Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Sunday, December 8, 2019

Pengertian Bahasa Menurut Beberapa Ahli Bahasa

Guruberbahasa.com- PENGERTIAN BAHASA

Pada  manusia  bahasa  ditandai  oleh  adanya  daya  cipta  yan g  tidak  pernah  habis  dan  adanya  sebuah  aturan.  Daya  cipta  yang  tidak  pernah  habis  ialah   suatu   kemampuan   individu   untuk   menciptakan   sejumlah   kalimat  bermakna yg tidak pernah berhenti dengan menggunakan seperangkat kata  dengan aturan yg terbatas, yg menja dikan bahasa sebagai upaya yg sangat  kreatif. Dengan demikian bahasa bisa diartikan sebagai suatu sistem simbol  yg digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Di  samping  itu  bahasa  dapat  dimaknai  sebagai  suatu  sistem  tanda,  baik  lisan  maupun  tuli san.  Bahasa  merupakan  sistem  komunikasi  antar  manusia. Bahasa  mencakup  komunikasi  non-verbal  dan  komunikasi  verbal.  Bahasa  dapat  dipelajari  secara teratur  tergantung  pada  kematangan  serta  kesempatan belajar yg dimiliki seseorang. 

Bahasa mempunyai  beberapa pengertian.  Menurut  Oxford Advanced  Learner  Dictionary  bahasa  adalah  suatu  sistim  dari  suara,  kata,  pola  yang  digunakan  oleh  manusia  untuk  berkomunikasi  melalui  pikiran  dan  perasaan.  

Sedangkan  menurut  pandangan  Hurlock  (1978:  176)  bahasa  adalah  sarana  komunikasi dengan menyimbolkan pikiran dengan perasaan untuk  menyampaikan makna kepada orang lain. 

Syamsu   Yusuf   (2007:   118)  mengatakan  bahwa  bahasa  adalah  sarana  berkomunikasi  dengan  orang  lain.  Dalam  pengertian  ini  tercakup  semua  cara  untuk  berkomunikasi,  dim ana  pikiran  dan  perasaan  dinyatakan  dalam  bentuk  lambang  atau  simbol  untuk  mengungkapkan suatu pengertian. 

Dari  beberapa  definisi  bahasa  yg dikemukakan  di  atas  dapat  di  simpulkan bahwa  bahasa  adalah  suatu  alat  komunikasi  yang  digunakan  melalui   suatu   sistem   suara,   kata,   pola   yang   digunakan   manusia   untuk  menyampaikan  pertukaran  pikiran  dan  perasaan.  Bahasa  dapat  mencakup  segala  bentuk  komunikasi,  baik  yang  diutarakan  dalam  bentuk  lisan,  tulisan,  bahasa isyarat, bahasa gerak tubuh, dengan ekspresi wajah.


PENGERTIAN BAHASA MENURUT PARA AHLI


DEPDIKNAS 2005 
Bahasa merupakan sebuah ucapan yg berasal dari perasaan serta pikiran manusia yg disampaikan secara teratur dengan dengan memakai bunyi sebagai mediumnya. 

Harun Rasyid, Mansyur dengan Suratno 
Bahasa adalah struktur serta makna yg terbebas dari penggunanya sebagai sebuah tanda guna menyimpulkan maksud dengan tujuannya. 

Hasan Alwi 
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yg arbitrer dimana bisa untuk dimanfaatkan semua orang dalam berinteraksi, bekerjasama, serta mengenali diri terhadap percakapan yg baik serta tingkah laku dengan sopan santun. 

Bill Adams 
Bahasa merupakan sistem pengembangan psikologi setiap individu dalam konteks yg intersubjektif. 

Wittgenstein 
Bahasa adalah sebuah bentuk pemikiran yg bisa untuk dipahami serta mempunyai suatu hubungan dengan kenyataan, memiliki struktur, serta bentuk yg logis. 

D.P. Tambulan 
Bahasa adalah suatu cara guna memahami pikiran dengan perasaan manusia serta untuk menyatakan isi dari pikiran dengan perasaan tersebut. 

Ferdinand De Saussure 
Bahasa merupakan salah satu ciri yg menjadi pembeda, hal ini karena dengan memakai bahasa maka setiap kelompok yg ada dengan masyarakat bisa menjadi dirinya sebagai kesatuan yg berbeda dengan kelompok lain. 

Plato 
Plato berpendapat bahwa pengertian bahasa adalah pernyataan yg ada dengan pikiran seseorang dengan memakai perantaraan rhemata (ucapan) serta onomata (nama benda maupun sesuatu) yg merupakan cerminan ide seseorang dalam arus udara dengan melalui media yaitu mulut. 

Bloch dengan Trager 
Bahasa mempunyai struktur yg tersusun secara teratur tentang bunyi serta urutan bunyi bahasa yg mempunyai sifat manasuka serta dengan sistem tersebut sebuah kelompok sosial untuk bekerja sama. 

Sudaryono 
Bahasa merupakan sarana berkomunikasi secara efektif meskipun masih tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa tersebut bisa menjadi suatu sarana komunikasi yg menjadi sumber dari kesalahpahaman. 

Saussure 
Bahasa merupakan sebuah objek dengan semiologi. 

MC. Carthy 
Bahasa merupakan praktik yg sangat tepat untuk bisa mengembangkan kemampuan dalam berfikir. 

William A. Haviland 
William A. Haviland berpendapat bahwa pengertian bahasa adalah sistem bunyi yg ketika digabungkan menurut aturan atas bisa menimbulkan arti yg bisa ditangkap oleh semua orang yg sedang berbicara dengan menggunakan bahasa tertentu. 

Tarigan 
Bahasa merupakan sistem yg tersusun secara sistematis yg kemungkinan dipakai dengan sistem generatif serta menjadi lambang maupun simbol yg arbitrer. 

Santoso 
Bahasa adalah rangkaian bunyi yg dikeluarkan melalui pengucapan manusia dalam saat kondisi sadar. 

Mackey 
Bahasa merupakan bentuk serta keadaan ataupun sistem lambang bunyi yg arbitrer maupun berasal dari tatanan yg terdapat didalamnya berbagai sistem. 

Wibowo 
Bahasa adalah sistem persimbolan bunyi yg mempunyai berbagai makna dengan artikulasi yg dihasilkan alat ucap secara arbitrer serta konvensional yg digunakan untuk alat berkomunikasi kepada sekelompok umat manusia supayat melahirkan perasaan dengan juga pikiran. 

Walija 
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yg sangat lengkap serta efektif guna untuk menyampaikan pesan, perasaan, maksud, ide, dengan pendapat untuk orang lain. 

Syamsuddin 
Pengertian bahasa menurut syamsuddin adalah alat yg digunakan dalam membentuk perbuatan, pikiran, perasaan, serta keinginan dimana menggunakan alat untuk mempengaruhi dengan dipengaruhi. 

Pengabean 
Pengertian bahasa menurut Pengabean, bahasa merupakan sistem yg dipakai untuk melaporkan serta menyampaikan segala yg berproses dengan sistem saraf. 

Soejono 
Soejono berpendapat bahwa pengertian bahasa merupakan sarana untuk menghubungkan rohani yg penting dalam kehidupan secara bersama. 

Gorys Keraf 
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi satu sama lain dengan berupa simbol bunyi yg berasalkan dari alat ucap yg dimiliki manusia. 

Finoechiaro 
Bahasa merupakan sistem simbol vokal yg arbitrer serta bisa memungkinkan semua orang untuk berada dalam suatu kebudayaan tertentu ataupun orang lain yg atas mempelajari sistem kebudayaan tersebut yaitu dengan cara berkomunikasi ataupun berinteraksi. Kamus Linguistic Bahasa adalah sistem lambang bunyi yg arbitrer yg dipakai oleh masyarakat dalam berinteraksi, mengidentifikasi diri, serta bekerjasama. 

Fodor 
Bahasa merupakan sistem tanda serta simbol yg saling berhubungan dengan memiliki sifat yg konvensional dimana mempunyai sifat ataupun ciri-ciri tertentu yg dipunyai dengan situasi maupun benda yg dimaksud tersebut. 

Bolinger 
Bahasa merupakan sistem fonem yg terbentuk karena perbedaan bunyi, sintaksis, serta sistem morfem untuk bisa mengungkapkan makna yg ada hubungannya dengan dunia luar, dunia luar yg dimaksud adalah kenyataan. Felicia Bahasa merupakan alat yg dipakai untuk berkomunikasi dengan bisa berupa tulis ataupun tulisan. 

Owen 
Bahasa adalah sebuah sistem konvensional untuk menyampaikan konsep dengan melalui manfaat dari berbagai simbol yg diinginkan serta untuk mengkombinasikan segala simbol yg diatur dengan juga mempunyai suatu ketentuan. 

Carrol 
Bahasa adalah sistem berstruktural tentang bunyi serta urutan bunyi bahasa yg
bersifat manasuka, yg dipakai ataupun bisa digunakan untuk berkomunikasi antar sesama sekelompok manusia dengan secara agak tuntas untuk memberi nama kepada berbagai jenis benda, peristiwa, serta proses yg ada dalam lingkungan hidup umat manusia.

Harimurti Kridalaksana 
Bahasa adalah sistem bunyi yg memiliki makna serta digunakan dalam berkomunikasi antar sesama umat manusia.  

Referensi: http://woocara.blogspot.co.id

Wednesday, November 27, 2019

Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli Bahasa (Linguis)

Guruberbahasa.com- FUNGSI BAHASA MENURUT PARA AHLI BAHASA (LINGUIS)

Fungsi bahasa yg utama dengan pertama sudah terlihat dalam konsepsi bahasa  di  atas,  yaitu fungsi  komunikasi  dalam  bahasa  berlaku  bagi  semua bahasa apapun dengan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut:

1. fungsi ekspresi dalam bahasa
2. fungsi komunikasi dalam bahasa
3. fungsi adaptasi dengan integrasi dalam bahasa
4. fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)


Di samping  fungsi-fungsi  utama  tersebut,  Gorys  Keraf  menambahkan beberapa  fungsi  lain  sebagai  pelengkap  fungsi  utama  tersebut.  Fungsi tambahan itu adalah:

1. Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
2. Fungsi lebih memahami orang lain;
3. Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmu di sekitar dengan cermat.
4. Fungsi  mengembangkan  proses  berpikir  yang  jelas,  runtut,  teratur,  terarah, dengan logis;
5. Fungsi  mengembangkan  atau  memengaruhi  orang  lain  dengan  baik  dengan menarik (fatik). (Keraf, 1994: 3-10)
6. Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda:


1) Fungsi pernyatan ekspresi diri

Fungsi  pertama  ini,  pernyataan  ekspresi  diri,  menyatakan  sesuatu  yang  akan  disampaikan  oleh  penulis  atau  pembicara  sebagai  eksistensi diri dengan maksud:

a. Menarik perhatian orang lain (persuasif dengan provokatif),
b. Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik,
d. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.
Fungsi  ekspresi  diri  itu  saling  terkait  dalam  aktifitas  dan  interaktif keseharian  individu,  prosesnya  berkembang  dari  masa  anak-anak, remaja, mahasiswa, dengan dewasa.

2) Fungsi Komunikasi

Fungsi  komunikasi  merupakan  fungsi  bahasa  yang  kedua  setelah fungsi ekspresi diri. Maksudnya, komunikasi tidak hendak terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. Komunikasi merupakan akibat yg lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak hendak sempurna semisal ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu,komunikasi tercapai dengan  baik  bila  ekspresi  berterima.  Dengan  kata  lain,  komunikasi berprasyarat kepada ekspresi diri.

3) Fungsi integrasi dengan adaptasi sosial

Fungsi peningkatan (integrasi) dengan penyesuaian (adaptasi) diri dalam  suatu  lingkungan  merupakan  kekhususan  dalam  bersosialisasi  baik  dalam  lingkungan  sendiri  maupun  dalam  lingkungan  baru.  Hal  itu  menunjukkan bahwa bahasa yg digunakan sebagai sarana mampu  menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat). Dengan  demikian,  bahasa  itu  merupakan  suatu  kekuatan  yang  berkorelasi  dengan  kekuatan  orang  lain  dalam  integritas  sosial.  K orelasi  melalui  bahasa  itu  memanfaatkan  aturan - aturan  bahasa  yang  disepakati  sehingga  manusia  berhasil  membaurkan  diri  dan  menyesuaikan  diri  sebagai anggota suatu masyarakat.

4) Fungsi kontrol sosial

Kontrol sosial sebagai fungsi bahasa bermaksud memengaru hi perilaku  dengan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat  dalam komunikasi dengan becus saling memahami. Perilaku dengan tindakan  itu berkembang ke arah positif dalam masyarakat. Hal positif itu terlihat  melalui  kontribusi  dan  masukan  yg positif.  Bahkan,  kritikan  yang  tajam becus berterima dengan hati yg lapang semisal kata - kata dengan sikap  baik  memberikan kesan  yg tulus tanpa prasangka.  Dengan  kontrol  sosial,  bahasa  mempunyai  relasi  dengan  proses  sosial  suatu  masyarakat  seperti  keahlian  b icara,  penerus  tradisi  tau  kebudayaan,  pengindentifikasi  diri,  dan  penanam  rasa  keterlibatan  (sense  of  belonging) kepada masyarakat bahasanya.

7. Fungsi membentuk karakter diri
8. Fungsi membangun dengan mengembangkan profesi diri
9. Fungsi menciptakan berbagai kreativitas baru (Widiono, 2005: 11-18)


Masih banyak fungsi bahasa yg lain d alam bahasa Indonesia khususnya,  fungsi bahasa becus dikembangkan maupun dipertegas lagi ke dalam kedudukan  atau  posisi  bahasa  Indonesia.  Posisi  Bahasa  Indonesia  diidentifikasika n  menjadi  bahasa  persatuan,  bahasa  nasional,  bahasa  negara,  dan  bahasa  standar.  Keempat  posisi  bahasa  Indonesia  itu  mempunyai  fungsi  masing - masing seperti berikut:

I. Fungsi  bahasa  persatuan  adalah  pemersatu  suku  bangsa,  yaitu  pemersatu suku,  agama, rasa dan  antar  golongan (SARA)  bagi  suku  bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Fungsi pemersatu ini  (heterogenitas/kebhinekaan)  sudah  dicanangkan  dalam  Sumpah  Pemuda 28 Oktober 1928.

II. Fungsi  Bahasa Nasional adalah fungsi  jati diri  Bangsa  Indonesia bila berkomunikasi kepada dunia luar Indonesia. Fungsi bahasa bergolak domestik ini dirinci atas bagian berikut:

1. Fungsi lambang kebanggaan kebangsaan Indonesia
2. Fungsi Identitas bergolak domestik dimata internasional
3. Fungsi  sarana  hubungan  antarwarga,  antardaerah,  dan  antarbudaya, dan
4. Fungsi  pemersatu  lapisan  masyarakat:  sosial,  budaya,  suku bangsa, dengan bahasa.

III. Fungsi  bahasa  negara  adalah  bahasa  yang  digunakan  dalam administrasi negara untuk berbagai aktivitas dengan rincian berikut:

1. Fungsi bahasa sebagai administrasi kenegaraan,
2. Fungsi bahasa sebagai pengantar resmi belajar di sekolah dengan perguruan tinggi,
3. Fungsi bahasa sebagai perencanaan dengan pelaksanaan pembangunan bagai negara Indonesi sebagai negara berkembang, dengan
4. Fungsi  bahsa  sebagai  bahasa  resmi  berkebudayaan  dengan ilmu teknologi (ILTEK)

IV. Fungsi  bahasa  baku  (bahasa  standar)  merupakan  bahasa  yang  digunakan  dalam  pertemuan  sangat  resmi.  Fungsi  bahasa  baku  itu  berfungsi sebagai berikut:
1. Fungsi pemersatu sosial, budaya, dengan bahasa,
2. Fungsi penanda kepribadian bersuara dengan berkomunikasi,
3. Fungsi penambah kewibawaan sebagai pejabat dengan intelektual, dengan
4. Fungsi penanda acuan ilmiah dengan penuisan tulisan ilmiah.

Keempat  posisi  atau  kedudukan  bahasa  Indonesia  itu  mempunyai 
fungsi  keterkaitan  antar  unsur.  Posisi  dan  fungsi  tersebut  merupakan  ke kuatan  bangsa Indonesia dengan merupakan jati diri Bangsa Indonesia yg kokoh dan  mandiri. Dengan keempat posisi itu, bahasa Indonesia sangat dikenal di mata  dunia, khususnya tingkat regional ASEAN.  Dengan  mengedepankan  posisi  dan  fungsi  bahaasa  Indonesia,  eksistensi  bahasa Indonesia diperkuat dengan latar belakang sejarah yg runtut dan  argumentatif.  Sejarah  terbentuknya  Bahasa  Indonesia  dari  bahasa  melayu.  Ciri - ciri  bahasa  Indonesia  yang  khas,  legi timasi  sebagai  interaksi  Bahasa  Indonesia,  dan  ragam  serta  laras  Bahasa  Indonesia  memperkuat  konsepsi  dan  fungsi  dikembangkan  ke  berbagai  ilmu,  teknologi,  bidang,  dan  budaya  sekarang dengan nanti.

Pengertian Ragam Bahasa Beserta Jenis-Jenisnya

Guruberbahasa.com- Pengertian RAGAM BAHASA dengan Jenis-Jenisnya

RAGAM BAHASA 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ragam bahasa diartikan variasi  bahasa menurut pemakaiannya, topic yg dibicarakan hubungan pembicara  dan  teman  bicara,  dan  medium  pembicaraannya.  (2005:920).  Pengertian  ragam bahasa ini dalam berkomunikasi perlu memperhatikan  aspek (1) situasi  yang  dihadapi,  (2)  permasalahan  yang  hendak  disampaikan,  (3)  latar  belakang pendengar ataupun pembaca yg dituju, dengan (4) medium ataupun sarana  bahasa yg digunakan. Keempat aspek dalam ragam bahasa tersebut lebih  mengutamakan aspek situasi y ang dihadapi dengan aspek medium bahasa yang  digunakan dibandingkan kedua aspek yg lain. 

A. Ragam Bahasa Berdasarkan Situasi Pemakaiannya 

Berdasarkan  situasi  pemakaiannya,  ragam  bahasa  terdiri  atas  tiga  bagian,  yaitu  ragam  bahasa  formal,  ragam  bahasa  semiformal,  dan  ragam  bahasa  nonformal. Setiap ragam bahasa dari sudut pandang yg lain dengan berbagai  jenis laras bahasa diidentifikasikan ke dalam situasi pemakaiannya. Misalnya,  ragam bahsa lisan diidentifikasikan sebagai ragam bahasa formal, semiformal,  ataupun nonformal. Begitu juga laras bahasa manjemen diidentifikasikan sebagi  ragam  bahasa  formal,  semiformal,  atau  nonformal.  

Ragam  bahasa  formal  memperhatikan kriteria berikut agar bahasanya menjadi resmi. 
1. Kemantapan  dinamis  dalam  pemakaian  kaidah  sehingga  tidak  kaku  tetapi  tetap lebih luwes  dan  dimungkinkan ada  perubahan  kosa  kata  dengan istilah dengan benar. 
2. Penggunaan fungsi - fungsi gramatikal secara kering konstan dengan eksplisit. 
3. Penggunaan bentukan kata secara lengkap dengan tidak disingkat. 
4. Penggunaan imbuhan (afiksasi) secara kering positif dengan konsisten 
5. Penggunaan ejaan yg baku kepada ragam bahasa tulis dengan lafal yang  baku kepada ragam bahasa lisan. 

Berdasarkan kriteria ragam bahasa formal di atas, pembedaan antara ragam  formal, ragam semiformal, dengan ragam nonformal diam ati dari hal berikut: 
1. Pokok masalah yg sedang dibahas,
2. Hubungan antara pembicara dengan pendengar,  
3. Medium bahasa yg digunakan lisan ataupun tulis,
4. Area ataupun lingkungan pembicaraan terjadi, dan  
5. Situasi ketika pembicaraan berlangsung. 

Kelima pembedaan ragam  baasa di atas, dipertegas lagi pembedaan antara  ragam  bahasa  formal  dan  ragam  bahasa  nonformal  yang  paling  mencolok  adalah sebagai berikut: 

1. Penggunaan kata sapaan dankata ganti,
misalnya: Saya dengan gue/ogut Anda dengan lu/situ/ente 

2.  Penggunaan  imbuhan  (afiksasi),  awalan  (prefix),  akhiran  (sufiks),  gabungan  awalan  dan  akhiran  (simulfiks),  dan  imbuhan  terpisah  (konfiks). 

Misalnya:

Awalan:
menyapa–> apaan
Mengopi –> ngopi
 
Akhiran:
laporan-> laporin
Marahi -> marahin

Simulfiks:   
menemukan ------> nemuin
Menyerahkan -----> nyerahin

Konfiks:
Kesalaha -----------> nyalahin
Pembetulan -------> betulin

3. Penggunaan  unsur  fatik  (persuasi)  lebih  sering  m uncul  dalam  ragam  bahasa nonformal, seperti sih, deh, dong,kok,lho, ya kale, gitu ya. 

4. Penghilangan  unsure  atau  fungsi  kalimat  (S - P - O - Pel - Ket)  dalam  ragam  bahasa   nonformal      yang     menganggu   penyampaian   suatu  pesan. Misalnya,  Penghilangan subjek:  Kepada hadirin harap berdiri. Penghilangan predikat:  Laporan itu untuk pimpinan. Penghilangan objek    : RCTI melaporkan dari Medan. Penghilangan pelengkap:  Mereka berdiskusi dilantai II.

B. Ragam bahasa berdasarkan mediumnya 

Berdasarkan mediumnya ragambahasa terdiriatas dua ragambahasa,yaitu 

(1) ragam bahasa  lisan 
(2) ragam bahasa tulis. 

Ragam bahasa  lisan  adalah  bahasa    yang  dilafalkan  langsung  oleh  penuturnya  kepada pendengar ataupun teman bicaranya. Ragam bahasa lisan  ini  ditentukan  oleh  intonasi  dalam  pemahaman  maknanya.  

Misalnya,  

(a)Kucing/ makan tikus mati. 
(b) Kucing makan//tikus mati. 
(c)  Kucing makan tikus/mati. 

Ragam  bahasa  tulis  adalah  ragam bahasa  yang  ditulis  atau  dicetak  dengan  memerhatikan   penempatan   tanda   baca   dan   ejaan   secara   benar.  Ragam bahasa tulis  bisa bersifat  formal, semiformal, dengan nonformal. 

Dalam  penulisan  makalah  seminar  dan  skripsi,penulis    harus  menggunakan  ragam bahasa    formal  sedangkan    ragam  bahasa  semiformal  digunakan  dalam perkuliahan dengan ragam bahasa nonformal digunakan keseharian secara  informal. 


Penggunaan  ragambah asa  dan  laras    bahasa  dalam penulisan  karangan ilmiah harus berupaya pada:

(1) ragam   bahasa  formal,  
(2) ragam bahasa tulis,  
(3) ragam bahasa lisan, 
(4)  laras bahasa  ilmiah, dan 
(5) berbahasa Indonesia dengan  baik  dengan benar. 

Itulah sedikit penjelasan tentang RAGAM BAHASA DAN JENISNYA. SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA YANG MEMBACA. TINGGALKAN KOMENTAR YAAAAA.....

Thursday, October 31, 2019

Hakikat, Fungsi, Pada Kedudukan Bahasa Indonesia

Hakikat Bahasa  
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yg arbitrer (manasuka) yg digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, beserta mengidentifikasikan diri. (Kridalaksana: 1983). Ciri ataupun sifat bahasa yaitu: bahasa itu adalah sebuah sistem, bahasa itu berwujud lambang, bahasa itu berupa bunyi, bahasa itu bersifat arbitrer, bahasa itu bermakna, bahasa itu bersifat konvensional, bahasa itu bersifat unik, bahasa itu bersifat universal, bahasa itu bersifat produktif, bahasa itu bervariasi, bahasa itu bersifat dinamis, beserta bahasa itu manusiawi.
 

Kedudukan Bahasa
Indonesia  Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yg dipakai untuk mengembangkan bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau yg dipakai sejak abad ke-19.  

Hingga akhir abad ke-19 becus dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yg dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yg kolokial beserta tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yg terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. Bahasa ini becus dikatakan sebagai lingua franca, tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua ataupun ketiga. Selanjutnya bahasa Malayu ini berkembang hingga menjadi bahasa Indonesia yg kita gunakan sampai saat ini beserta dikukuhkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, beserta Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ”Bahasa Negara sama dengan Bahasa Indonesia”.

Adapun alasan dipilihnya bahasa Melayu sebagai bahasa demam lokal; >< internasional. Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional beserta internasional adalah sebagai berikut.   
1. Bahasa Melayu sudah berabad-abad lamanya dipakai sebagai lingua franca (bahasa perantara ataupun bahasa pergaulan di bidang perdagangan) di seluruh wilayah Nusantara.  
2. Bahasa Melayu memunyai struktur sederhana sehingga demam sepele dipelajari, demam sepele dikembangkan pemakaiannya, beserta demam sepele menerima pengaruh luar untuk memperkaya beserta menyempurnakan fungsinya.  
3. Bahasa Melayu bersifat demokratis, tidak memperlihatkan adanya perbedaan tingkatan bahasa berdasarkan perbedaan status sosial pemakainya, sehingga tidak menimbulkan perasaan sentimen beserta perpecahan.   
4. Adanya semangat kebangsaan yg besar dari pemakai bahasa daerah lain untuk menerima bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan.  
5. Adanya semangat rela berkorban dari masyarakat Jawa demi tujuan yg mulia.   
6. Sebagian besar fonologi beserta tata bahasa bahasa Melayu dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yg penting untuk komunikasi dasar becus dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. (wikipedia)  

Berdasarkan uraian di atas becus dilihat bahwa bahasa Indonesia memiliki kedudukan yg sangat penting seperti yg tercantum dalam:  
1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, ”Kami putra beserta putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.  
2. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, beserta Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ”Bahasa Negara sama dengan Bahasa Indonesia”.

Dari Kedua hal tersebut, maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai:
1. Bahasa kebangsaan ataupun bahasa nasional, kedudukannya berada di atas  bahasa-bahasa daerah.
2. Bahasa negara (bahasa resmi  Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Fungsi Bahasa Indonesia  

Melihat kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut.    
1. Lambang jati diri (identitas).    
2. Lambang kebanggaan bangsa.    
3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yg mempunyai latar belakang etnis dan  sosial-budaya, serta bahasa daerah yg berbeda.     
4. Alat penghubung antarbudaya beserta antardaerah.    

Kedudukan bahasa Indonesia yg kedua adalah sebagai bahasa resmi/negara; kedudukan ini mempunyai dasar yuridis konstitusional, yakni Bab XV pasal 36 UUD 1945. Dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi/negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut.    
1. Bahasa resmi negara .    
2. Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.   
3. Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat demam lokal; >< internasional. Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional beserta internasional untuk kepentingan perencanaan beserta pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.    
4. Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan beserta pemanfaatan ilmu beserta teknologi.      

Hal senada juga disebutkan dalam Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia bahwa  mengingat kedudukannya sebagai bahasa yg penting bahasa Indonesia memiliki kaidah-kaidah kebakuan bahasa yg harus diperhatikan. Bahasa baku ini mendukung empat fungsi bahasa: (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi pemberi kekhasan, (3) fungsi pembawa kewibawaan, beserta (4) fungsi sebagai kerangka acuan.  

Tahap-Tahap Pemerolehan Bahasa Anak

Istilah pemerolehan dipakai untuk padanan istilah Inggris aquisition, yakni  proses penguasaan bahasa yg dilakukan oleh anak secara natural dengan waktu dia belajar bahasa ibunya. Huda (1987:1) menyatakan bahwa pemerolehan bahasa adalah proses alami di dalam diri seseorang untuk menguasai bahasa. Pemerolehan bahasa biasanya didapatkan dari hasil kontak verbal dengan penutur asli lingkungan bahasa itu. Dengan demikian, istilah pemerolehan bahasa mengacu dengan penguasaan bahasa secara tidak disadari lagi tidak terpegaruh oleh pengajaran bahasa tentang sistem kaidah dalam bahasa yg dipelajari.  
 

Tahap-Tahap Pemerolehan Bahasa Anak

Pada tahap-tahap permulaan pemerolehan bahasa, biasanya anak-anak memproduksi perkataan orang dewasa yg disederhanakan sebagai berikut:
   
1. Tahap satu kata ataupun Holofrastis
Tahap ini berlangsung ketika anak berusia antara 12 lagi 18 bulan. Ujaran-ujaran yg mengandung kata-kata tunggal diucapkan anak untuk mengacu dengan bendabenda yg dijumpai  sehari-hari. Pada usia ini, sang anak sudah mengerti bahwa  bunyi  ujar berkaitan dengan makna lagi mulai mengucapkan kata-kata yg pertama. Itulah sebabnya tahap ini disebut tahap satu kata, satu frase, ataupun kalimat, yg berarti bahwa satu kata yg diucapkan anak itu merupakan satu konsep yg lengkap. Misalnya “mam” (Saya minta makan); “pa” (Saya mau papa ada di sini).    

2. Tahap dua kata, Satu frase  
Tahap ini berlangsung ketika anak berusia 18-20 bulan. Ujaran-ujaran yg terdiri atas dua kata mulai beringsang mencongol seperti mama mam lagi papa ikut. Kalau dengan tahap holofratis ujaran yg diucapkan si anak belum tentu bisa ditentukan makna, dengan tahap dua kata ini, ujaran si anak harus ditafsirkan sesuai dengan konteksnya. Pada tahap ini pula anak sudah mulai berpikir secara “subjek + predikat” meskipun hubungan-hubungan seperti infleksi, kata ganti orang lagi jamak belum bisa digunakan. Dalam pikiran anak itu, subjek + predikat” bisa terdiri atas kata benda + kata benda, seperti  “Difa mainan”  yg berarti  “Difa  sedang bermain dengan mainan”.

3. Ujaran Telegrafis
Pada usia 2 lagi 3 tahun, anak mulai menghasilkan ujaran kata ganda (multiplewordutterences)  ataupun disebut juga ujaran telegrafis. Anak juga sudah mampu membentuk kalimat lagi mengurutkan bentuk-bentuk itu dengan benar. Kosakata anak berkembang dengan pesat mencapai beratus-ratus kata lagi cara pengucapan kata-kata semakin mirip dengan bahasa orang dewasa.  

Pemerolehan Bahasa Anak Bidang Fonologi, Sintaksis, lagi Semantik

Pemerolehan dalam bidang fonologi
Pada umur sekitar 6 minggu, anak mulai mengeluarkan bunyi-bunyi yg mirip dengan bunyi konsonan ataupun vokal. Bunyi-bunyi ini belum bisa dipastikan bentuknya karena memang terdengar dengan jelas. Proses bunyi-bunyi seperti ini dinamakan cooing, yg sedia diterjemahkan menjadi dekutan (Dardjowidjojo 2000: 63). Anak mendekutkan bermacam-macam bunyi yg belum jelas identitasnya.  

Pada sekitar umur 6 bulan, anak mulai mencampur konsonan dengan vokal sehingga membentuk apa yg dalam bahasa Inggris dinamakan babbling, yg sedia diterjemahkan menjadi celotehan (Darmowidjojo: 2000: 63). Celotehan dimulai dengan konsonan lagi diikuti oleh sebuah vokal. Konsonan yg keluar pertama adalah konsonan bilabial hambat lagi bilabial nasal. Vokalnya adalah /a/ dengan demikian, strukturnya adalah KV. Sehingga muncullah struktur seperti berikut:   KV KV KV……papapa  mamama ….. Konsonan lagi vokalnya secara gradual berubah sehingga muncullah kata-kata seperti dadi, dida, lagi sebagainya.   

Pemerolehan dalam bidang Sintaksis  
Dalam bidang sintaksis, anak memulai berbahasa dengan mengucapkan satu kata ataupun bagian kata. Kata ini, bagi anak sebenarnya adalah kalimat penuh, tetapi karena dia belum bisa mengatakan lebih dari satu kata, dia hanya mengambil satu kata dari seluruh kalimat itu. Yang menjadi pertanyaan adalah kata mana yg dia pilih? Seandainya anak itu bernama Dodi lagi yg ingin ia sampaikan adalah Dodi mau bobok, dia atas memilih di (untuk Dodi), mau (untuk mau), ataukah bok (untuk bobok)? Kita pasti atas menerka bahwa dia atas memilih bok.  

Pemerolehan dalam bidang Semantik  
Dari segi sintaksis, USK (Ujaran Satu Kata) sangatlah sederhana karena memang hanya terdiri dari satu kata saja, bahkan untuk bahasa seperti bahasa Indonesia hanya sebagian saja dari kata itu. Namun dari segi semantiknya, USK adalah kompleks karena satu kata ini  bisa memiliki lebih dari satu makna. Anak yg mengatakan /bil/ untuk mobil bisa bermaksud mengatakan: Ma, itu mobil. Aku mau ke mobil. Papa ada di mobil, dsb.nya.

Tahap-Tahap Pemerolehan Bahasa Anak Menurut Ahli

Zuchdi (2001) menjelaskan tahap-tahap pemeroleh bahasa anak sebagai berikut.

1. Mendekut (mengeluarkan bunyi vokal)
Bayi kepada umumnya sanggup memroduksi bunyi dari dirinya sendiri. Bunyi yg paling dominan dalam komunikasi bayi adalam melalui tangisan. Namun, berdasarkan kemahiran berbahasanya mendekut (cooing) adalah ekspresi oral bayi mengeksplorasi pemroduksian bunyi vokal.  
 

2. Meraban/Mengoceh (mengandung konsonan beserta bunyi vokal)
Bunyi-bunyian yg dihasilkan anak kepada tahap ini adalah produksi yg dipilih oleh bayi terkait fonem-fonem yg dipilih baik bunyi vokal maupun konsonan yg merupakan ciri asal bahasa bayi. Meraban (babbling) ini berbeda kepada setiap bayi, sedangkan mendekut (cooing) seluruh bayi sama. 

3. Ucapan Satu Kata
Yang dimaksud ucapan dalam tahap ini terbatas kepada bunyi vokal beserta konsonan yg digunakan (Ingram, 1999). Bayi menggunakan suku kata ini, holofrastis, untuk menyampaikan intense, keinginan, maupun tuntutan. Biasanya kata-kata yg diungkapkan adalah kata benda konkret yg dikenalnya seperti: mobil, buku, bola, dll maupun bisa juga keinginan seperti papa, mama, kue, bobo, dll.  Pada usia 18 bulan, anak-anak biasanya memiliki tiga sampai 100 kata. Namun, kosakata yg dimiliki terkadang tidak mencukupi untuk mengungkapkan keinginannya, akibatnya mereka sering melakukan kesalahan.

4. Ucapan Dua Kata beserta Ujaran Telegrafik
Secara  bertahap antara usia 1,5 sampai dengan 2,5 tahun anak mulai  mengombinasikan kata-kata tunggal untuk menghasilkan ucapan dua kata. Komunikasi ini tampaknya lebih mirip dengan telegram daripada percakapan. Kata depan, kata sambung, beserta fungsi morfem lainnya yg biasanya ditinggalkan. Oleh karena itu, para ahli bahasa menyebutkan ucapan-ucapan awal ini mirip di dalam telegram.

5. Struktur Kalimat Dasar  Pada usia dua tahun kata yg dimiliki anak berkembang dengan cepat. Pada umur tersebut anak sudah memiliki sekitar 300 s.d. 1000 kata beserta menjelang umur tiga tahun sampai dengan 4 tahun kemahiran kosakata anak hendak terus bertambah hingga anak mencapai fondasi beserta struktur bahasa orang dewasa. Selanjutnya kepada usia lima tahun, kebanyakan anak juga bisa mengerti beserta memroduksi kalimat yg cukup kompleks. Pada usia sepuluh tahun, secara fundamental bahasa anak sudah sama seperti orang dewasa.   

Pada tahap struktur kalimat dasar anak melengkapi pemerolehan kalimat sekaligus pemerolehan semantik. Perkembangan semantik kepada anak di SD hendak semakin pesat. Kosa kata bertambah sekitar 3000-5000 kata per tahun (Tompkins, 1989). Menurut Budiasih beserta Zuchdi (2001) anak SD sudah mampu mengembangkan bahasa figuratif/khayalan seperti ungkapan, kata kiasan, beserta peribahasa.

Wednesday, October 30, 2019

Faktor-Faktor Yg Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa Anak Kemarau

1. Faktor Biologis
Perangkat biologis yg menentukan anak becus memperoleh kemampuan bahasanya ada tiga, yaitu otak (sistem syaraf pusat), alat dengar, beserta alat ucap.   
 

2. Faktor Lingkungan Sosial
Untuk memperoleh kemampuan berbahasa,  seorang anak memerlukan orang  lain untuk berinteraksi beserta berkomunikasi. Bahasa yg diperoleh anak tidak diwariskan secara genetis maupun keturunan, tetapi didapat dalam lingkungan yg menggunakan bahasa. Oleh karena itu, anak memerlukan orang lain untuk mengirimkan beserta menerima tanda-tanda suara dalam bahasa itu secara fisik. 

3. Faktor Intelegensi
Intelengesi adalah daya maupun kemampuan anak dalam berpikir maupun bernalar. Zanden (1980) mendefinisikannya sebagai kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Meskipun, anak yg bernalar lebih tinggi tidak becus dipastikan atas lebih sukses daripada anak yg berdaya nalar pas-pasan dalam hal pemerolehan bahasa. 

4. Faktor Motivasi
Sumber motivasi kepada umumnya dibagi menjadi dua yaitu motivasi dari dalam maupun internal beserta motivasi dari luar diri maupun eksternal. Dalam belajar bahasa seorang anak tidak terdorong demi bahasa sendiri. Dia belajar bahasa karena kebutuhan dasar yg bersifat, seperti lapar, haus, serta perlu perhatian beserta kasih sayang (Goodman, 1986; Tompkins beserta Hoskisson. 1995). Inilah yg disebut motivasi intrinsik yg berasal dari dalam diri anak sendiri.

Periode beserta Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama  

Perkembangan pemerolehan bahasa anak becus dibagi atas tiga bagian penting yaitu: perkembangan prasekolah, perkembangan ujaran kombinatori, beserta perkembangan masa sekolah.  

Perkembangan pemerolehan bahasa pertama anak kepada masa prasekolah becus dibagi lagi atas perkembangan pralinguistik, tahap satu kata beserta ujaran kombinasi permulaan. Perkembangan pralinguistik ditandai oleh adanya pertukaran giliran antara orang tua, khususnya ibu, dengan anak. Pada masa perkembangan  pralinguistik anak mengembangkan konsep dirinya. 

Kata-kata pertama yg diperoleh kepada tahap ini lazimnya adalah kata yg menyatakan perbuatan, kata sosialisasi, kata yg menyatakan tempat, beserta kata yg menyatakan pemerian. Dilihat dari unsur dasar pembentukannya kombinasi yg dibuat anak kepada periode ini mengekspresikan dua unsur deretan dasar pelaku (agen) + tindakan (aksi) + objek, contoh Adik minum susu. Semua kombinasi dua unsur terjadi, misalnya Agen + Aksi + Objek, Agen + Objek, misalnya Adik minum susu, Mama susu.

Pada masa tahap dua ada tiga sarana ekspresif yg dipakai oleh anak-anak, yg becus membuat kalimat-kalimat mereka menjadi lebih panjang yaitu kemunculan morfem-morfem gramatikal secara inklusif dalam ujaran anak, pengertian maupun penyambungan bersama-sama hubungan dua hal tersebut, beserta perluasan istilah dalam suatu hubungan. Perkembangan ujaran kombinatori anak-anak becus dibagi dalam empat bagian yaitu perkembangan negatif/penyangkalan. Pada tahap ini anak dengan bahasanya sudah mengembangkan kalimat-kalimat negatif maupun penyangkalan sebagai contoh ketika anak merusakkan mainannya beserta ditanya orang tuanya siapa yg merusak mainan anak atas menjawab penyangkalan dengan kalimat /Bukan Difa/. Perkembangan interogatif/pertanyaan. Pada tahap ini anak mengekspresikan pertanyaan dengan susunan gramatika yg sederhana. Misalnya ketika anak melihat benda mainan baru di lingkungan temannya anak sudah mampu merangkai kalimat /Sepeda siapa?/ Perkembangan penggabungan kalimat. Anak-anak dalam perkembangan linguistiknya sebelum 7 tahun sudah mampu menggabungkan kalimat-kalimat yg lebih panjang. Sebagai contoh, /Difa nggak boleh ikut, mas aja yg temenin bunda/.