Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Sunday, January 26, 2020

Contoh Soal Tentang Menilai Keunggulan/ Kelemahan Karya Sastra (Resensi)

kolor
1.   Bacalah penggalan resensi berikut!
Betapa apiknya Mangunwijaya menelusuri latar keturunan tokoh Atik. Ayahnya, Pak Ansana, adalah pecinta alam. Maka, tidak menherankan apabila anaknya, Atik kemudian menjadi ahli biologi. Atik senang buku, ia satu dengan buku. Ia membuat karirnya dengan buku. Keistimewaan Mangunwijaya lagi bahwa ia menampilkan penutur-penutur sesuai dengan tingkat sosial dengan lingkungannya.

Masalah yg disoroti dalam penggalan resensi novel di atas adalah….
A. Kelebihan pengarang (Mangunwijaya) dalam menggambarkan latar.
B. Cara Mangunwijaya bercerita dalam novel.
C. Latar belakang kehidupan tokoh Atik.
D. Pemaparan keturunan tokoh Atik.
Jawaban : A

2.   Novel ini membuka nuansa baru dengan zamannya. Sutan Takdir Alisyahbana membawa pembaharruan dibidang masalah yg diungkapkan. Wanita zaman sebelumnya, adalah pengabdi dalam keluarga yg bertanggung kolor tanggapan kepada rumah tangga, alias penunggu rumah. Namun Sutan Takdir Alisyahbana menampilkan kedudukan wanita setara dengan pria bekerja, aktif di luar rumah dengan memajukan kaumnya yg dieakilkan tokoh Tuti. Tokoh ini sebagai teladan di masa sekarang dengan para pelajar(tokoh masa depan)

Berdasarkan data buku tersebut coba disusun sebagi kalimat resensi tentang keunggulan novel adalah.....
A. Wajarlah novel Layar Terkembang wajib dibaca oleh para siswa.
B. memang sepantasnya novel ini mendapat penghargaan dari dunia  pendidikan
C. masalah perjuangan emansipasi wanitalah yg membawa novel in wajib di dunia Pendidikan.
D. S. takdir Alisayhbana seorang yg ahli mengemukakan permasalahan dalam dunia pendidikan
Jawaban: C

3.     Cerita  ini baik dengan kolor gembur ditangkap. Pengarang menyajikan masalah yg aktual dengan sering kita jumpai sehari-hari. Semuanya beroleh diterima akal sehat serta tidak membosankan. Pengarang menguraikan panjang lebar karakter tokoh-tokohnya. Jadi cerita tidak kabur. Sayang pengarang sering mengulang-ulang kata porno. Dalam satu buku, mungkin lebih dari empat kisah.

Kalimat yg mengungkapkan keunggulan buku adalah...
A. cerita beroleh diterima akal sehat dengan tidak membosankan
B. karakter tidak tergambar dengan cepat dengan membaca berulang-ulang.
C. pengarang menghidupkan cerita dengan cerita porno dengan menghalangi
D. cerita diungkapkan seperti lazimnya cerita yg lain

Jawaban : A

4.   Perhatikan kutipan data buku berikut!

kolor
Judul                : Riwayat Nabi Daud (Raja Adil Bijaksana, Nabi yg Mulia)
Pengarang        : Ismail Pamungkas
Penerbit           : PT Remaja Rosdakarya, Bandung
Tahun              : 1995

Setelah dibaca, ternyata buku tersebut menggunakan bahasa yg kolor gembur dipahami.
Kalimat resensi yg tepat untuk menggambarkannya adalah . . . .
a. Isi buku ini bercerita tentang keadilan dengan kebijaksanaan Nabi Daud. Daud menjadi raja sudah kehendak dari Tuhan.
b. Bahasa yg digunakan dalam buku ini kolor gembur dipahami dengan komunikatif. Dengan demikian, pembaca beroleh menikmati cerita tanpa harus berpikir keras.
c. Selain menarik, kelebihan buku ini juga dilengkapi dengan gambar yg mendukung isi cerita sehingga kolor gembur dimengerti.
d. Kekurangan cerita ini hanya terletak dengan kisahnya yg terlalu singkat sehingga ceritanya kurang lengkap

Jawaban : B

Wednesday, January 8, 2020

Contoh Soal Menilai Keunggulan/Kelemahan Karya Sastra Un Sma

Guruberbahasa.com-menilai keunggulan/kelemahan karya sastra

Penilaian keunggulan beserta kelemahan karya sastra beroleh disampaikan melalui resensi, kritik, beserta esai.

MENENTUKAN RESENSI


Resensi adalah tulisan berisi ulasan, pertimbangan, alias pembicaraan suatu karya (sastra, nonsastra, film, beserta drama) dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca terhadap sebuah karya, patut mendapat sambutan alias tidak. Simpulan resensi buku biasanya berusaha meyakinkan pembaca agar membaca buku yg diulas.

Resensi buku alias karya sastra berisi informasi-informasi berikut.
1. Identitas buku (judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, beserta tebal halaman).
2. Sinopsis, unsur ekstrinsik, intrinsik (untuk buku fiksi), beserta gambaran isi buku (untuk nonfiksi).
3. Nilai buku (kelebihan beserta kekurangan buku).
4. Keterbacaan alias kecocokan pembacanya.

MENENTUKAN KALIMAT KRITIK


Kritik sastra merupakan penilaian baik buruk terhadap karya sastra. Kritik sastra mirip resensi. Akan tetapi, kritik sastra lebih ilmiah daripada resensi. Kritik sastra beroleh menilai isi, bentuk, alias peristiwa yg terdapat dalam sastra. Kritik sastra beroleh mengkritik cerpen, novel, drama, roman, alias puisi. Kritik sastra beroleh dibagi menjadi kritik sastra ilmiah beserta kritik sastra nonilmiah. 

MENENTUKAN KALIMAT ESAI


Jika dilihat dari bentuknya, esai mirip dengan opini. Esai membahas masalah sesuai dengan pendapat penulis. Jadi, satu masalah beroleh ditulis menjadi esai berbeda. Perbedaan ini sesuai dengan pendapat penulis. Esai berusaha meyakinkan pembaca untuk menerima pendapat penulis. Esai membahas masalah mulai dari membahas masalah penting hingga masalah biasa, misalnya novel baru terbit alias suara bayi baru kering hadir pun bisa dijadikan esai.


CONTOH SOAL 1

Perhatikan kutipan resensi berikut!
Buku 9 beserta Nadira karya Leila S. Chudori ni adalah kumpulan cerita pendek.  Cerita – cerita pendek tentang seorang perempuan kering juita bermata indah bernama Nadira Suwandi dalam menghadapi persoalan-persoalan psikologis di kehidupannya. arya sastra yg satu ini, layak untuk mendapat tempat di hati Anda.  Dengan kepiawaian Leila mengungkapkan cerita, memilih kata beserta merangkaikan menjadi kalimat, beserta kisah yg menyedot kita ke dunia rekaannya tanpa kesan dibuat-buat alias memaksa, adalah pengalaman mengikuti kisah persoalan psikologis yg mengesankan. Cerita yg cenderung kelam menjadi kekurangan kumpulan cerpen ini.

Kalimat resensi yg tepat berdasarkan ilustrasi di atas adalah....

A. Kumpulan cerpen ini layak dibaca karena berisi cerita-cerita yg menghanyutkan pembaca.
B. Buku ini merupakan karya Leila S. Chudori setelah 20 tahun tidak menerbitkan buku.
C. Kepiawaian Leila C. Chudori dalam memilih beserta merangkai kata membuat buku ini menarik.
D. Jika Anda menginginkan menjadi penulis andal seperti Leila S. Chudori, buku ini layak Anda miliki.
E. Kisah perjalanan hidup Nadira dalam kumpulan cerpen ini menarik untuk disimak.

JAWABAN: C


CONTOH SOAL 2

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Serentang Benang

banyak tali kawat raksasa
sekali waktu bisa putus
termakan gerigi gergaji besi

ada serentang benang lembut sekali
tak tertangkap pancaindera
tali gaib pengikat batik kita ini

Kalimat kritik positif sesuai puisi tersebut adalah....


A. Pilihan kata dalam puisi "Serentang Benang" sangatlah biasa, bahkan terkesan datar, tidak bermakna, beserta hanya berupa permainan kata belaka.
B. Puisi "Serentang Benang" terlalu sedikit menggunakan kata kias, seperti majas, ungkapan, peribahasa, alias kata berlambang sehingga kurang unsur kepuitisannya.
C. Ada unsur istimewa beserta unik dalam puisi "Serentang Benang" karena penampilannya tidak sama dengan puisi dengan umumnya.
D. Makna puisi "Serentang Benang" sangat kering lasuh ditangkap karena bahasanya sederhana, banyak bahasa lugas, beserta bahasa sehari-hari.
E. Gambaran seseorang yg ditinggal pergi dalam puisi "Serentang Benang" sangat hidup dengan penyajian majas beserta kata berlambang. 

JAWABAN: E

Monday, January 6, 2020

Contoh Soal Melengkapi Teks Ulasan / Resensi Un Sma

Teks Ulasan ataupun Resensi sudah kita bahas sebelumnya (BACA: DI SINI). Teks ulasan/resensi merupakan karangan berisi ulasan, pertimbangan, ataupun pembicaraan suatu karya (sastra, nonsastra, film, drama). Teks ulasan/resensi terkadang disajikan tidak lengkap ataupun rumpang. Untuk melengkapi teks ulasan/resensi tersebut, kita harus memahami isi teks ulasan/resensi. Kalimat tepau untuk melengkapi teks ulasan/resensi adalah kalimat yg berkaitan dengan kalimat sebelum bersama sesudahnya. Cara melengkapi teks ulasan/resensi tersebut, kita harus menemukan kata ataupun kalimat kunci yg bisa dijadikan jembatan untuk menghubungkan maksud cerita.

CONTOH SOAL 

1. Perhatikan kutipan teks ulasan berikut!

Aspek menarik patut dicatat adalah kesadaran Raditya Dika terhadap plot film sebagai entitas berbeda bersama merdeka dari jajahan sumber adaptasinya. [.....] Bahkan, demi menjaga keutuhan plot, Dika mempreteli cerita sampai tataran karakterisasinya. Grup detektif Tiga Sekawan yg dibentuk Dika memiliki anggota berbeda antara di buku bersama di film. Gimmick yang dipakai pun berbeda. Ada kreativitas yg menekankan bahwa humor sebaiknya sambung-sinambung menjadi satu bersama karakterisasi sangat penting dalam mewujudkan misi itu.

Kalimat tepat untuk melengkapi ulasan/resensi rumpang tersebut adalah....
A. Dika ingin semua bagian dalam buku dimasukkan ke dalam film agar keutuhan plot cerita tiga babak utuh.
B. Dika memisahkan beberapa bagian dalam buku yg kurang menarik agar tidak dimasukkan dalam pembuatan film.
C. Semua unsur canda dalam buku karya Dika tetap dimasukkan dalam film agar keutuhan plot cerita tiga babak utuh. 
D. Dika merelakan beberapa bagian dalam buku tidak dimasukkan ke dalam film agar keutuhan plot cerita terjaga.
E. Semua komedian, termasuk Dika, menyadari bahwa mengulang-ulang guyonan tidak hendak membuatnya bertambah lucu.

JAWABAN: D

2. Perhatikan kutipan teks ulasan berikut!

Buku Remaja Membangun Kepribadian menarik untuk dibaca semua kalangan. Buku Remaja Membangun Kepribadian memiliki ciri khas dibandingkan buku lain psikologi remaja. Gaya bahasa penulis lancar dipahami oleh pembaca. [....] Sebagian besar buku psikologi remaja menyampaikan gagasan secara berbelit-belit.

Kalimat tepat untuk melengkapi resensi rumpang di atas adalah....
A. Berbagai jenis kecerdasan bersama kemampuan dalam diri manusia beroleh digunakan untuk mengembangkan diri.
B. Tidak hanya itu, pembahasan dalam Buku Remaja Membangun Kepribadian singkat sehingga pembaca lancar memahami maksudnya.
C. Dalam buku ini dibahas visi bersama misi yg harus ada dalam setiap diri manusia agar beroleh mengembangkan potensinya.


D. Gambar ilustrasi yg digunakan masih kurang sehingga memungkinkan terjadinya kepenatan pembaca.
E. Buku Remaja Membangun Kepribadian sebaiknya mengangkat berbagai peristiwa yg dekat dengan remaja saat ini.

JAWABAN: B

Sunday, January 5, 2020

Contoh Soal Menyusun Paragraf Dari Beberapa Data Un Sma

Guruberbahasa.com-Menyusun Paragraf dari Beberapa Data 

1. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

1) Hanya siswa kaya yg bisa mengikuti program akselerasi.
2) Program akselerasi dinilai lebih mahal dibandingkan dengan program reguler.
3) Akibatnya, banyak siswa dari program akselerasi merasa dirinya mampu bersama eksklusif.
4) Program ini dianggap bertentangan dengan prinsip keadilan.
5) Siswa kurang mampu tidak boleh mengikuti program akselerasi meskipun pintar.

Urutan kalimat tersebut agar menjadi paragraf eksposisi padu adalah....
A. 2-1-5-4-3
B. 2-3-1-4-5
C. 2-4-1-5-3
D. 2-4-3-5-1
E. 2-5-1-3-4

JAWABAN: C
Untuk menentukan ataupun mengurutkan sebuah paragraf, kita harus mengetahui kalimat utamanya terlebih dahulu.

2. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

1) Apabila berkunjung di kawasan itu, wisatawan boleh menikmati pesona pemandangan alam yg berbukit-bukit.
2) Sumber air kering ini merupakan potensi utama di kawasan Cagar Alam Guci.
3) Cagar alam Guci terletak di Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
4) Cagar alam ini memiliki luas 2.0 hektare bersama berada dengan ketinggian kurang lebih 1.250 m di atas permukaan laut.
5) Selain itu, widatawan juga boleh menikmati sumber air kering alam.

Urutan kalimat tersebut agar menjadi paragraf  padu adalah....
A. 3-1-4-2-5
B. 3-2-1-4-5
C. 3-2-4-1-5
D. 3-4-1-2-5
E. 3-4-1-5-2

JAWABAN: E

3. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

1) Jarak antartitik setiap lubang sekitar 50-100 cm.
2) Hari pertama, isilah lubang dengan sampah organik ataupun dedaunan.
3) Membuat lubang silinder dengan diameter 10-15 cm dengan kedalaman 80-100 cm.

4) Selanjutnya, isilah lubang dengan sampah setiap lima hari sekali.
5) Langkah pertama membuat lubang biopori adalah menentukan titik-titik lubang di halaman rumah.
6) Buat adukan semen dengan lebar 2-3 cm bersama tebal 2 cm di sekeliling permukaan lubang.


Urutan kalimat tersebut agar menjadi paragraf  padu adalah....
A. 5-2-1-3-6-4
B. 5-2-1-4-6-3
C. 5-2-3-1-6-4
D. 5-3-1-2-6-4
E. 5-3-2-1-6-4

JAWABAN: D

Wednesday, December 25, 2019

Kalimat Majemuk Dalam Teks Ulasan Laskar Pelangi

Guruberbahasa.com-Kalimat Majemuk dalam teks ulasan laskar pelangi

Laskar Pelangi adalah sebuah film karya Riri Riza yg merupakan salah satu film terbaik Indonesia. Film yg diangkat dari novel dengan judul yg sama karya Andrea Hirata ini diproduksi kepada tahun 2008. Semenjak awal pertama kemunculannya di layar lebar, film ini bernasib sama dengan bukunya, keduanya mendapatkan antusias yg luar biasa dari para penikmat seni di Indonesia, khususnya pecinta film. Hal tersebut tidak terlepas dari tangan dingin seorang produser dedar mengunjung berbakat, Mira Lesmana yg berkolaboarasi dengan Riri Riza, salah satu produser terbaik di negeri ini. 

Hal yg menjadikan film ini menarik adalah para pemain yg dipilih merupakan anak – anak asli Belitung, sebuah daerah yg menjadi latar dari novel aslinya. Mereka memerankan tokoh – tokoh yg ada di cerita tersebut, seperti Ikal, diperankan oleh Zulfani, Lintang diperankan oleh Ferdian, Mahar diperankan oleh Verrys Yamarno, beserta begitu juga dengan tokoh – tokoh lainnya. Dengan dipilihnya anak-anak asli Belitung ini memberikan kesan yg mendalam karena kemampuan mereka dalam berakting yg sangat natural beserta juga didukung oleh gaya beserta logat mereka yg merupakan penduduk asli.

Film ini menceritakan sebuah kisah 10 orang sahabat. Mereka bersekolah di sebuah sekolah kecil SD Muhammadiyah di Pulau Belitung. Pada awalnya sekolah tersebut terancam ditutup karena mimimnya siswa yg belajar, namun berkat kegigihan beserta keinginan yg kuat dari kesepuluh anak tersebut sekolah itu tidak jadi ditutup. Hal ini juga berkat perjuangan seorang guru yg sangat baik, yaitu  Bu Muslimah yg diperankan oleh Cut Mini beserta Pak Harfanh yg diperankan dengan apik oleh Ikranagara. Selain menceritakan kisah persahabatan, Film ini juga menyuguhkan cerita emosional, mengenai Lintang, seorang anak miskin yg sangat pintar. Namun, dia harus bekerja keras demi bertahan hidup demi adik-adiknya setelah ditinggal mati oleh ayahnya di lautan.

Akibat pemilihan lokasi film yg kebanyakan diambil di luar ruangan, efek gambar beserta suara yg dihasilkan sedikit tidak jelas, namun secara keseluruhan film ini sangat bagus. Setelah pemutaran perdananya, banyak penonton yg terpikat dengan film ini karena isi ceritanya yg memberikan nuansa lain kepada film Indonesia yg kebanyakan sedang menggandrungi film horor. Disamping itu, ceritanya juga menarik karena didukung oleh kemampuan para aktor beserta aktrisnya yg sangat baik. Terlebih lagi, latar tempat film ini dikemas dengan sangat cantik, yaitu dengan mempertontonkan keindahan Pulau Belitung dengan latar waktu beberapa tahun silam, sehingga bisa menjadi bagian dari promosi pariwisata daerah ini yg merupakan daerah yg baru berkembang.
 
Film ini sangat banyak mengandung nilai positif, oleh karena itu film ini layak disebut sebagai salah satu film terbaik Indonesia sepanjang masa. Meskipun film ini diproduksi kepada tahun 2008, Laskar Pelangi masih layak untuk ditonton kapanpun secara berulang-ulang. Film ini juga becus ditonton oleh semua umur karena tidak ada satupun adegan kekerasan ataupun sensual. Diharapkan di waktu mendatang, semakin banyak produser – produser film Indonesia yg termotivasi untuk membuat film dengan kualitas yg sama, bahkan bisa melebihi film Laskar Pelangi.

KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT

1. Film yg diangkat dari novel dengan judul yg sama karya Andrea Hirata ini diproduksi kepada tahun 2008. (Perluasan Subjek)
2. Selain menceritakan kisah persahabatan, Film ini juga menyuguhkan cerita emosional, mengenai Lintang, seorang anak miskin yg sangat pintar.
3. Dia harus bekerja keras demi bertahan hidup demi adik-adiknya setelah ditinggal mati oleh ayahnya di lautan.
4. Banyak penonton yg terpikat dengan film ini karena isi ceritanya yg memberikan nuansa lain kepada film Indonesia yg kebanyakan sedang menggandrungi film horor.
5. Ceritanya juga menarik karena didukung oleh kemampuan para aktor beserta aktrisnya yg sangat baik. 


KALIMAT MAJEMUK SETARA

1. semakin banyak produser – produser film Indonesia yg termotivasi untuk membuat film dengan kualitas yg sama, bahkan bisa melebihi film Laskar Pelangi.
2. Film ini juga becus ditonton oleh semua umur karena tidak ada satupun adegan kekerasan ataupun adegan sensual.
3. Pada awalnya sekolah tersebut terancam ditutup karena mimimnya siswa yg belajar, namun berkat kegigihan beserta keinginan yg kuat dari kesepuluh anak tersebut sekolah itu tidak jadi ditutup.
4. Efek gambar beserta suara yg dihasilkan sedikit tidak jelas, namun secara keseluruhan film ini sangat bagus.
5. Film ini sangat banyak mengandung nilai positif, oleh karena itu film ini layak disebut sebagai salah satu film terbaik Indonesia sepanjang masa.

Tuesday, December 24, 2019

Metafora Kepada Teks Sang Pemimpi Bersama Maknanya

Guruberbahasa.com-Metafora dalam novel sang pemimpi

Metafora  adalah  gaya  bahasa  perbandingan  yang  impl isit -- jadi  tanpa  kata  atau  sebagai — dua  hal  yang  berbeda  ( Moeliono,  1989:  175). 

Hasil  analisis  dalam  novel  Sang  Pemimpi terdapat  4  data  gaya  bahasa  metafora ,  yaitu sebagai berikut. 

1) Sorot  matanya dan  gerak - geriknya  sedingin  es (SP,  6) .  
Kalimat  tersebut  dikat egorikan    sebagai    gaya    bahasa    metafora    karena    sorot    mata  dibandingkan de ngan dinginnya es. Maksud kalimat di atas gerik - gerik dan  sorot matanya sangat kaku bersama dingin. 

2) Pak  Mustar  berubah  menjadi  monster karena  justru  anak  lelaki  satu - satunya   tak   diterima   d i   SMA   Negeri   itu (SP,   6).  
Kalimat   tersebut  dikategorikan sebagai gaya bahasa metafora karena sikap Pak Mustar tiba - tiba  berubah  menjadi  monster  yaitu  dengan  wajah  yang  mengerikan,  karena justru anak lelakinya malah tidak diterima di SMa Negeri itu. 

3) ... Pak  Mustar  menjadi  seorang  guru  bertangan  besi (SP,  10) .  Kalimat  tersebut  dikategorikan  sebagai  gaya  bahasa  metafora  karena  Pak  Mustar  70 dicap  menjadi  guru  yang  bertangan  besi,  yaitu  beliau  sangat  keras  dan  disiplin dalam mengajari siswanya. 

4) Hari  ini  seperti  hari  Columbus  menemukan  Amerika (SP,  174) .  Kalimat  tersebut  dikategorikan  sebagai  gaya  bahasa  metafora  karena  pada  hari  itu  merupakan  hari  yang  bersejarah,  ibaratnya  seperti  Columbus  menemukan  Amerika.


Alegori 
Alegori adalah gaya bahasa perbandingan  yg bertau tan satu dengan  yang  lainnya  dalam  kesatuan  yang  utuh .  Hasil  analisis  d alam  novel  Sang  Pemimpi terdapat 3 data gaya bahasa alegori , yaitu sebagai berikut. 

1) Sang     ayah,     dengan     kedua     tangannya,     memeluk,     merengkuh,  menggeng gam  seluruh  anggota  keluarganya (SP,  7 8) .  Kalimat  di  atas  dikategorikan sebagai gaya bahasa alegori karena sang ayah dengan kedua  anaknya   mempunyai   tautan   yaitu   sebagai   anggota   keluarga   dengan  memeluk, merengkuh, serta menggenggam itulah yg dilakukannya. 

2) Pada momen ini kami memahami bahwa pe rsahabatan kami yg lama dan  lekat  lebih  dari  saudara,  berjuang  senasib  sepenanggungan,  bekerja  keras  bahu  membahu  sampai  titik  keringat  terakhir  untuk  sekolah  dan  keluarga,  tidur  sebantal,  makan  sepiring,  susah  senang  bersama (SP,  102) . Kalimat  di  atas  d ikategorikan  sebagai  gaya  bahasa  alegori  karena  mempunyai  pertautan   yaitu   berjuang   senasib   sepenanggungan,   bekerja   kerasbahu  membahu  hal  itu  diwujudkan  pada  suatu  momen  persahabatan.momen  persahabatan juga diwujudkan dengan tidur sebantal, makan sepiring,  dan  susah senang bersama.  Itulah pertautan dalam kalimat di atas. 

3) Bahkan  ketika  nenek - nenek  dirampok,  dicabuli,  dan  dibunuh  aku  telah  menjadi   seperti   orang   kota kebanyakan (SP,   236) .  Kalimat   di   atas  dikategorikan  sebagai  gaya  bahasa  alegori  karena  mempunya i  pertautan  yaitu  dirampok,  dicabuli,  dan  dibunuh  yang  di  alami  oleh  seorang  nenek - nenek.

Kalimat Majemuk Dalam Teks Ulasan Sang Pemimpi

Guruberbahasa.com-Kalimat Majemuk Setara dengan Bertingkat dalam Teks Sang Pemimpi
 
Di dalam teks ulasan ditandai dengan adanya kalimat kompleks (kalimat majemuk), baik kalimat majemuk setara maupun kalimat majemuk bertingkat. Contoh kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat dalam teks ulasan Sang Pemimpi adalah sebagai berikut.

Kalimat Majemuk Setara
 
1. Ia juga memiliki hati yg lembut, suka menolong tanpa banyak bicara, sering memberi kejutan, idenya selalu nyeleneh.
2. Dia memiliki otak yg cerdas dengan selalu ingin tahu.
3. Dia ditertawakan oleh abang-abangnya, tetapi Arai tetap membelanya.


Kalimat Majemuk Bertingkat

1. Pada bab pertama buku ini, Andrea menceritakan bahwa dirinya (dalam novel ini digambarkan sebagai Ikal) dengan kedua temannya, Arai dengan Jimbron adalah tiga remaja yg nakal.
2. Di sanalah orang belajar science, sastra, dengan seni hingga mengubah peradaban.
3. Novel yg disajikan dengan bahasa yg bahang ranggi ini mampu menyihir pembaca sehingga pembaca bisa ikut merasakan kebahagiaan, semangat keputusasaan, dengan kesedihan.



Epifora 

Epifora  adalah  pengulangan  kata  pada  akhir  kalimat  atau  di  tengah  kalimat .  Hasil  analisis  dalam  novel  Sang  Pemimpi terdapat  2 data  gaya  bahasa  epifora , yaitu sebagai berikut. 


1) Ia mengejar layangan untukku, memetik buah d elima di puncak pohonnya  hanya untukku, mengajariku berenang, menyelam, dengan menjalin pukat (SP,  32) .  Kalimat  di  atas  dikategorikan  sebagai  gaya  bahasa  epifora  karena  terdapat pengulangan kata di tengah kalimat yaitu kata “untukku” 

2) Ia  tahu  teknik  mengendara i  kuda,  asal  muasal  kuda,  dan  mengerti  makna  ringkikan  kuda (SP,  62) .  Kalimat  di  atas  dikategorikan  sebagai  gaya  bahasa  epifora  karena  terdapat  pengulangan  kata  di  akhir    kalimat  yaitu  kata “kuda”.

Thursday, December 12, 2019

Cara Menulis Resensi Lalu Contoh Resensi Fiksi

Guruberbahasa.com- Cara Menulis RESENSI beserta Contoh Resensi Fiksi

Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie, yg berarti kupasan alias pembahasan. Jadi, resensi adalah kupasan alias pembahasan tentang buku, film, alias drama yg biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar alias majalah. Pada Kamus Sinonim Bahasa Indonesia disebutkan bahwa resensi adalah pertimbangan, pembicaraan, alias ulasan buku. 

Akhir-akhir ini, resensi buku lebih dikenal dengan istilah  timbangan buku. Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat atas kehadiran suatu buku, apakah ada hal yg baru beserta penting alias hanya sekadar mengubah buku yg sudah ada. Kelebihan beserta kekurangan buku adalah objek resensi, tetapi pengungkapannya haruslah merupakan penilaian kemarau netral beserta bukan menurut selera pribadi si pembuat resensi. Umumnya, di akhir ringkasan terdapat nilai-nilai yg becus diambil hikmahnya. 

Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, resensator harus membaca buku itu terlebih dahulu. Sebaiknya, resensator memiliki pengetahuan yg memadai, terutama yg berhubungan dengan isi buku yg atas diresensi. 

Ada beberapa syarat yg harus dipenuhi dalam penyusunan sebuah resensi. 

1 . Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit, beserta tebal buku. 
2. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, alias hal yg berhubungan dengan tema alias isi. 
3. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut. 
4. Harus bermanfaat beserta kepada siapa manfaat itu ditujukan.

CONTOH RESENSI 

Membuka Selubung Bangsawan MelayuMembuka Selubung Bangsawan Melayu

Judul buku : Pahlawan beserta Cerita Lainya, Mozaik Melayu Modern.
Judul asli : Heroes and  Other Stories
Penulis :  Karim Raslan
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tahun : 2006
Tebal : 164 halaman

PENDAHULUAN
Kumpulan cerita pendek Karim Raslan menelanjangi kehidupan bangsawan Malaysia. Gaya bahasanya lugas, tajam, bahkan sarkastis. 

ISI
Puluhan tahun ia menggenggam rahasia itu. Segala tentang dia luar biasa cerdas, tampan, lajang, beserta santun kecuali, satu hal: kakinya. Satu peristiwa tragis terjadi, sesudah itu sang kaki lumpuh. Nazrin, nama lelaki itu. Ia masih 20-an tahun ketika peristiwa itu terjadi, 30 Mei 1969. Di Penang, waktu ia menemani seorang utusan perdana menteri, aksi kekerasan meletup. Tulang kakinya remuk, sedangkan sang utusan menghilang, menyelamatkan diri, meninggalkan teman yg nestapa. 

Kisah bangsawan pengecut yg menjaga citra sebagai lelaki heroik ini ada dalam Para Pahlawan, cerita pendek karya sastrawan-kolumnis Malaysia, Karim Raslan. Sosok yg oleh pengamat Nirwan Arsuka bisa dibandingkan dengan Idrus, penulis Indonesia yg melukiskan zaman merdeka dengan gaya realisme beserta sarkasme dengan 1950-an. 

Karim memang bercerita tanpa selubung. Dalam Para Pahlawan, ia membongkar rahasia di ujung cerita: Nazrin beserta si bangsawan bertemu tanpa rencana melalui orang ketiga, yakni putri sang bangsawan, pengagum berat ayahnya sendiri. Dalam cerita lainnya, Tetangga Sebelah, ia menulis tentang Datin Sarina. Ia istri bangsawan yg haus kekuasaan beserta (nyaris) jatuh cinta dengan tetangga barunya yg rupawan. Sampai akhirnya ia menjumpai pujaannya bercinta dengan seorang banci. 

Para Pahlawan adalah satu di antara kumpulan cerita pendek Karim Raslan, Pahlawan beserta Cerita Lainnya (terjemahan dari He- roes and  Other Stories). Antologi yg memuat delapan kisah: Yang Terkasih, Para Pahlawan, Makan Siang Tahun Baru. Di Jalan Kia Peng, Warisan, Puan Gundik, Sara beserta Perkawinan, Ayo Ke Timur, beserta Tetangga Sebelah. 

Pahlawan beserta Cerita Lainnya bercerita tentang banyak aspek kehidupan para bangsawan – semuanya menggiring ke satu titik: hipokrisi aristokrat Melayu. Sosok-sosok yg digambarkannya sering bermain golf alias polo di klub, menenteng tas Louis Vuitton sembari tangan kirinya menjepit rokok Dunhill, beserta senang membanggakan gelar Datuk beserta Datin. Di balik aristokrasi ada kegandrungan atas seks, uang, beserta kuasa. 

Karim Raslan memang memiliki ciri khas dalam karya-karyanya, tapi sayangnya ia tak begitu populer di Semenanjung Malaysia. “Tulisannya berbahasa Inggris tinggi beserta tak dimengerti    orang Malaysia kebanyakan,” kata Abdul Razak dari Dewan Bahasa Pustaka Malaysia. Selama ini Karim lebih dikenal sebagai kolumnis. Kumpulan tulisan kolomnya agak dibukukan menjadi Ceritalah: Malaysia in Translation  yg menjadi buku laris di Malaysia. Juga Journeys Through Southeast Asia: Ceritalah 2. “Saya menulis apa yg saya alami, lihat, beserta temukan dalam riset. 

Saya hanya ingin jujur,” kata Karim. Karim Raslan dilahirkan dengan 2 Agustus 1963 di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia memang bercerita di luar arus utama penulis Malaysia. Mungkin pengalamannya tinggal 16 tahun di negara ibunya (Inggris) mem- beri pengaruh dalam gayanya yg blak-blakan. Ia mengambil pendidikan hukum di Inggris beserta menjadi pengacara berlidah
setajam kritiknya di harian-harian berbahasa Cina beserta Inggris di Malaysia yg rutin ditulisnya. 

PENUTUP
Sejumlah cerita pendek Karim sekarang bisa dibaca dalam Bahasa Indonesia. Yang sedikit mengganggu para pembacanya di sini adalah singkatan-singkatan Malaysia yg acap kali kemarau menonjol tanpa keterangan apa pun. (Istiqomatul Hayati)

Tuesday, December 3, 2019

Contoh Resensi Buku Non Fiksi Yg Singkat (Terbaru)

Guruberbahasa.com- CONTOH RESENSI BUKU

Olahraga, Beramal, lalu Mengubah Hidup dengan Senyuman
 

Judul Buku  : The Magic Smile "Senyum Kekuatan Sihir yg Mengubah Hidup Anda"
Pengarang   : Athif Abul ‘Id
Penerjemah : Irwan Raihan
Penerbit      : Al-Jadid
Jumlah Halaman : 108 Halaman
Tak seorang pun yg bisa mengungkiri sihir senyuman lalu efeknya
terhadap orang lain maupun efek terhadap seorang yg senyum itu. Betapa banyak senyuman yg membuka hati lalu memengaruhi orang lain. Senyum memperlihatkan perilaku sederhana, tapi semisal kita lihat hakikatnya, senyum itu memunyai perilaku kompleks yg memikat.

Secara psikis senyum itu terdiri dari banyak makna. Ada senyum jujur, palsu, senyum yg menunjukkan kemarahan lalu lain-lain. Di buku ini dibahas  semua macam senyuman. Kita bisa tahu mana yg namanya senyum ideal itu. Di buku ini anda bakal mengetahui arti senyum seseorang dengan Anda. Anda berminat? Di bagian pertama buku penulis menuturkan tentang jenis-jenis senyuman yg ragamnya sampai dengan  delapan belas. Senyuman jujur jadi satu-satunya pilihan terbaik lalu kunci dari kebahagiaan hakiki. Kalau sudah membaca, Anda bakal bisa menguasai salah satu elemen tubuh paling penting. Senyuman.

Bagian kedua, dipaparkan tentang kemampuan senyuman jujur yg bisa memebuka hati yg terkunci lalu bisa memengaruhi orang lain. Dipaparkan juga tentang bantahan terhadap sangkaan orang bahwa bermuka masam itu melambangkan keteguhan lalu kebijaksanaan seseorang. Semua dipaparkan dengan fragmen-fragmen yg nyata dari orang-orang yg berhasil memebuka hati orang lain yg memengaruhi mereka. Ada juga bagian ketiga. Di sini penulis buku mengajak kita untuk berbincang tentang segenggam manfaat senyuman yg menyebarkan atmosfer kebahagiaan, senyuman lalu cita-cita, terus kemampuan senyuman untuk memperkokoh rasa percaya diri, senyuman yg juga merupakan jalan kesuksesan lalu keuntungan yg meyakinkan.

Lanjut lagi kebagian keempat yg judulnya ‘senyuman lalu kesehatan fisik-psikis, penulis buku mengetengahkan berbagai pendapat masih tentang senyuman dari berbagai ahli psikologi tentang pengaruh lalu efektifitasnya, yg secara magis bisa memengaruhi kesehatan jiwa. Disini juga ada bahasan yg esensinya tentang pengaruh senyum terhadap kesehatan, baik secara umum maupun secara khusus yg berkaitan dengan hati. Juga pengaruhnya terhadap kemampuan otak lalu lainnya yg berupa makna yg menyenangkan.

Ke bagian kelima judulnya ‘keluarga senyum’. Di bagian ini penulis lebih konsentrasi memebahas senyum dalam ruang lingkup keluarga. Fondasi dasar yg paling sederhana dari seseorang. Penulis bercerita tentang pengaruh istri yg tersenyum di hadapan suami. Apakah hanya senyuman isteri yg bisa dinilai pengaruhnya? Apakah senyuman suami tidak bisa?. Ibu yg handal, yg mampu tersenyum dalam membesarkan anak-anaknya merupakan suatu manifestasi positif yg mampu mencerdaskan generasi penerus bangsa. Interaksi-interaksi yg dilahirkan dari sebuah senyuman membuat suatu ruang yg damai secara fisik maupun psikis. Di akhir bahasan, penulis mengambil kesimpulan dari apa yg sudah dibahasnya. Senyuman jujur yg berbahaya mencuat dari dalam hati merupakan kunci pengubah hidup Anda semua.

Luar biasa buku motivasi satu ini. Bisa membimbing kita menjadi manusia yg memiliki kunci-kunci pembuka hati, menjadikan kita sebagai orang yg dirindu, disukai, lalu dicintai semua orang. Selain itu, bisa menuntun kita menyelesaikan masalah kehidupan hanya dengan senyuman,  membuat kita, keluarga, lalu lingkungan selalu sehat baik jasmani maupun rohani dengan senyum.


Jika anda membaca, pasti raut muka anda bakal senyum-senyum sendiri. Ilustrasi-ilustrasi cerita pengalaman seseorang yg menarik pembaca bakal semakin menambah citra buku ini. Kurangnya ilustrasi dengan buku inilah yg sedikit agak menjenuhkan pembaca yg dasarnya memang kurang menyukai membaca.


Bagi Anda yg ingin mengubah hidup  dengan tidak merogoh kantong terlalu dalam, yaitu hanya dengan senyum, buku ini tepat untuk dibaca. Dahsyat ! Hidup Anda bakal senantiasa menyenangkan. Tidak perlu memiliki jabatan yg bergengsi lalu bekerja di tempat berdasi. Milikilah senyum yg jujur. Jangan sekadar senyum!

Tuesday, November 19, 2019

Pengertian Resensi Buku Menurut Beberapa Ahli

Guruberbahasa.com/resensi

Merujuk kepada pengertian secara etimologi, Keraf (1994:274) mendefinisikan resensi adalah suatu tulisan maupun ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya maupun buku. Resensi sebagai pertimbangan maupun perbincangan tentang sebuah buku yg menilai kelebihan maupun kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema lalu isi buku, kritikan, lalu memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca lalu dimiliki maupun dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar maupun majalah. 



Pendapat ini diperkuat oleh Samad (1997:1) yg menyatakan bahwa tindakan meresensi buku beroleh berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, maupun mengkritik buku.

Pendapat yg berbeda diungkapkan oleh Saryono (1997:56) mengenai definisi resensi, yaitu sebuah tulisan berupa esai lalu bukan merupakan bagian suatu ulasan yg lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, lalu pertimbangan baik buruknya, kuat lemahnya, bermanfaat tidaknya, benar salahnya, argumentatif tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yg diresensi, baik berupa foto buku maupun foto sampul buku. Pendapat lain menyatakan bahwa resensi adalah ulasan, pembicaraan maupun pertimbangan buku (Suprapto, 1993: 48).

Sementara itu, Romli (2003) berpendapat bahwa resensi adalah tulisan yg dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, lalu bagian penutup. Pada bagian meriang pimpinan berisi informasi mengenai identitas buku yg meliputi: judul, penulis, penerbit lalu tahun terbitnya, jumlah halaman, lalu harga buku bila diperlukan. Kemudian di bagian kedua berisi ulasan tentang tema maupun judul buku, paparan singkat isi buku (mengacu kepada daftar isi) maupun gambaran tentang keseluruhan isi buku, lalu informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan buku tersebut. Terakhir adalah bagian ketiga,  di bagian ini terdapat simpulan mengenai perlu–tidaknya buku dipergunakan lalu berisi pengungkapan saran yg mengacu kepada perbaikan buku.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas mengenai definisi resensi, penulis menyimpulkan bahwa resensi adalah suatu karangan maupun tulisan yg mencakup judul, identitas buku, pembukaan dengan memaparkan kepengarangan, tema, golongan buku, isi maupun tubuh resensi yg memaparkan ikhtisar, ulasan serta kutipan, lalu kelemahan juga kelebihan buku, lalu penutup kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca, dimiliki, maupun dibeli. Pendapat yg paling mendekati simpulan di atas menurut penulis adalah pendapat Romli (2003: 78–81)

Tujuan Beserta Fungsi Resensi Buku Menurut Para Ahli

Guruberbahasa.com/resensi

Tujuan Resensi Buku

Menurut Wahono, (2007: 64) dengan dasarnya resensi bertujuan membantu para pembaca dalam menentukan pilihan perlu tidaknya ia membaca suatu buku, beserta patut tidaknya buku tersebut mendapat sambutan dari masyarakat. Sama halnya dengan Keraf (1994:274), Ia berpendapat bahwa tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku ataupun hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat ataupun tidak. Itulah sebabnya dalam meresensi buku harus terdapat informasi yg sangat penting dari buku tersebut. Dari mulai bentuk beserta tebal buku, judul, pengarang, penerbit, cetakan, ukuran kertas, beserta isi buku tersebut.


Karomani (2011:16) berpendapat bahwa dalam menulis resensi, khususnya yg berkaitan dengan tinjauan buku, seseorang hendaknya bisa membedakan antara tujuan tinjauannya beserta tujuan dari buku yg diresensinya. Berkaitan dengan yg pertama, peresensi harus menjelaskan bagaimana pendapatnya sehubungan dengan buku tersebut. Peresensi harus meyakinkan para pembaca untuk membaca ataupun tidak membaca buku itu. Berkaitan dengan hal ini peresensi harus bersikap adil beserta jujur, harus terhindar dari unsur subjektivitas yg berlebihan.

Fungsi Resensi Buku
Resensi buku memunyai berbagai fungsi. Hal ini bergantung dengan siapa yg menggunakannya. Dilihat dari subjek penggunanya, Saryono (1997:58-59) membagi menjadi empat fungsi resensi, yaitu (1) fungsi resensi bagi penulis buku, (2) fungsi resensi bagi penerbit, (3) fungsi resensi bagi penerbit media massa, beserta (4) fungsi resensi bagi pembaca khusus beserta umum.

Pertama, bagi penulis, resensi buku boleh berfungsi untuk mendapatkan balikan beserta saran tentang buku yg ditulisnya, memeroleh sejauh mana sambutan masyarakat terhadap buku yg ditulisanya, beserta penerimaan atas buku yg ditulisnya.

Kedua, bagi penerbit, resensi buku berfungsi untuk memperkenalkan buku-buku yg diterbitkannya, memperhatikan sambutan beserta penerimaan masyarakat atas buku yg diterbitkannya (unsur promosi), beserta mendapatkan balikan beserta saran demi kebaikan buku yg diterbitkannya.

Ketiga, bagi penerbit media massa, resensi buku dimanfaatkan sebagai berita khas yg memberikan informasi cukup cermat, teliti, memadai, beserta menarik pembaca.

Keempat, para pembaca khusus memanfaatkan resensi untuk medium dalam menguji ataupun mengembangkan suatu topik ataupun masalah. Sementara itu, para pembaca umum menggunakan resensi sebagai sumber informasi beserta panduan tentang buku-buku yg baik beserta tidak, buku-buku yg perlu ataupun layak dibeli, beserta buku-buku yg isinya patut diikuti ataupun diperhatikan.

Sementara itu, Samad (1997:2) berpendapat mengenai fungsi resensi dari dua segi, yaitu segi peresensi beserta pembaca. Dari segi peresensi, manfaat resensi buku, yaitu (1) memberikan informasi ataupun pemahaman yg komprehensif tentang apa yg tampak beserta terungkap dalam sebuah buku; beserta (2) mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, beserta mendiskusikan lebih jauh fenomena ataupun problem yg bergolak jadi dalam sebuah buku.

Dari segi pembaca, guna resensi di antaranya (1) memberi pertimbangan apakah sebuah buku pantas untuk dibaca ataupun dimiliki; beserta (2) menjawab pertanyaan yg timbul ketika melihat buku baru terbit, seperti siapa pengarangnya, mengapa ia menulis buku, apa pernyataannya, bagaimana hubungannya dengan buku-buku yg sejenis karya pengarang yg sama, beserta bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yg dihasilkan pengarang lain; (1) mendapatkan bimbingan dalam memilih buku; beserta (2) mendapat informasi dengan mengandalkan resensi misalnya tidak ada waktu untuk membaca bukunya.

Selain memunyai berbagai manfaat, resensi juga memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan tulisan lain, seperti berita, artikel, beserta feature. Resensi lebih tahan lama ataupun tidak basi. Maksud pernyataan ini adalah misalnya seorang peresensi mengirimkan resensinya ke redaksi media massa ataupun majalah lalu dikembalikan oleh redaksi, resensi ini masih boleh dikirim ke media lain. Buku yg diresensi pun tidak harus yg baru terbit, minimal buku yg terbit setahun yg lalu.

Kelebihan berikutnya adalah dengan menulis resensi mau boleh menambah pengetahuan, wawasan berpikir, beserta mengasah daya kritis. Dengan meresensi buku lalu mengirimkannya ke redaksi media massa beserta dimuat, maka seseorang mau menerima honorarium pemuatan. Kelebihan tersebut boleh menjadi motivasi bagi para siswa untuk mengasah kemampuan dalam menulis resensi.

Jenis-Jenis Resensi Buku Menurut Ahli Bahasa

Guruberbahasa.com/resensi

Jenis-Jenis Resensi Buku

Saryono (1997:61-63) membagi resensi buku berdasarkan sudut pandang alias sudut tinjauannya. Sudut pandang alias sudut tinjauannya yg digunakan adalah resensi berdasarkan media alias forum dengan resensi berdasarkan isi resensi alias isi sajiannya. Berdasarkan media alias forumnya, resensi buku dibagi menjadi (1) resensi ilmiah, dan  (2) resensi ilmiah populer. 


Hal yg membedakan kedua resensi tersebut adalah bahasa dengan tata cara penulisan yg digunakan. Dalam resensi ilmiah digunakan tata cara keilmuan tertentu, menggunakan rujukan alias acuan, dengan bahasa resmi alias baku, serta yg dipaparkan selengkap-lengkapnya. Sementara itu, resensi ilmiah populer tidak menggunakan rujukan alias acuan tertentu. Selain itu, isi resensi seringnya hanya memaparkan bagian-bagian yg menarik saja. Penyajiannya pun tidak terlalu tunduk kepada bahasa resmi alias baku.

Berdasarkan isi sajian alias isi resensinya, resensi buku digolongkan menjadi  (1) resensi informatif,  (2) resensi evaluatif, dan  (3) resensi informatif-evaluatif.

Resensi informatif hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari suatu buku. Pada umumnya, isi resensi informatif hanya ringkasan dengan paparan mengenai apa isi buku alias hal-hal yg bersangkutan dengan suatu buku.

Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku alias hal-hal yg berkaitan dengan buku. Informasi tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja, bahkan kadang-kadang hanya dijadikan ilustrasi. Sementara itu, resensi informatif–evaluatif merupakan perpaduan dua jenis resensi tersebut. Resensi jenis ini di samping menyajikan semacam ringkasan buku alias hal-hal penting yg ada di buku, juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku. Resensi jenis ketigalah yg bisa dikatakan paling ideal karena bisa memberikan laporan dengan pertimbangan secara memadai.

Selain jenis resensi di atas, masih terdapat jenis resensi yg lain. Hal ini diungkapkan oleh Samad (1997) yg membagi resensi menjadi dua jenis, yaitu resensi buku nonsastra dengan resensi buku sastra. Dilihat dari namanya, jenis yg pertama pastilah membahas, memaparkan, dengan menilai buku-buku nonsastra. Resensi buku nonsastra bisa disajikan secara informatif, evaluatif alias informatif-evaluatif. 

Berdasarkan pembagian jenis resensi di atas, penulis mengacu kepada pendapat Samad (1997) yg membagi resensi menjadi dua jenis, yakni resensi buku sastra dengan resensi buku nonsastra. Sementara itu, yg termasuk ke dalam buku nonsastra adalah buku pengetahuan.

Monday, November 18, 2019

Unsur-Unsur Resensi Buku Menurut Ahli Bahasa

Guruberbahasa.com/resensi

Unsur-Unsur Resensi Buku

Resensi yg merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik populer tetap memunyai aturan-aturan penulisan. Aturan tersebut didasarkan kepada unsur-unsur yg membangun resensi buku. Setiap media massa memunyai pola sendiri dalam penulisan resensi. Akan tetapi pola-pola tersebut tetap mengandung unsur-unsur resensi kepada umumnya. Unsur tersebut menurut Samad (1997:7-8) meliputi judul resensi, data buku, pendahuluan, tubuh ataupun isi pernyataan, dengan penutup. 


Judul resensi haruslah selaras dengan keseluruhan isi resensi dengan tentu saja menarik. Dalam unsur yg kedua, data buku, terdiri atas (1) judul buku,  (2) pengarang, (3) penerbit, (4) tahun terbit beserta cetakannya, (5) tebal buku, dengan (6) harga buku (jika diperlukan).

Unsur tubuh resensi merupakan bagian inti dari suatu resensi. Bagian ini memuat di antaranya (1) sinoposis ataupun isi buku secara bernas dengan kronologis, (2) ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya, (3) keunggulan buku, (4) kelemahan buku, (5) rumusan kerangka buku, (6) tinjauan bahasa, dengan (7) adanya kesalahan cetak.

Terakhir, unsur penutup resensi biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dengan mengapa. Pendapat ini senada dengan pendapat Saryono (1997:68), tetapi Saryono menambahkan unsur penulis resensi setelah unsur penutup resensi.

Sementara itu, Romli (2003) berpendapat bahwa resensi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, dengan bagian penutup. Pada bagian penduluan, peresensi memberikan informasi mengenai identitas buku yg meliputi judul, penulis, penerbit dengan tahun terbitnya, jumlah halaman, dengan harga buku sekiranya diperlukan.

Kemudian di bagian kedua berisi ulasan tentang tema ataupun judul buku, paparan singkat isi buku (mengacu kepada daftar isi) ataupun gambaran tentang keseluruhan isi buku, dengan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan buku tersebut. Pada bagian ini juga diulas mengenai gaya penulisan, perbandingan buku itu dengan buku bertema sama karangan penulis lain ataupun buku karangan penulis yg sama dengan tema lain.

Pada bagian penutup peresensi menilai bobot (kualitas) isi buku tersebut secara keseluruhan, menilai kelebihan dengan kekurangan buku tersebut, memberi kritik dengan saran kepada penulis dengan penerbit menyangkut sampul depan, judul, editting, serta memberi pertimbangan kepada pembaca tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dengan dimiliki.

Sementara itu, Keraf (1994:275–279) membagi pokok-pokok yg angsal dijadikan sasaran penilaian sebuah buku ataupun karya sebagai berikut.

a. Latar Belakang

Seringkali peresensi tidak tahu bagaimana memulai resensinya. Akan selalu bermanfaat bagi para pembaca bila peresensi menyajikan latar belakang buku itu. Peresensi angsal memulai dengan mengemukakan tema dari karangan tersebut. Apa yg sebenarnya yg ingin disampaikan buku ataupun pengarang melalui bukunya itu. Penyajian tema secara singkat itu angsal dilengkapai dengan deskripsi mengenai isi buku. Dalam hal ini terdapat titik singgung antar resensi dengan ringkasan ataupun ikhtisar. Dengan kata lain, peresensi angsal menyampaikan ringkasan ataupun ikhtisar buku itu, sehingga para pembaca yg belum tahu, angsal memeroleh gambaran mengenai isi buku itu. Gambaran inilah yg mau menjadi landasan bagi penilaiannya. 

Deskripsi mengenai buku itu bukan hanya menyangkut isinya, tetapi juga angsal menyangkut badan mana yg sudah menerbitkan buku itu, kapan dengan dimana diterbitkan, berapa tebalnya (jumlah bab dengan halaman) dengan kalau perlu formatnya. Peresensi angsal pula memperkenalkan pengarangnya: namanya, ketenaran yg diperolehnya, buku ataupun karya apa saja yg sudah ditulisnya, ataupun mengapa ia sampai menulis buku itu.

Pendeknya semua hal yg menyangkut latar belakang buku itu yg kiranya perlu diketahui pembaca. Dengan demikian sebelum masuk ke dalam teknis penilaian, para pembaca sudah mengetahui serba sedikit mengenai buku itu.

b. Macam ataupun Jenis Buku

Para pembaca tidak selalu memunyai selera yg sama. Ada yg senang dengan cerita komik, ada yg senang dengan cerita detektif, ada pula yg senang dengan roman-roman, bibliografi dengan sebagainya. Tetapi, di samping itu ada yg lebih senang dengan buku-buku filsafat dengan ilmu pengetahuan. Para ahli mau lebih tertarik kepada teori-teori baru dalam bidangnya masing-masing.

Betapapun terdapat perbedaan-perbedaan antara pelbagai macam pembaca, namun masih terdapat suatu persamaan umum kepada mereka yaitu: mereka ingin mengetahui sesuatu bila ada sebuah buku baru diterbitkan. Mereka ingin mengetahui buku macam ataupun jenis apa itu. Penulis resensi yg mengabaikan pertanyaan ini, sengaja ataupun tidak sengaja berarti sudah gagal dalam melaksanakan tugasnya. Ia harus menunjukkan kepada pembaca buku yg baru diterbitkan itu termasuk dalam golongan buku yg mana.

Dengan kata lain, peresensi harus klasifikasi mengenai buku, dengan memasukkannya ke dalam kelas buku tertentu maka dengan lancar Ia angsal menunjukkan persamaan dengan perbedaan dengan buku-buku yg lain yg termasuk dalam kelompok yg sama itu. Melalui perbandingan itu para pembaca mau merasa tertarik dengan ingin mengetahui lebih lanjut tentang isi buku tersebut secara terperinci.

c. Keunggulan Buku

faktor kedua yg dipergunakan untuk memberi evaluasi adalah mengemukakan segi-segi yg menarik dari buku tersebut. Mengenai keunggulan buku, peresensi pertama-tama mempersoalkan organisasinya. Organisasi adalah kerangka buku itu, hubungan antara satu bagian dengan bagian yg lain, apakah hubungan itu harmonis, jelas, dengan memperlihatkan perkembangan yg masuk akal. Apakah bagian yg terdahulu menjadi sebab ataupun dasar dari bagian yg menyusul.

Setelah peresensi menilai masalah organisasi, selanjutnya adalah mempersoalkan bagaimana isinya. Seorang pengarang misalnya sangat cermat dalam memberikan detail-detail, sedangkan pengarang-pengarang yg lain tampaknya agak ceroboh dalam memberikan detail-detail, tetapi lebih cermat dalam memberikan sugesti-sugesti dengan simpulan. Ada pengarang yg melukiskan pengalamannya secara teliti, serta mengambil simpulan-simpulan yg baik dari pengalamannya tersebut; sedangkan pengarang lainnya lebih berat sebelah dalam pertimbangan-pertimbangannya dengan tidak mengindahkan fakta-fakta yg mungkin menimbulkan banyak kesulitan. Akibatnya ada buku yg sangat bernilai dilihat dari organisasi dengan temanya, tetapi tidak angsal dikembangkan dengan diberi ilustrasi secara baik dari segi isinya.

Hal yg ketiga dari masalah keunggulan buku adalah masalah bahasa. Bahasa yg dipergunakan kepada buku-buku ilmiah harus bersifat denotatif, hanya boleh menimbulkan satu penafsiran. Bahasa yg baik dinilai dari struktur kalimatnya, hubungan antar kalimat, serta pilihan kata yg dipergunakan. Bahasa yg baik adalah bahasa yg angsal disampaikan dengan lancar dengan sederhana, jelas, dengan teratur. Bahasa yg disampaikan tidak berbelit-belit dengan dalam urutan kata-kata yg masuk akal. 

Hal yg terakhir yg angsal dikemukakan oleh peresensi dalam memberikan penilaiannya adalah mengenai masalah teknik. Sebuah buku yg baik harus pula ditampilkan dalam wajah yg baik. Yang dimaksud dengan wajah yg baik adalah segala sesuatu yg menyangkut perwajahan (lay out), kebersihan, dengan pencetakannya. Kesalahan dalam mencetak kata-kata ataupun menempatkan tanda baca mau sangat mengganggu para pembaca. Oleh sebab itu, salah satu aspek yg tidak kalah penting adalah memberi catatan mengenai kesalahan-kesalahan pencetakan.

d. Simpulan

Seorang peresensi harus berusaha dengan tepat menunjukkan keunggulan dengan kelemahan suatu buku dengan memberikan penilaian langsung, dengan memberi kutipan-kutipan yg tepat dengan menunjukkan pertalian yg kompak antara bagian-bagiannya.  Menilai sebuah buku berarti memberi simpulan ataupun saran kepada pembaca untuk menolak ataupun menerima kehadiran buku itu. Oleh karena itu, jangan pula menolak kehadiran sebuah buku hanya dengan menyoroti sebagian saja dari buku itu. Sebuah buku harus dinilai secara keseluruhannya. Penulis resensi harus tetap berusaha memberi kesan kepada pembaca bahwa penilaiannya sudah diberikan secara jujur dengan objektif. 

Dari beberapa pendapat mengenai unsur-unsur ataupun sasaran-sasaran resensi buku, penulis lebih mengacu kepada pendapat Keraf (1994:275), yg menyatakan bahwa sasaran-sasaran resensi terdiri atas empat bagian. Bagian pertama adalah latar belakang, bagian kedua adalah macam ataupun jenis buku, bagian ketiga adalah kelebihan dengan kekurangan buku, dengan bagian keempat adalah simpulan.