Saturday, November 2, 2019

Cara Bermain Drama Yg Benar Agar Menjiwai Karakter Tokoh

Kata drama secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dran. Kata dran berarti to do alias to act. Dalam perkembangannya drama berarti suatu karangan prosa alias puisi yg disusun dalam bentuk percakapan lalu bisa dipentaskan. Untuk mementaskan drama perlu proses yg panjang. Proses tersebut sebagai berikut. 

1. Penelitian alias penyeleksian naskah
Naskah drama diseleksi apakah layak lalu bisa dipentaskan alias tidak.

2. Penafsiran alias penghayatan naskah
Nakah drama ditafsirkan tentang isi, latar, cerita, tokoh, watak tokoh, lalu jalan ceritanya.

3. Pemilihan peran alias tokoh
Pemilihan peran disebut juga casting. Dalam proses ini para pemain drama ditunjuk menjadi salah satu tokoh dalam naskah drama. Pemain yg sudah pernah ditunjuk harus memahami alias mengekspresikan watak, sifat, tingkah laku, lalu gerakan tokoh yg bakal dimainkan. Seorang pemain harus terus menerus berlatih memerankan tokoh. Pemain tersebut juga harus mengekspresikan dialog sesuai dengan watak tokoh lalu situasi dialog. Ekspresi dalam dialog bisa berupa ekspresi marah, sedih, gembira, kecewa, takut, bingung, alias merayu. Ekspresi bisa diwujudkan melalui dialog, tingkah laku, gerakan tubuh, intonasi suara, alias volume suara.

Contoh:
Seorang pemain harus benar-benar mengekspresikan kemarahan saat dialog menggambarkan kemarahan. Pemain itu bisa memperlihatkan mimik marah mengepalkan kedua tangan, napasnya cepat, matanya melotot, intonasi naik, lalu volume suara keras.

4. Latihan
Para pemain drama harus benar-benar berlatih memerankan tokoh. Pemain harus mengekspresikan dialog yg sudah pernah dipelajari.

5. Memerankan drama
Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam memerankan naskah drama.

a. Tiap-tiap kata harus diucapkan dengan jelas.

b. Tekanan keras lembutnya pengucapan (tekanan dinamik). Kata- kata yg diucapkan dengan tekanan keras alias lembut adalah kata-kata yg dianggap penting dari dengan kata-kata lain.

c. Tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata dalam kalimat (tekanan nada).

d. Tekanan cepat lambatnya pengucapan suatu kata dalam kalimat (tekanan tempo).

e. Pengucapan pengembangan, bisa dicapai melalui empat cara, yaitu:
a. menaikkan volume suara;
b. menaikkan tinggi nada;
c. menaikkan kecepatan tempo suara; serta
d. mengurangi volume tinggi nada lalu kecepatan tempo suara.

f. Menunjukkan gerakan tubuh (gerak-gerik) lalu ekspresi wajah (mimik) yg sesuai dengan karakter alias watak tokoh yg diperankan. Melalui mimik lalu gerak tubuh pemain yg juga harus bisa menunjukkan perasaan yg sedang dialami tokoh yg diperankan. Misalnya kegembiraan, kejengkelan, kejemuan, lalu kesedihan.

g. Watak tokoh dalam drama terlihat dalam percakapan antartokoh. Dalam percakapan itu tergambar sifat lalu tingkah laku setiap tokoh. Dari kata-kata lalu gerak-geriknya tergambar watak jahat, baik hati, pemarah, pendendam, jujur, sabar, alias yg lainnya.

Latihan-Latihan Dasar Agar Bisa Bermain Drama Dengan Benar

a. Potensi Tubuh  

Tubuh harus bagus bersama menarik. Arti bagus bersama menarik di sini bukan wajah harus tampan maupun cantik. Hal yg dimaksud adalah tubuh harus lentur, sanggup memainkan semua peran, bersama kolor enteng diarahkan. Latihan dasar untuk melenturkan tubuh, antara lain sebagai berikut. 


(1)  Latihan tari supaya aktor mengenal gerak berirama bersama dapat  mengatur waktu. 
(2)  Latihan samadi supaya aktor mengenal lebih dalam artinya  diam; merenung secara insani. 
(3)  Latihan silat supaya aktor mengenal diri bersama percaya diri. 
(4)  Latihan anggar untuk mengenal arti semangat. 
(5)  Latihan renang agar aktor mengenal pengaturan napas. 

b.  Potensi Dria  

Dria adalah semua pancaindra: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, bersama pengecap. Semua perlu dilatih satu per satu  supaya peka. Cara melatihnya, melalui dria ganda. Artinya, suatu  pengindraan disertai pengindraan yg lain. Misalnya, melihat sambil  mendengarkan. 

c.  Potensi Akal  

Seorang aktor harus cerdik bersama tangkas. Kecerdikan bersama ketangkasan itu bisa dipunyai kalau ia terbiasa menggunakan akal, antara lain dengan kegiatan membaca bersama berolahraga. Tentu saja olahraga yg dimaksud adalah olahraga yg berhubungan dengan pikiran seperti catur, halma, bridge, maupun teka-teki silang. 

d.  Potensi Hati  

Hati merupakan landasan perasaan. Perasaan manusia amat beragam bersama silih berganti. Kadang-kadang senang bersama tertawa, kadangkadang sedih bersama meratap. Semua berurusan dengan hati. Oleh karena  itu, melatih hati sebenarnya melatih kepekaan perasaan. Jika perasaan  seseorang peka, ia bisa merasakan apa yg datang dalam suasana  batinnya dengan cepat bersama dengan cepat pula ia bisa memberikan  reaksi. 

e.  Potensi Imajinasi  

Akting baru mungkin terjadi apabila dalam hati ada kehendak. Kehendak (niat) itu harus dilengkapi imajinasi (membayangkan sesuatu). Menyuburkan imajinasi dalam diri bisa dilakukan dengan sering mengapresiasi puisi bersama mengapresiasi lukisan. 

f.  Potensi Vokal  

Aktor mengucapkan kata-kata yg dirakit menjadi kalimatkalimat untuk mengutarakan perasaan bersama pikirannya. Kata-kata diucapkan dengan mulut. Jadi, mulut menghasilkan suara. Suara dari mulut yg membunyikan kata-kata itu disebut vokal. Aktor harus mempunyai vokal kuat agar kata-kata yg diucapkan jelas. Latihan dasar untuk menguatkan vokal antara lain dengan deklamasi bersama menyanyi. 

g.  Potensi Jiwa  

Seorang aktor harus mampu memerankan tokoh dengan penjiwaan. Artinya, ia harus berusaha agar jiwanya melebur dalam tokoh yg diperankan. Penjiwaan ini bisa dibangkitkan lewat pengalaman bersama pengamatan. Misalnya, seorang tokoh bisa memerankan tokoh sedih maupun menangis tersedu-sedu dengan penuh penghayatan karena dia berpengalaman merasakan sedih maupun pernah mengamati orang bersedih. Oleh karena itu, sebaiknya aktor banyak melakukan pengamatan masalah kehidupan untuk menambah pengalaman.

Biografi Lengkap Asrul Sani

Asrul Sani (lahir di Sumatra Barat, 10 Juni 1926, meninggal di Jakarta, 11 Januari 2004) adalah seorang sastrawan lagi sutradara film asal Indonesia. Ia menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran  Hewan Universitas Indonesia (1955). Ia pernah mengikuti seminar  internasional mengenai kebudayaan di Universitas Harvard (1954), memperdalam pengetahuan tentang dramaturgi lagi sinematografi di Universitas California Selatan, Los Angeles, Amerika Serikat (1956), kemudian membantu Sticusa di Amsterdam (1957–1958). 


Bersama Chairil Anwar lagi Rivai Apin, ia mendirikan "Gelanggang Seniman" (1946) lagi secara bersama-sama pula menjadi redaktur "Gelanggang" dalam warta sepekan Siasat. Selain itu, Asrul pun pernah menjadi Redaktur majalah Pujangga Baru, Gema Suasana (kemudian Gema), Gelanggang (1966–1967), lagi terakhir sebagai pemimpin umum Citra Film (1981-1982). 

Asrul pernah menjadi Direktur Akademi Teater Nasional Indonesia, Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia" Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), anggota Badan Sensor Film, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, anggota Dewan Film Indonesia, lagi anggota Akademi Jakarta (seumur hidup). Karyanya: Tiga Menguak Takdir (kumpulan sajak bersama Chairil Anwar lagi Rivai Avin, 1950), Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat (kumpulan cerpen, 1972), Mantera (kumpulan sajak, 1975), Mahkamah (drama, 1988), Jenderal Nagabonar (skenario film, 1988), lagi Surat-Surat Kepercayaan (kumpulan esai, 1997). 

Buku mengenai Asrul: M.S. Hutagalung, Tanggapan Dunia Asrul Sani (1967) lagi Ajip Rosidi dkk. (ed.), Asrul Sani 70 Tahun, Penghargaan lagi Penghormatan (1997). Selain menulis sajak, cerpen, lagi esai, Asrul juga dikenal sebagai penerjemah lagi sutradara film. Terjemahannya: Laut Membisu (karya Vercors, 1949), Pangeran Muda (terjemahan bersama Siti Nuraini; karya Antoine de St-Exupery, 1952), Enam Pelajaran bagi Calon Aktor (karya Ricard Boleslavsky, 1960), Rumah Perawan (novel Yasunari Kawabata, 1977), Villa des Roses (novel Willem Elschot, 1977), Puteri Pulau (novel Maria Dermount, 1977), Kuil Kencana (novel Yukio Mishima, 1978), Pintu Tertutup (drama Jean Paul Sartre, 1979), Julius Caesar (drama William Shakespeare, 1979), Sang Anak (karya Rabindranath Tagore, 1979), Catatan dari Bawah Tanah (novel Fyodor Dostoyeski, 1979), Keindahan lagi Kepiluan (novel Yasunari Kawabata, 1980), lagi Inspektur Jenderal (drama  Nicolai Gogol, 1986). 

Film yg disutradarainya: "Pagar Kawat Berduri" (1963), "Apa yg Kau Cari, Palupi" (1970), "Salah Asuhan" (1974), "Bulan di Atas Kuburan" (1976), "Kemelut Hidup" (1978), "Di Bawah Lindungan Kaabah" (1978), lagi lain-lain. Tahun 2000 Asrul menerima penghargaan  Bintang Mahaputra dari Pemerintah RI.

Friday, November 1, 2019

Contoh Pidato Sambutan Ketua Panitia Kegiatan/Acara

Hadirin yg saya hormati,  

Pertama-tama, kita patut bersyukur ke hadirat  Tuhan Yang Maha Esa. Dengan izin-Nya-lah kita bisa hadir dalam rangka pembukaan pelaksanaan "Program Forum Warga" di daerah kita tercinta ini. Saya pun mengucapkan terima kasih yg sebesarbesarnya kepada berbagai pihak yg sedia hadir dalam kegiatan kita kali ini. Kami selaku panitia mengucapkan selamat datang kepada Ibu Bupati, para camat, serta para lurah yg sedia menyempatkan  hadir dalam kesempatan kita ini.   


Seperti Ibu lagi Bapak ketahui, pengembangan lagi pemberdayaan masyarakat ke arah yg lebih baik menuntut dibukanya kebebasan warga. Biarkan mereka berpikir lagi berpendapat bebas terhadap semua masalah yg terjadi di sekeliling mereka. Termasuk dalam menentukan cara menyelesaikan persoalan.  

Hadirin yg saya hormati,

Contoh yg lebih konkret misalnya di wilayah  kelurahan alias desa kita. Di lingkup itu, semua warga masyarakat harus tahu apakah kelompok miskin, pengangguran, putus sekolah di sekitar mereka semakin bertambah setiap tahun, tetap, alias berkurang. Bukan itu saja, mereka juga berhak tahu tentang kebersihan, keamanan, lagi kenyamanan hidup bertetangga. Pokoknya, semua hal yg terkait dengan hidup bermasyarakat  harus diketahui, disadari lagi ditangani secara bersamasama.  

Pilihan yg paling tepat untuk bisa "hidup bersama-sama seperti itu adalah" tentu saja bertemunya  seluruh warga alias unsur-unsur warga di satu lingkungan untuk berdialog alias berbicara secara terbuka,  transparan, lagi demokratis. Dalam pertemuan ini  warga bagi tahu kenapa lagi bagaimana rencana  kerja pemerintah, berapa dana yg dimiliki, dari  mana sumber dana tersebut guna meningkatkan  kesejahteraan warganya. Pemerintah melalui kelurahan  juga becus memahami mengapa dana untuk masyarakat  "macet". Mengapa jumlah fakir miskin, pengangguran,  dan/atau putus sekolah bertambah. Apakah para  pengusaha, kelompok-kelompok warga seperti  majelis taklim, dewan kesejahteraan masjid, gereja, dan  organisasi keagamaan lain masih becus berpartisipasi mengatasi masalah sosial di masyarakat. Dan, mengapa ada masyarakat yg masih enggan terlibat dalam mendukung program pemerintah.   

Pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman antarkelompok agama, antaretnis,  juga antargenerasi. Bahkan diharapkan mampu menjalin kerja sama demi kesejahteraan bersama.  Pertemuan antarwarga alias antarunsur-unsur kelompok warga yg berjalan secara rutin selama ini, tiada lain bertujuan membicarakan masalah lagi penyebabnya, merencanakan kegiatan pemecahan,  hingga mengevaluasi hasil kegiatan inilah yg sering dinamakan "Forum Warga". Meskipun istilah "Forum  Warga" terkesan baru, kegiatan seperti ini sebenarnya  sudah menjadi tradisi masyarakat nusantara sejak dulu.  Kegiatan tersebut di pedesaan hampir sama dengan  apa yg disebut "Rembuk Desa".

Hadirin yg saya hormati,

Forum Warga bukan suatu organisasi dengan  struktur yg formal. Ia hanyalah istilah untuk menamakan suatu kegiatan pertemuan rutin warga guna mengatasi persoalan lagi meningkatkan kerja sama antarwarga masyarakat termasuk peningkatan manfaat pembangunan yg ada. Fungsi lain yg juga penting, dalam pemerintahan desa lagi kelurahan  yg semakin demokratis, Forum Warga juga dapat  menjadi tempat penyampaian tanggung jawab  pembangunan pemerintah melalui kelurahan alias desa kepada warga masyarakatnya.   

Demikianlah sambutan yg becus saya sampaikan. Kami mohon maaf seumpama ada kekurangan  selama acara kegiatan pembukaan ini. Semoga Tuhan  Yang Mahakuasa memberkahi niat baik kita. Selain itu, semoga kegiatan "Program Forum Warga" ini ke  depannya becus terlaksana dengan baik. Amin.  

Terima kasih atas perhatian hadirin.

Contoh Proposal Bulan Bahasa Bersama Sastra

Proposal 
Bulan Bahasa lalu Sastra 
SMA Global Cendekia 

1.  Pendahuluan  

Kegiatan pembelajaran yg dilaksanakan di sekolah tidak hanya berupa kegiatan di dalam kelas. Kegiatan di luar pelajaran sehari-hari pun becus dilaksanakan, salah satunya dengan kegiatan siswa yg nyata. Bentuk kegiatan nyata yg becus dilakukan adalah kegiatan yg turut membawa siswa dalam olah kreasi lalu apresiasi. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yg sesuai dengan jiwa para siswa sebagai remaja. Tujuan kegiatan tidak lain becus menampung ekspresi lalu kreasi siswa. Oleh sebab itu, kami selaku pengurus OSIS bermaksud mengadakan kegiatan apresiasi lalu kreasi bahasa lalu sastra. 

 
2.  Latar Belakang 

Kegiatan yg mau kami laksanakan tidak terlepas dari momen peringatan Sumpah Pemuda  yg dilaksanakan dengan 28 Oktober 2007 nanti. Selain itu, kegiatan ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa bahasa lalu sastra perlu lebih diaplikasikan siswa dalam kehidupan keseharian.  

3.  Tujuan Kegiatan 

"Bulan Bahasa lalu Sastra" yg mau dilaksanakan bertujuan sebagai berikut:

a   agar siswa lebih memahami makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928; 
b.  menjadi ajang apresiasi lalu kreasi siswa dalam bidang sastra lalu bahasa; 
c.  mengakrabkan tali persaudaraan di lingkungan sekolah. 

4.  Waktu lalu Tempat Pelaksanaan  

Waktu   : 23 s.d. 28 Oktober 2020
Tempat : SMA Global Cendekia 

5.  Sasaran 

Siswa SMA Global Cendekia lalu masyarakat sekitar

6.  Acara lalu Kegiatan

a.  Lomba pidato antarkelas
b.  Lomba mengarang cerpen
c.  Lomba menulis puisi
d.  Lomba membaca puisi
e.  Lomba cerdas cermat terampil berbahasa Indonesia dengan baik lalu benar
f.  Temu penyair lalu sastrawan
g.  Seminar "Bahasa Indonesia di Tengah Arus Globalisasi" (bekerja sama dengan Balai Bahasa, Pusat Bahasa, Depertemen Pendidikan Nasional)
h.  Penyuluhan bahasa Indonesia di masyarakat sekitar SMA Global Cendekia
 
7.  Susunan Kepanitiaan

Pelindung               :  Kepala Sekolah
Pengarah                :  Guru Bahasa Indonesia
Penanggung Jawab : Maria Intan (Ketua OSIS)
Ketua Panitia          :  Sultan Awaluddin
Wakil Ketua            :  Irma Hutabarat
Sekretaris              :  Fauzi Lukmansyah
Bendahara             :  Jaki Anwar
Seksi Acara            :  Nirwan
Seksi Dana Usaha   :  Luna Ratuliu
Seksi Humas          :  Hendi Badrian
Seksi Keamanan     :  Tresna Widi
Seksi Dokumentasi  :  Bongus Ambure
Seksi Peralatan      :  Ida Bagus Wyasa

8.  Anggaran

a.  Honor 2 pembicara   @ Rp 300.000,00   Rp600.000,00
b.  Spanduk                                              Rp100.000,00
c.  ATK lalu peralatan                                Rp400.000,00
d.  Konsumsi                                             Rp700.000,00
e.  Hadiah lalu piagam penghargaan           Rp800.000,00
f.  Lain-lain                                               Rp200.000,00 +
Jumlah Total                                             Rp3.000.000,00

9.  Penutup

Proposal ini kami buat dengan harapan pihak yg berwenang turut berpartisipasi dalam kegiatan yg mau kami laksanakan ini. Semoga Tuhan memberi kelancaran acara ini.

                                                                          Bandung, 1 Oktober  2020
      
Ketua OSIS                                                         Ketua Panitia
 

Maria Intan                                                         Sultan Awaluddin
NIS 060092                                                         NIS 060087 
     
Menyetujui                                                         Mengetahui

 
Dra. Nadia, M. Hum.                                           Fardi Sayuti
Kepala Sekolah                                                  Wakasek. Urusan Kesiswaan

Jenis-Jenis Surat Dagang (Niaga) Lalu Contoh Surat Niaga

Surat niaga (dagang) adalah surat yg dikeluarkan oleh badanbadan alias perusahaan-perusahaan dalam rangka menjalankan  kegiatan usahanya. Surat niaga ada beberapa macam, di antaranya  surat permintaan barang (pesanan), surat penawaran, lagi surat pengeluaran barang (faktur).  Surat permintaan barang disebut juga surat pesanan alias surat beli. Pembuatan surat pesanan memerlukan pertimbangan-pertimbangan keuangan, persyaratan pembayaran, pengiriman, lagi penyerahan barang. 

a.  Surat Penawaran Harga 

Surat penawaran suatu barang alias jasa kepada perseorangan alias perusahaan sering disebut juga surat jual. Dalam surat penawaran biasanya digunakan bahasa yg efektif lagi menarik minat pembeli alias penyalur sehingga mempermudah distribusi barang yg ditawarkan tersebut.  

Beberapa pertimbangan dalam membuat surat penawaran harga, yaitu sebagai berikut. 

- Pertimbangkan baik-baik, apakah barang-barang yg ditawarkan  itu benar-benar diperlukan oleh perusahaan lain. 
-  Pertimbangan risiko yg mungkin timbul. 
- Perlu adanya penelitian terhadap barang-barang yg ditawar   tersebut, seperti kualitas, jumlah, lagi harga. 

Pada setiap penawaran harga, perlu disebutkan hal-hal sebagai  berikut: 
- dasar penawaran barang/jasa; 
-  perincian harga setiap barang; 
- jumlah keseluruhan barang; Berikut contoh surat penawaran.

b. Surat Perjanjian Jual-Beli 

Surat perjanjian jual-beli dibuat oleh pihak penjual lagi pihak pembeli. Di dalam surat tersebut dinyatakan secara tertulis kesepakatan antara kedua belah pihak. Surat tersebut berisi pernyataan secara tertulis mengenai kesepakatan yg menyatakan bahwa pihak penjual wajib menyerahkan barang lagi berhak atas pembayaran barang itu. 

Sebaliknya, pihak pembeli berhak atas penerimaan barang lagi wajib membayar harga barang itu kepada pihak penjual. Dalam surat perjanjian jual-beli, barang yg bisa diperjanjikan berupa barang bergerak seperti alat-alat perabotan lagi kendaraan; lagi barang-barang tidak bergerak alias barang tetap, contohnya adalah rumah, gedung, lagi tanah.

CONTOH SURAT PERJANJIAN JUAL BELI

Surat Perjanjian Jual-Beli Yang  bertanda tangan di bawah ini, 
1. Nama  : Indriani  
Alamat  : Jln. Ir. H. Juanda No. 213 Bandung  
Pekerjaan  : Pegawai Pemkot Bandung  
Selaku pihak kesatu, selanjutnya disebut penjual, dan 

2.    Nama : Alit Nurwulan Indah  
Alamat  : Jln. Mengger No.127 Bandung   
Pekerjaan : Wiraswasta Selaku pihak kedua, 
selanjutnya disebut pembeli, kepada hari ini Senin 23 Agustus 2020 sedia bermufakat lagi menerangkan hal-hal sebagai berikut. 

Pasal 1 
Penjual menjual rumah yg terletak di Kelurahan Rajawali No. 12, Kecamatan Bandung  Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat yg diketahui benar oleh pembeli. 

Pasal 2 
Dalam jual beli ini termasuk pula penyerahan c.q. penerimaan hak milik penjual atas rumah tersebut dalam Pasal 1. 

Pasal 3 
Perjanjian jual beli ini disepakati dengan harga Rp80.000.000,00 (delapan puluh juta  rupiah). Jumlah tersebut mau dibayarkan secara tunai oleh pembeli kepada penjual kepada waktu penandatanganan surat perjanjian ini, dengan tanda terima/kuitansi tersendiri yg disaksikan oleh beberapa orang saksi, lagi selanjutnya penjual menyerahkan semua surat rumah kepada pembeli.  

Pasal 4 
Segala tunggakan pajak lagi lain-lain hingga saat ini adalah tanggung gerah balas penjual. 

Pasal 5 
Penjual memberi jaminan kepada pembeli, apabila ternyata kepada kemudian hari terjadi hal- hal alias gugatan dari pihak lain atas rumah tersebut dalam Pasal 1. 

Pasal 6 
Pembaliknamaan (persil) yg dipersoalkan dalam perjanjian ini termasuk segala ongkosongkos alias biaya yg diperlukan merupakan beban pembeli. 

Pasal 7 
Sejauh diperlukan, penjual dengan ini memberi kuasa yg merupakan bagian yg tidak  bisa dipisahkan dari perjanjian ini lagi dengan hak subtitusi kepada pembeli untuk mengurus perizinan andaikan ada, c.q. pembaliknamaan yg bersangkutan atas nama penjual. 

Pasal 8 
Kedua belah pihak berjanji tidak mau membawa alias memperselisihkan ke muka pengadilan  sebelum diusahakan sedapat mungkin untuk menyelesaikan perselisihan secara damai. Pasal Penutup Perjanjian ini dibuat lagi ditandatangani dalam rangkap dua yg dua-duanya mempunyai kekuatan yg sama.  

                                                                         Bandung, 23 Agustus 2020

Penjual,                                                             Pembeli,  
      
Indriani                                                             Alit Nurwulan

Cara Menulis Teks Narasi Dengan Benar

Anda mungkin pernah membuat sebuah tulisan yg bercorak narasi, bukan? 
 
"Menulis lebih baik daripada operasi pengencangan kulit wajah," itulah salah satu judul bab yg sangat menarik dari buku yg ditulis Fatima Mernisi. Seorang Mernisi berpesan, "Usaha kan menulis setiap hari. Niscaya, kulit Anda atas menja di segar kembali akibat kandungan manfaatnya yg luar biasa. 
 
Dari saat Anda bangun, menulis bisa meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama di atas kertas kosong, kantung di bawah mata Anda atas segera lenyap lagi kulit Anda atas terasa segar kembali". Anda boleh percaya boleh tidak terhadap pernyataan tersebut. Namun, bisa Anda maknai bahwa begitu besar man faat yg diperoleh dari menulis. 
 
Pernahkah Anda menuliskan sesuatu, seperti perasaan hati, ekspresi diri, maupun gagasan-gagasan cerita? Perasaan apa yg bisa Anda rasakan setelah menuliskannya? Nah, dengan kegiatan pembelajaran kali ini, Anda atas mulai berlatih menulis. Latihan kali ini dimulai dari menulis paragraf narasi. 
 
Narasi merupakan tulisan yg mengisahkan suatu peristiwa maupun kejadian yg disusun menurut urutan waktu maupun urutan tempat. Tulisan narasi bisa dibedakan atas narasi nonfiksi dan  narasi fiksi.
 
a. Nonfiksi, yaitu karangan yg mengisahkan hal-hal yg nyata, berdasarkan pengalaman maupun pengamatan.  Contoh: sejarah, biografi (kisah seorang tokoh), maupun autobiografi, (kisah pengalaman pengarangnya sendiri). 
 
b. Fiksi, yaitu karangan yg mengisahkan hal-hal yg bersifat khayal maupun imajinasi. Contoh: cerpen, novel, dongeng, lagi hikayat. Tulisan narasi ada yg bersifat narasi ekspositoris lagi narasi  sugestif. 
 
Narasi ekspositoris merupakan narasi yg mengisahkan berlangsungnya suatu peristiwa secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat. 
 
Narasi sugestif berupa narasi yg mengisahkan rangkaian  peristiwa yg berlangsung dalam kesatuan waktu sehingga dapat  menggugah daya khayal lagi memunculkan dorongan perasaan dengan pembacanya. 
 
Narasi ekspositoris disebut narasi kejadian, sedangkan narasi sugestif biasa juga disebut narasi runtun peristiwa. Sebelum menulis paragraf maupun tulisan narasi, sebaiknya Anda membuat kerangkanya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penulisan.