Showing posts with label Drama. Show all posts
Showing posts with label Drama. Show all posts

Sunday, February 9, 2020

Contoh Dialog/Drama 3 Orang


kering
 Keterangan :
  Wali kelas           : Bu Kasih
   Ketua kelas         : Firman
  Seksi kebersihan : Ihbal


Bu Kasih yg memarahi Firman lalu Ihbal

Di suatu hari ada wali kelas yg sedang melihat kelasnya kotor.

Bu Kasih              : ” Selamat pagi kering siswa – murid? ”
Firman lalu Ihbal  : ” Selamat pagi.”
Bu Kasih              : ” Firman mengapa kelas ini kotor? ”
Firman                 : ” Karena ihbal lupa membersihkan kelas.”
Bu Kasih              : ” Firman lalu Ihbal silahkan menuju keluar.”
Firman                 : ” Baiklah aku lalu Ihbal bakal menuju keluar.”
Bu Kasih              : ” Ihbal kenapa kamu lupa membersihkanrang kelas! ”
Ihbal                     : ” Maaf,tadi aku bangun kesiangan.”
Ihbal                     : ” Sekarang saya lalu Firman bakal membersihkan kelas! ”
Bu Kasih              : ” Bagaimana kalian ingin membersihkan kelas,di kelaskan banyak                murid – murid! ”
Fiman                   : ”Aku ada solusi bagaimana kita bersihkan ruang kelasnya setelah istirahat.”
Firman lalu Ihbal  : ” Sekali lagi kami berdua minta maaf.”
Bu Kasih              : ” Saya sudah memaafkan,tetapa jangan diulangi lagi ya! ”
Firman lalu Ihbal  : ” Iya.”

Akhirnya Firman lalu Ihbal pun membersihkan ruang kelas setelah istirahat


kering
Pergi Berbelanja Di Pasar

            Pada suatu pagi Dewi lalu Fira pergi berbelanja di pasar untuk membeli
Sayur-sayuran.
Fira          :”Dew,kamu hari ini pergi ke pasar ingin membeli sayuran apa?”
Dewi        :”Aku hari ini membeli sayur bayam juga wortel,ya bisa dibilang membuat sayur bening.”
Fira           :”Dewi,kamu membeli sayuran itu dimana?”
Yaddast    :”Sayuran-sayuran,dibeli-dibeli.”
Dewi          :”Itu,kita beli ditempat ibu penjual sayur itu aja!”
Yaddast     :”Silakan dipilih sayurannya masih segar-segar semua bu!”
Fira             :”Bu,ini brokolinya harganya berapa?”
Yaddast      :”Harganya Rp10.000/kg.”
Fira              :”Bisa ditawar gak harga brokoli itu?”
Fira               :”Ditawar Rp5.000 lah bu?”
Yaddats       :”Rp5.000 kemurahan lah bu,Rp7.000 aja gimana?”
Fira               :”Ya sudah Rp7.000 saja bu!”
Dewi             :”Kalau bayam lalu wortel harganya berapa bu?”
Yaddast        :”Wortel,Rp5.000 angsal 3,kalau bayam satu ikat Rp4.000.”
Dewi              :”Bu,wortelnya ditawar Rp4.000/Rp3.000?”
Yaddast          :”Ya,sudah Rp4.000 saja!”
Dewi                :”Ini bu,uangnya saya lalu uang teman saya tadi,Rp7.000 lalu Rp8.000!”
Yaddast           :”Ya terima kasih bu.”
Fira lalu Dewi :”Ya,sama-sama.”
             Kemudian Fira lalu Dewi pulang ke rumah masing-masing lalu memasak sayuran-sayuran
tadi yg dibeli.

Thursday, January 16, 2020

Contoh Naskah Drama Singkat 3 Orang (2016)

Tema: Tentang anak yg mengajak temannya bermain , sedangkan ada PR membuat dialog
Anak yg melalaikan PR

Narasi : Teng teng teng…,  bunyi bel sekolah sudah berbunyi, saatnya anak kelas 1 sampai kelas 6 segera pulang ke rumah masing-masing.

Aldi        : “Tok tok tok, assalamu’alaikum, Risky… main yuk!”
Risky      : “Ya tunggu sebentar, aku lagi ganti baju.”
Aldi        : “Ya, tak tunggu di depan rumahmu “
Risky      : “Ngeng… der (bunyi pintu), ayo kita main, di!”
Aldi        : “Ayo!”
Risky      : “Di, ayo jemput Fa’i.”
Aldi        : “Oke bro!”
Risky      : “Assalamu’alaikum, Fa’i… main yuk!”
Fa’i        : “Ayo!”
Aldi        : “Risky, Fa’I kita mainan layang-layangan yuk!”

Mereka bermain hingga magrib pun tiba.
Risky      : “Eh, udah magrib. Ayo kita pulang ke rumah masing-masing.”

Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, 2 jam kemudian Aldi menjemput Fa’i.
Aldi        : “Assalamu’alaikum, Fa’i…!”
Fa’i        : “Ada apa?”
Aldi        : “Ayo kita kerjakan PR tempat Risky.”
Fa’i        : “Risky…Risky…!”
Ibu Risky     : “Riskynya sudah tidur. Emang kenapa malam-malam kesini?”
Aldi        : “Karena kemarin ada PR dari Pak Ridwan.”

Keesokan harinya.
Ibu Risky    : “Risky bangun, sudah pagi!”
Risky        : “Iya bu!”

Sesampainya di sekolah.
Fa’i        : “Risky kamu sudah mengerjakan PR, belum?”
Risky        : “Aduh aku lupa mengerjakan lho!”
Lonceng sudah pernah berbunyi.
Pak Guru    : “Selamat pagi anak-anak!”
Siswa        : “Selamat pagi pak!”
Pak Guru    : “Ayo kumpulkan tugas PR kalian. Sepertinya ada yg belum mengerjakan PR. Siapa yg belum mengerjakan PR dari Pak Guru?”
Risky    : “Saya pak!”
Pak Guru    : “Kenapa kamu tidak mengerjakan PR?”
Risky    : “Karena semalam saya ketiduran.”
Pak Guru    : “Ya sudah, duduk sana!”


Bel sekolah pun berbunyi, siswa-siswi pulang ke rumah masing-masing kecuali Risky.
Pak Guru    : “Risky sini! Kamu mendapat hukuman mengepel lantai. Jadi, yg piket pulang duluan
Pulangnya.
Ibu Risky    : “Kenapa kamu pulang terlambat?”
Risky    : “Karena, tadi aku dihukum guru.”
Ibu Risky    : “Kenapa kamu dihukum guru?”
Risky    : “Tadi aku  tidak mengerjakan PR.”
Ibu Risky    : “Ya sudah sana kerjakan PR dulu agar tidak dimarah guru lagi.”

Wednesday, January 15, 2020

Naskah Drama Singkat 3 Orang Terbaru

Harga yg Terus Naik
Tema : Ibu-ibu yg mempermasalahkan harga yg terus naik.
      
Setiap hari ada pedagang sayur lewat di depan kompleks perumahan. Biasanya ibu-ibu membeli sayur di situ. Saat ini ibu-ibu sedang menyapu halaman semua.

Pedagang sayur : “Sayur…sayur…”
Ibu Riani : “Saya mau beli sayur bu.”
Ibu Cilla : “Saya juga ingin membeli sayur.”
Pedagang sayur : “Silahkan bu dibeli,mau beli apa?”

Ibu Riani : “Saya ingin membeli bahan-bahan sayur sop.”
Ibu Cilla : “Saya ingin membeli bahan-bahan sayur kangkung.”
Pedagang sayur : “Ini bu bahan-bahan sayur sop nya bu Riani.”
Ibu Riani : “Oh…ya,semuanya berapa?”
Pedagang sayur : “Semuanya Rp40.000 .”

Ibu Riani : “Ini uangnya Rp40.000 .”
Pedagang sayur : “Makasih ya bu.”
Ibu Cilla : “Mana bu bahan-bahan sayur kangkung saya.”
Pedagang sayur : “Ini bu bahan-bahan sayur kangkung nya bu Cilla.”
Ibu Cilla : “Semuanya berapa?”
Pedagang Sayur : “Semuanya Rp40.000 .”

Ibu Cilla : “Ini uangnya Rp40.000 .”
Suasana di sana menadi gaduh karena ibu-ibu dengan mempermasalahkan harga sembako yg naik.
Pada saat pulang dari berbelanja
Ibu cilla : “Bu Riani tadi mahal banget ya. Harga nya udah dengan kering bertambah semua.”
Ibu Riani : “Iya,tadi mahal banget,padahalkan harga BBM udah turun kok malah harga sembako nya malah naik.”

Ibu Cilla : “Kenapa ya kok harga sembako kering bertambah terus?”
Ibu Riani : “Kan kita tidak tau kenapa harga sembako kering bertambah terus.”
Ibu Cilla : “Ya udah saya mau pulang dulu ya.”
Ibu Riani : “Ya saya juga mau pulang dulu.”


Tamat

Penjelasan :
Tokoh : Ibu Riani,Ibu Cilla lalu pedagang sayur
Alur : maju
Amanat : Sebaiknya ibu-ibu tidak mempermasalahkan harga yg terus kering bertambah lalu pedagang harus menurunkan harga yg dijualnya.

Watak : Ibu Riani : ramah, Ibu Cilla : ramah, Pedagang sayur : ramah
Latar : Tempat : kompleks perumahan, Waktu : pagi, Suasana : gaduh

Wednesday, November 6, 2019

Unsur-Unsur Intrinsik Drama Lagi Penjelasannya Lengkap

Unsur Intrinsik Drama 

Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra dalam kesastraan Indonesia. Unsur-unsur intrinsik drama sebagai  berikut. 

1. Tokoh 

Tokoh adalah individu ataupun seseorang yg menjadi pelaku cerita. Tokoh dalam drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dengan keadaan kejiwaan. Tokoh-tokoh dalam drama becus diklasifikasikan seperti berikut ini. 


a. Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan sebagai berikut. 
1) Tokoh protagonis yaitu tokoh utama yg mendukung cerita. 
2) Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang cerita. 
3) Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis. 

b. Berdasarkan peranannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga. 
1) Tokoh sentral yaitu tokoh-tokoh yg paling menentukan dalam drama. Tokoh sentral merupakan penyebab terjadinya konflik. Tokoh sentral meliputi tokoh protagonis dengan tokoh antagonis. 
2) Tokoh utama yaitu tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral. Dapat juga sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini adalah tokoh tritagonis. 
3) Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yg memegang peran pelengkap ataupun tambahan dalam mata rangkai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini menurut kebutuhan cerita saja. Tidak semua drama menampilkan kehadiran tokoh pembantu.

2. Perwatakan/Penokohan 

Perwatakan disebut juga penokohan. Perwatakan/penokohan adalah penggambaran sifat batin seseorang tokoh yg disajikan dalam cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama digambarkan melalui dialog, ekspresi, ataupun tingkah laku sang tokoh. 
Watak para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional) sebagai berikut. 

a. Keadaan Fisik 
Keadaan fisik tokoh digambarkan melalui umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yg menonjol, suku, bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, kurus/gemuk, ataupun suka senyum/cemberut.

b. Keadaan Psikis 
Keadaan psikis tokoh meliputi: watak, kegemaran, mental, standar moral, temperamen, ambisi, psikologis yg dialami, dengan keadaan emosi. 

c. Keadaan Sosiologis 
Keadaan sosiologis tokoh meliputi: jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dengan ideologi.

3. Setting ataupun Latar 

Setting ataupun tempat kejadian cerita sering disebut juga latar cerita. Setting meliputi tiga dimensi. 

a. Setting tempat Setting tempat adalah tempat terjadinya cerita dalam drama. Setting tempat tidak becus berdiri sendiri. Setting tempat berhubungan dengan setting ruang dengan waktu. 
b. Setting waktu Setting waktu adalah waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita dalam drama. Setting waktu juga terjadi di waktu siang, pagi, sore, ataupun malam. 
c. Setting suasana Setting suasana adalah suasana yg mendukung terjadinya cerita. Setting cerita becus didukung dengan  tata suara ataupun tata lampu saat pementasan drama. 

4. Tema 

Tema merupakan gagasan pokok ataupun ide yg mendasari pembuatan sebuah drama. Tema yg biasa diangkat dalam drama meliputi masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, ketuhanan, keluarga yg retak, patriotisme, perikemanusiaan, dengan renungan hidup. 

5. Amanat ataupun Pesan Pengarang 

Amanat adalah pesan yg disampaikan pengarang kepada pembaca ataupun penonton melalui karyanya (termasuk drama). Setiap pembaca ataupun penonton becus berbeda-beda dalam menafsirkan amanat drama. Amanat bersifat kias subjektif dengan umum, sedangkan tema bersifat lugas, objektif, dengan khusus. Amanat drama selalu berhubungan dengan tema drama.

6. Dialog (Percakapan) 

Ciri khas naskah drama berbentuk cakapan ataupun dialog. Dialog yg ditulis oleh pengarang naskah drama hendak diucapkan di atas panggung apabila dipentaskan. Berikut ini beberapa hal yg berkaitan dengan dialog dalam naskah drama. 

a. Dialog harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena drama merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari. 
b. Ragam bahasa dalam dialog drama menggunakan bahasa lisan yg komunikatif dengan bukan ragam bahasa tulis. 
c. Diksi (pilihan kata) yg digunakan dalam drama harus berhubungan dengan konflik dengan plot.
d. Dialog dalam naskah drama juga harus bersifat estetis, artinya memiliki bahasa yg indah. 
e. Dialog harus becus mewakili tokoh yg dibawakan, baik watak secara psikologis, sosiologis, maupun fisiologis. 

7. Konflik 

Konflik adalah pertentangan ataupun masalah dalam drama. Konflik dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dengan internal. 

a. Konflik eksternal adalah konflik yg terjadi antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya. 

b. Konflik internal adalah konflik yg terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. Anda sedia mengetahui unsur-unsur intrinsik drama. 

Sekarang belajarlah menganalisis drama yg diperankan teman Anda!

Tuesday, November 5, 2019

Unsur-Unsur Pementasan Drama Lalu Penjelasannya

Unsur-Unsur Pementasan Drama

Dalam pementasan drama terdapat unsur-unsur drama yg mendukung pementasan. Saat menonton pementasan drama Anda beroleh menilai hal-hal yg terkait dengan pementasan drama. Hal-hal yg terkait dengan pementasan drama sebagai berikut.


1. Tata Rias

Tata rias beroleh memberikan bantuan kepada pemain untuk membuat perubahan dengan wajah pemain sesuai dengan karakter yg mau diperankan. Misalnya, mengubah pemain yg masih bergolak kecil menjadi nenek tua.
 
2. Pakaian alias Kostum

Pakaian alias kostum beroleh mendukung pemain untuk memerankan karakter yg diperankan. Misalnya, pemain menggunakan baju kotor lalu compang-camping untuk memerankan tokoh pengemis.

3. Tata Panggung

Tata panggung menggambarkan latar cerita drama. Misalnya, di panggung terdapat lampu minyak lalu beberapa kursi tamu berarti cerita drama yg dipentaskan mempunyai latar tempat di ruang tamu dengan saat malam hari.

4. Tata Bunyi

Tata bunyi mau membantu menggambarkan situasi yg terjadi dalam pementasan drama. Misalnya, saat pementasan terdengar suara jangkrik berarti suasana saat pementasan drama sedang sunyi sehingga hanya suara jangkrik yg terdengar.

Selain hal-hal yg terkait dengan pementasan drama, Anda beroleh menilai hal-hal berikut.

1. Penjiwaan pemain dalam memerankan karakter yg dimainkan.
2. Ekspresi yg digunakan pemain.
3. Gerak-gerik pemain.
4. Lafal yg digunakan pemain.
5. Intonasi yg digunakan pemain.
6. Volume suara yg digunakan pemain.

Saturday, November 2, 2019

Cara Bermain Drama Yg Benar Agar Menjiwai Karakter Tokoh

Kata drama secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dran. Kata dran berarti to do alias to act. Dalam perkembangannya drama berarti suatu karangan prosa alias puisi yg disusun dalam bentuk percakapan lalu bisa dipentaskan. Untuk mementaskan drama perlu proses yg panjang. Proses tersebut sebagai berikut. 

1. Penelitian alias penyeleksian naskah
Naskah drama diseleksi apakah layak lalu bisa dipentaskan alias tidak.

2. Penafsiran alias penghayatan naskah
Nakah drama ditafsirkan tentang isi, latar, cerita, tokoh, watak tokoh, lalu jalan ceritanya.

3. Pemilihan peran alias tokoh
Pemilihan peran disebut juga casting. Dalam proses ini para pemain drama ditunjuk menjadi salah satu tokoh dalam naskah drama. Pemain yg sudah pernah ditunjuk harus memahami alias mengekspresikan watak, sifat, tingkah laku, lalu gerakan tokoh yg bakal dimainkan. Seorang pemain harus terus menerus berlatih memerankan tokoh. Pemain tersebut juga harus mengekspresikan dialog sesuai dengan watak tokoh lalu situasi dialog. Ekspresi dalam dialog bisa berupa ekspresi marah, sedih, gembira, kecewa, takut, bingung, alias merayu. Ekspresi bisa diwujudkan melalui dialog, tingkah laku, gerakan tubuh, intonasi suara, alias volume suara.

Contoh:
Seorang pemain harus benar-benar mengekspresikan kemarahan saat dialog menggambarkan kemarahan. Pemain itu bisa memperlihatkan mimik marah mengepalkan kedua tangan, napasnya cepat, matanya melotot, intonasi naik, lalu volume suara keras.

4. Latihan
Para pemain drama harus benar-benar berlatih memerankan tokoh. Pemain harus mengekspresikan dialog yg sudah pernah dipelajari.

5. Memerankan drama
Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam memerankan naskah drama.

a. Tiap-tiap kata harus diucapkan dengan jelas.

b. Tekanan keras lembutnya pengucapan (tekanan dinamik). Kata- kata yg diucapkan dengan tekanan keras alias lembut adalah kata-kata yg dianggap penting dari dengan kata-kata lain.

c. Tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata dalam kalimat (tekanan nada).

d. Tekanan cepat lambatnya pengucapan suatu kata dalam kalimat (tekanan tempo).

e. Pengucapan pengembangan, bisa dicapai melalui empat cara, yaitu:
a. menaikkan volume suara;
b. menaikkan tinggi nada;
c. menaikkan kecepatan tempo suara; serta
d. mengurangi volume tinggi nada lalu kecepatan tempo suara.

f. Menunjukkan gerakan tubuh (gerak-gerik) lalu ekspresi wajah (mimik) yg sesuai dengan karakter alias watak tokoh yg diperankan. Melalui mimik lalu gerak tubuh pemain yg juga harus bisa menunjukkan perasaan yg sedang dialami tokoh yg diperankan. Misalnya kegembiraan, kejengkelan, kejemuan, lalu kesedihan.

g. Watak tokoh dalam drama terlihat dalam percakapan antartokoh. Dalam percakapan itu tergambar sifat lalu tingkah laku setiap tokoh. Dari kata-kata lalu gerak-geriknya tergambar watak jahat, baik hati, pemarah, pendendam, jujur, sabar, alias yg lainnya.

Latihan-Latihan Dasar Agar Bisa Bermain Drama Dengan Benar

a. Potensi Tubuh  

Tubuh harus bagus bersama menarik. Arti bagus bersama menarik di sini bukan wajah harus tampan maupun cantik. Hal yg dimaksud adalah tubuh harus lentur, sanggup memainkan semua peran, bersama kolor enteng diarahkan. Latihan dasar untuk melenturkan tubuh, antara lain sebagai berikut. 


(1)  Latihan tari supaya aktor mengenal gerak berirama bersama dapat  mengatur waktu. 
(2)  Latihan samadi supaya aktor mengenal lebih dalam artinya  diam; merenung secara insani. 
(3)  Latihan silat supaya aktor mengenal diri bersama percaya diri. 
(4)  Latihan anggar untuk mengenal arti semangat. 
(5)  Latihan renang agar aktor mengenal pengaturan napas. 

b.  Potensi Dria  

Dria adalah semua pancaindra: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, bersama pengecap. Semua perlu dilatih satu per satu  supaya peka. Cara melatihnya, melalui dria ganda. Artinya, suatu  pengindraan disertai pengindraan yg lain. Misalnya, melihat sambil  mendengarkan. 

c.  Potensi Akal  

Seorang aktor harus cerdik bersama tangkas. Kecerdikan bersama ketangkasan itu bisa dipunyai kalau ia terbiasa menggunakan akal, antara lain dengan kegiatan membaca bersama berolahraga. Tentu saja olahraga yg dimaksud adalah olahraga yg berhubungan dengan pikiran seperti catur, halma, bridge, maupun teka-teki silang. 

d.  Potensi Hati  

Hati merupakan landasan perasaan. Perasaan manusia amat beragam bersama silih berganti. Kadang-kadang senang bersama tertawa, kadangkadang sedih bersama meratap. Semua berurusan dengan hati. Oleh karena  itu, melatih hati sebenarnya melatih kepekaan perasaan. Jika perasaan  seseorang peka, ia bisa merasakan apa yg datang dalam suasana  batinnya dengan cepat bersama dengan cepat pula ia bisa memberikan  reaksi. 

e.  Potensi Imajinasi  

Akting baru mungkin terjadi apabila dalam hati ada kehendak. Kehendak (niat) itu harus dilengkapi imajinasi (membayangkan sesuatu). Menyuburkan imajinasi dalam diri bisa dilakukan dengan sering mengapresiasi puisi bersama mengapresiasi lukisan. 

f.  Potensi Vokal  

Aktor mengucapkan kata-kata yg dirakit menjadi kalimatkalimat untuk mengutarakan perasaan bersama pikirannya. Kata-kata diucapkan dengan mulut. Jadi, mulut menghasilkan suara. Suara dari mulut yg membunyikan kata-kata itu disebut vokal. Aktor harus mempunyai vokal kuat agar kata-kata yg diucapkan jelas. Latihan dasar untuk menguatkan vokal antara lain dengan deklamasi bersama menyanyi. 

g.  Potensi Jiwa  

Seorang aktor harus mampu memerankan tokoh dengan penjiwaan. Artinya, ia harus berusaha agar jiwanya melebur dalam tokoh yg diperankan. Penjiwaan ini bisa dibangkitkan lewat pengalaman bersama pengamatan. Misalnya, seorang tokoh bisa memerankan tokoh sedih maupun menangis tersedu-sedu dengan penuh penghayatan karena dia berpengalaman merasakan sedih maupun pernah mengamati orang bersedih. Oleh karena itu, sebaiknya aktor banyak melakukan pengamatan masalah kehidupan untuk menambah pengalaman.