Wednesday, November 6, 2019

Unsur-Unsur Intrinsik Drama Lagi Penjelasannya Lengkap

Unsur Intrinsik Drama 

Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra dalam kesastraan Indonesia. Unsur-unsur intrinsik drama sebagai  berikut. 

1. Tokoh 

Tokoh adalah individu ataupun seseorang yg menjadi pelaku cerita. Tokoh dalam drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dengan keadaan kejiwaan. Tokoh-tokoh dalam drama becus diklasifikasikan seperti berikut ini. 


a. Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan sebagai berikut. 
1) Tokoh protagonis yaitu tokoh utama yg mendukung cerita. 
2) Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang cerita. 
3) Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis. 

b. Berdasarkan peranannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga. 
1) Tokoh sentral yaitu tokoh-tokoh yg paling menentukan dalam drama. Tokoh sentral merupakan penyebab terjadinya konflik. Tokoh sentral meliputi tokoh protagonis dengan tokoh antagonis. 
2) Tokoh utama yaitu tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral. Dapat juga sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini adalah tokoh tritagonis. 
3) Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yg memegang peran pelengkap ataupun tambahan dalam mata rangkai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini menurut kebutuhan cerita saja. Tidak semua drama menampilkan kehadiran tokoh pembantu.

2. Perwatakan/Penokohan 

Perwatakan disebut juga penokohan. Perwatakan/penokohan adalah penggambaran sifat batin seseorang tokoh yg disajikan dalam cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama digambarkan melalui dialog, ekspresi, ataupun tingkah laku sang tokoh. 
Watak para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional) sebagai berikut. 

a. Keadaan Fisik 
Keadaan fisik tokoh digambarkan melalui umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yg menonjol, suku, bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, kurus/gemuk, ataupun suka senyum/cemberut.

b. Keadaan Psikis 
Keadaan psikis tokoh meliputi: watak, kegemaran, mental, standar moral, temperamen, ambisi, psikologis yg dialami, dengan keadaan emosi. 

c. Keadaan Sosiologis 
Keadaan sosiologis tokoh meliputi: jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dengan ideologi.

3. Setting ataupun Latar 

Setting ataupun tempat kejadian cerita sering disebut juga latar cerita. Setting meliputi tiga dimensi. 

a. Setting tempat Setting tempat adalah tempat terjadinya cerita dalam drama. Setting tempat tidak becus berdiri sendiri. Setting tempat berhubungan dengan setting ruang dengan waktu. 
b. Setting waktu Setting waktu adalah waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita dalam drama. Setting waktu juga terjadi di waktu siang, pagi, sore, ataupun malam. 
c. Setting suasana Setting suasana adalah suasana yg mendukung terjadinya cerita. Setting cerita becus didukung dengan  tata suara ataupun tata lampu saat pementasan drama. 

4. Tema 

Tema merupakan gagasan pokok ataupun ide yg mendasari pembuatan sebuah drama. Tema yg biasa diangkat dalam drama meliputi masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, ketuhanan, keluarga yg retak, patriotisme, perikemanusiaan, dengan renungan hidup. 

5. Amanat ataupun Pesan Pengarang 

Amanat adalah pesan yg disampaikan pengarang kepada pembaca ataupun penonton melalui karyanya (termasuk drama). Setiap pembaca ataupun penonton becus berbeda-beda dalam menafsirkan amanat drama. Amanat bersifat kias subjektif dengan umum, sedangkan tema bersifat lugas, objektif, dengan khusus. Amanat drama selalu berhubungan dengan tema drama.

6. Dialog (Percakapan) 

Ciri khas naskah drama berbentuk cakapan ataupun dialog. Dialog yg ditulis oleh pengarang naskah drama hendak diucapkan di atas panggung apabila dipentaskan. Berikut ini beberapa hal yg berkaitan dengan dialog dalam naskah drama. 

a. Dialog harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena drama merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari. 
b. Ragam bahasa dalam dialog drama menggunakan bahasa lisan yg komunikatif dengan bukan ragam bahasa tulis. 
c. Diksi (pilihan kata) yg digunakan dalam drama harus berhubungan dengan konflik dengan plot.
d. Dialog dalam naskah drama juga harus bersifat estetis, artinya memiliki bahasa yg indah. 
e. Dialog harus becus mewakili tokoh yg dibawakan, baik watak secara psikologis, sosiologis, maupun fisiologis. 

7. Konflik 

Konflik adalah pertentangan ataupun masalah dalam drama. Konflik dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dengan internal. 

a. Konflik eksternal adalah konflik yg terjadi antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya. 

b. Konflik internal adalah konflik yg terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. Anda sedia mengetahui unsur-unsur intrinsik drama. 

Sekarang belajarlah menganalisis drama yg diperankan teman Anda!

No comments:

Post a Comment