Showing posts with label Teks Negosiasi. Show all posts
Showing posts with label Teks Negosiasi. Show all posts

Sunday, December 8, 2019

Pengertian Negosiasi Bersama Cara Melakukannya Dengan Benar

Guruberbahasa.com- Pengertian NEGOSIASI lalu CARA Melakukannya

PENGERTIAN NEGOSIASI


Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yg berfungsi untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yg mempunyai kepentingan berbeda . Dalam negosiasi, pihak-pihak tersebut berusaha menyelesaikan perbedaan itu dengan berdialog. Penyelesaian sengketa sipadan-lingitan antara Indonesia lalu Malaysia adalah contoh negosiasi yg nyata.  

Negosiasi dilakukan karena pihak-pihak yg berkepentingan perlu membuat kesepakatan mengenai persoalan yg menuntut penyelesaian bersama. Tujuan negosiasi adalah untuk mengurangi perbedaan posisi setiap pihak. Mereka mencari cara untuk menemukan butir-butir yg sama sehingga kesepakatan beroleh dibuat lalu diterima bersama. Sebelum negosiasi dilakukan perlu ditetapkan terlebih demam tempo hari orang-orang yg menjadi wakil dari setiap pihak. Selain itu, bentuk alias struktur interaksi yg direncanakan juga perlu disepakati, misalnya dialog langsung alias melalui mediasi.

CARA MELAKUKAN NEGOSIASI


Serangkaian dilakukan agar negosiasi berjalan lancar. Tindakan tersebut adalah:

1. Mengajak untuk membuat kesepakatan
2. Memberikan alasan mengapa harus ada kesepakatan
3. Membandingkan beberapa pilihan
4. Memperjelas lalu menguji pandangan yg dikemukakan
5. Mengevakuasi kesepakatan lalu komitmen bersama
6. Menetapkan lalu menegaskan kembali tujuan negosiasi

Selama melakukan negosiasi, hendaknya dihindari hal-hal yg beroleh merugikan kedua belah pihak. Untuk itu, komunikasi dalam negosiasi dilakukan dengan cara yg santun. Cara tersebut beroleh ditempuh dengan:

1. Menyesuaikan pembicaraan kearah tujuan praktis
2. Mengakomodasi butir-butir perbedaan dari kedua belah pihak
3. Mengajukan pandangan yg baru lalu mengabaikan pandangan yg sudah ada tanpa memalukan kedua belah pihak
4. Mengalokasikan tugas lalu tanggung demam sahutan masing-masing
5. Memprioritaskan lalu mengelompokkan saran alias pendapat dari kedua belah pihak

Tujuan Teks Negosiasi

1. Untuk menyatukan perbedaan-perbedaan pendapat dari orang-orang yg memiliki kepentingan yg berbeda,
2. Untuk mendapatkan alias mencapai kata kesepakatan dalam kesamaan persepsi, saling pengertian, lalu persetujuan.
3. Untuk mendapatkan kondisi penyelesaian alias jalan keluar dari masalah yg dihadapi

Struktur Negosiasi (UMUM)
 
1. Negosiator : Penutur&Mitra Tutur
2. Pembuka : Penggiringan topik / basa-basi
3. Isi : Inti pembicaraan
4. Penutup : Pengambilan keputusan / penyelesaian

Struktur Negosiasi (KOMPLEKS)

1. Orientasi : Kalimat pembuka, biasanya dibubuhi salam. Fungsinya memulai negosiasi
2. Permintaan : Suatu hal berupa barang ataupun jasa yg ingin diblei oleh pembeli alias konsumen
3. Pemenuhan : Pemenuhan hal berupa barang alias jasa dari pemberi jasa alias penjual yg diminta oleh pembeli alias konsumen
4. Penawaran : Puncaknya Negosiasi terjadi tawar menawar
5. Persetujuan : Keputusan antara dua belah pihak untuk penawaran yg sudah dilakukan
6. Pembelian : Keputusan konsumen jadi menerima/menyetujui penawaran itu alias tidak
7. Penutup : Kalimat penutup alias salam penutup

Ciri Umum Teks Negosiasi
 
1. Menghasilkan Kesepakatan
2. Menghasilkan Keputusan yg saling menguntungkan
3. Memprioritaskan Kepentingan Bersama
4. Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian
5. Mengarah dengan tujuan praktis

Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi

1. Menggunakan bahasa yg santun
2. Terdapat ungkapan persuasif ( Bahasa untuk membujuk )
3. Berisi pasangan tuturan
4. Keputusan alias kesepakatan yg dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak
5. Bersifat memerintah lalu memenuhi perintah

Referensi:
http://azfauzis02.blogspot.co.id
http://putradaffarel21.blogspot.co.id

Sunday, December 1, 2019

Struktur Teks Negosiasi Bersama Contoh Teks Negosiasi

Guruberbahasa.com- Struktur Teks Negosiasi beserta Contoh Teks Negosiasi

Struktur Teks Negosiasi

Tentu saja setiap teks mempunyai struktur, begitupun dengan teks negosiasi. Struktur teks negosiasi teridi atas pembukaan, isi, beserta terakhir yaitu penutup. Untuk lebih jelasnya sobat bisa melihat penjelasannya dibawah ini.

1. Pembukaan, merupakan bagian awal dari sebuah negosiasi yg biasanya berisi kata salam alias sapa beserta juga pengenalan diri.

2. Isi, dengan bagian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu penyampaian materi beserta tawar menawar beserta penyelesaian masalah. Penyampaian materi merupakan bagian yg berisi pertanyaan alias pemberitahuan mengenai objek alias permasalahan. Sedangkan tawar-menawar beserta penyelesaian masalah adalah bagian dimana kedua belah pihak saling bernegosiasi hingga akhirnya mendapatkan suatu keputusan.

3. Penutup, merupakan bagian akhir akhir dari teks negosiasi.

Struktur Kompleks:
 
1) Orientasi    : Perbincangan awal antara pihak pertama beserta pihak kedua.
2) Permintaan : Dimana pihak pertama mencari barang yg ingin dibeli.
3) Pemenuhan : Saat pihak kedua memenuhi terhadap barang yg dicari pihak pertama.
4) Penawaran : Disaat proses tawar menawar terjadi.
5) Persetujuan : Disaat kedua belah pihak menyetujui harga yg sudah pernah ditentukan.
6) Pembelian : Saat pihak pertama memberikan uang sebagai tanda jadi.
7) Penutup : Akhir dari negosiasi yg ditandai perpisahan.

Contoh Teks Negosiasi


A : Ada yg bisa saya bantu?.
B : Saya ingin pesan baju seperti ini (menyodorkan desain baju).
A : Oh desain ini ya, ukurannya untuk badan seperi bapak?
B : Iya.
A : Oh desain seperti ini kami beri harga 500rb.
B : Terlalu mahal itu, tidak bisa turun?.
A : Bisa, tapi turun pun hanya sedikit. Paling kita beri harga 450rb bagaiamana?
B : Baiklah saya setuju. Saya harap baju ini bisa selesai tepat waktu,
A : Kami selalu mengusahakan untuk tidak mengecewakan pembeli pak.

Contoh negosiasi perwakilan karyawan beserta pengusaha

Pengusaha : “Langsung saja, saya keberatan atas aksi mogok yg kalian lakukan! Perusahaan bisa merugi kalau karyawan terus-terusan mogok begini”

Karyawan   : “Aksi yg kami lakukan bukan tanpa alasan pak!”
Pengusaha : “Alasan apa?”
Karyawan : “Kami meminta kenaikan upah pak! Hari ini harga kebutuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap!”

Pengusaha : “Iya, saya mengerti, tapi kok harus mogok segala! Ini kan sama saja menghentikan produksi, sama artinya menghentikan penghasilan kita semua. Bisa bangkrut kita!”

Karyawan  : “Iya pak, sebetulnya kami sudah sampaikan permasalahan ini dengan direktur bidang kehumasan, tapi beliau bilangnya nanti beserta nanti. Sementara teman-teman sudah dengan tidak sabar pak.”

Pengusaha : “Oalah. Memangnya mau panas maju berapa?”
Karyawan   : “Kami minta kenaikan 15 persen dari upah saat ini pak”

Pengusaha : “Wah sepertinya tidak bisa kalau segitu. Penghasilan perusahaan kita tak bisa membayar sebanyak itu. Paling panas maju 5 persen.”
Karyawan   : “Bagaimana kalau 10”

Pengusaha : “Akan saya usulkan nanti dengan dewan direksi”

Karyawan : “Saya minta komitmennya pak!”

Pengusaha : “Iya saya janji, minimal 7 persen, hendak diusahakan goal. Nanti perwakilan kalian hendak kami libatkan dalam rapat direksi.

Karyawan   : “Baik pak, terima kasih. Selamt siang.”
Pengusaha : “Selamat siang.

Thursday, November 21, 2019

Contoh Teks Negosiasi Antar Karyawan Kepada Pengusaha

Guruberbahasa.com- Negosiasi antara Karyawan lagi Pengusaha

Setelah  para  karyawan  sebuah  perusahaan  di  bidang  elektronika  melakukan  aksi   mogok kerja dengan melakukan demonstrasi di depan kantor perusahaan, akhirnya  wakil  perusahaan  itu  menerima  wakil  para  karyawan  untuk  berdialog.  Dialog  itu   dijaga  oleh  sejumlah  petugas  keamanan.  Sementara  itu,  beratus-ratus  karyawan   masih berdemonstrasi di depan kantor perusahaan. 

1. Wakil karyawan : Selamat sore, Pak.

2. Wakil perusahaan: Selamat sore. Mari, silakan duduk.
 
3. Wakil karyawan : Ya, terima kasih.
 
4. Wakil perusahaan : Saya, Hadi Winoto, wakil dari perusahaan.  Anda  siapa?
 
5. Wakil karyawan : Saya  Suparmin,  yang  dipercaya  teman-teman untuk menemui pimpinan. (Mereka bersalaman)
 
6. Wakil perusahaan : Sebenarnya,  apa  yang  terjadi?  Semua  karyawan  di perusahaan ini melakukan demonstrasi. Kalau begini  caranya,  perusahaan  bisa  bangkrut  dan  karyawan bisa di-PHK.
 
7. Wakil karyawan : Tidak   ada   apa-apa,   Pak.   Kami   hanya   ingin memperbaiki nasib lagi hidup layak.
 
8. Wakil perusahaan : Maksudnya?
 
9. Wakil karyawan : Ya,  pasti  Bapak  tahu.  Kami,  karyawan,  sudah   bekerja   keras   demi   perusahaan.   Tetapi,   kami   merasa   kurang   mendapatkan   imbalan   yang   pantas. Kami tidak beroleh memenuhi kebutuhan sehari-hari  hanya  dengan  uang  Rp2.000.000,00  sebulan.   Paling   tidak,   kami   menerima   upah   sebesar Rp3.000.000,00.
 
10.  Wakil perusahaan : Itu       tidak       mungkin.       Perusahaan       sudah       menanggung  beban  terlalu  berat.  Listrik  naik,  bahan bakar naik, lagi biaya operasional lain juga naik.  Kenaikan  UMP  (upah  minimum  provinsi)  belum bisa dedar maju sekarang.
 
11. Wakil karyawan : Kalau  begitu,  kami  tetap  akan  melakukan  aksi  mogok kerja sampai tuntutan kami dipenuhi.

12. Wakil perusahaan : Tidak  boleh  demikian.  Kita  harus  mencari  jalan   tengah. 

13. Wakil karyawan : Lalu, bagaimana? 

14. Wakil perusahaan : Saya    akan    mengusulkan    kenaikan    tersebut     kepada    direksi.    Perusahaan    hanya    mampu     menaikkan      UMP      sampai      Rp2.400.000,00.       Tidak  lebih  dari  itu.  Anda  sendiri  tahu  bahwa   pada  situasi  global  ini  perusahaan  mana  pun   mengalami kesulitan. 

15. Wakil karyawan : Tidak  bisa,  Pak.  Ini  kota  Jakarta,  Pak.  Semua   harus dibeli dengan uang. Ya, tolong diusahakan  bagaimana   caranya   agar   kami   dapat   hidup    layak.  Paling  tidak  kami  menerima  gaji  sebesar   Rp2.800.000,00. 

16. Wakil perusahaan : Nanti saya hendak mengusulkan ke direksi sebesar  Rp2.600.000,00. 

17. Wakil karyawan : Tapi,  usahakan  lebih,  Pak.  Kami  akan  bekerja   lebih keras lagi. 

18. Wakil perusahaan : Baiklah,   akan   saya   coba.   Tolong   kendalikan    teman-teman  karyawan  dan  sampaikan  kepada   mereka   mulai   besok   semua   karyawan   harus    masuk   kerja   kembali.   Karyawan   yang   mogok    kerja hendak kena sanksi. 

19. Wakil karyawan : Baik, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar? 

20. Wakil perusahaan : Ya, silakan. 

21. Wakil karyawan : Ya, terima kasih. Selamat sore. 

22. Wakil perusahaan : Selamat sore. ( Mereka bersalaman ) 

Begitu Suparmin keluar dari kantor perusahaan, dia disambut oleh teman-temannya.  Dia lalu menyampaikan hasil dialog dengan wakil perusahaan bahwa UMP mereka  diusulkan dedar maju paling tidak sebesar Rp2.600.000,00.

Contoh Teks Negosiasi Antara Penjual Lagi Pembeli Di Pasar Seni Sukawati

Guruberbahasa.com- NEGOSIASI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR SENI SUKAWATI

Dialog  ini  berlangsung  di  kawasan  Pasar  Seni  Sukawati,  Denpasar,  Bali.  Penjual   barang-barang seni adalah seorang gadis Bali asli, sedangkan pembeli adalah seorang  ibu bergolak lembut dari Eropa yg bisa berbahasa Indonesia.

Di pasar itu dijual barang-barang seni khas Bali. Pembeli bisa membeli barang-barang  tersebut  dengan  harga  terjangkau,  seperti  perhiasan,  tas,  pakaian  khas  Bali,  batik,   lukisan, lalu patung. Salah  satu  patung  yang  dijual  di  pasar  itu  adalah  Patung  Garuda  Wisnu  Kencana.   

Seperti  terlihat  pada  gambar  di  atas,  itu  adalah  patung  Dewa  Wisnu  yang  sedang   menaiki kendaraannya, burung garuda. Dalam dunia pewayangan Jawa, Dewa Wisnu adalah dewa pemelihara perdamaian  dan  keadilan.  Tahukah  kalian  bahwa  Dewa  Wisnu  adalah  anak  Bathara  Guru  dan   Dewi Uma?

1. Penjual : Good morning ,  Mam . Selamat pagi. 

2. Pembeli : Selamat pagi. 

3. Penjual : Mari, mau beli apa? 

4. Pembeli : Ada  patung  Garuda  Wisnu  Kencana  yang  dibuat  dari   kayu? 

5. Penjual : Ya, ada. Di sebelah sana, yg besar ataupun yg kecil? ( Penjual   menunjukkan   tempat   patung   yang   ditanyakan    pembeli ) 

6. Pembeli : Yang sedang saja. Yang dibuat dari kuningan ada? 

7. Penjual : Ya, ini, tidak terlalu besar. Tapi, terbuat dari kayu. Yang dari  kuningan habis. 

8. Pembeli : Ya, dari kayu tidak apa-apa. ( Patung itu sudah di tangan pembeli lalu ia mengamatinya  dengan cermat ) 

9. Penjual : Bagus  itu,   Mam .  Cocok  untuk  dipakai  sendiri  atau  untuk   suvenir. 

10. Pembeli : Saya pakai sendiri. Harganya berapa? 

11. Penjual : Tiga ratus ribu. 

12. Pembeli : Wah, mahal. Dua ratus ribu ya? 

13. Penjual : Belum boleh. Dua ratus delapan puluh lima ribu. Ini sudah  murah,  Mam . Di tempat lain lebih mahal. 

14. Pembeli : Tidak mau. Kalau boleh, dua ratus lima puluh ribu. 

15. Penjual : Belum boleh. Naik sedikit,  Mam . 

16. Pembeli : Dua ratus tujuh puluh lima ribu. 

17. Penjual : Ya, sebenarnya ini belum boleh. Tapi, untuk Nyonya boleh.  Mau beli apa lagi? 

18. Pembeli : Tidak. Itu saja. Ini uangnya. ( Penjual memasukkan patung itu ke dalam tas plastik yang  bertuliskan nama kiosnya. Pembeli memberikan uang pas ). 

19. Penjual : Ya, terima kasih.  

20. Pembeli : Terima kasih.  Bye ,  bye . 

21. Penjual : Have a nice day . ( Pembeli pergi meninggalkan kios itu )