamatkan kami semua. Sekarang aku merasa trauma ketika melihat wahana yg serupa.

    Oleh karena kejadian tersebut, aku selalu berhati-hati bersama waspada, sebab kita tak pernah tahu apa yg bakal menimpa kita. Hendaknya kita tanyakan dulu kepada petugas, apakah wahana yg bakal kita naiki sudah terjamin keselamatannya maupun belum.

Makan Siang

Orientasi
Setelah pulang sekolah, saatnya aku untuk makan siang. Aku pergi mencari makan, tetapi karena malas untuk berjalan jauh, akhirnya aku memutuskan membeli soto di gang depan.

Ternyata aku menemui kakakku juga sedang membeli soto itu, kemudian saat sudah di rumah kakakku langsung memakannya, sedangkan aku menunggu soto itu dingin.
InsidenPadahal aku sudah tidak sabar sekali ingin makan, akhirnya aku putuskan untuk membuka plastik soto yg masih sangat panas. Ketika aku sedang membuka plastik nya, aku tergesa-gesa dalam membukanya.

Ternyata plastik yg aku gigit membuka terlalu besar bersama membuat soto tumpah ke luar dari mangkuk bersama membasahi celana ku.

Saat itu aku kaget bersama malu di depan kakakku. Kakak berkata bahwa aku harus berhati-hati bersama sabar serta jangan tergesa-gesa sehingga soto tidak bakal tumpah. Alhasil aku tidak jadi untuk makan siang.
Interpretasi
Berdasarkan cerita ini, kita bisa belajar bahwa ketika mengambil keputusan apapun jangan sampai tergesa-gesa bersama harus berhati-hati. Dan mempertimbangkan akibatnya.

DOWNLOAD