Saturday, November 2, 2019

Contoh Kalimat Memperkenalkan Diri Pada Orang Lain Dalam Seminar Alias Diskusi

Dalam kegiatan diskusi ataupun seminar sastra, Anda boleh melihat seorang moderator memimpin jalannya diskusi. Sebelum memulai pemaparan materi, biasanya moderator memper kenal kan para pembicara terlebih dahulu. Nah, apakah Anda mengetahui tokoh yg biasa bertindak sebagai moderator? 


Selain moderator, pembawa acara televisi pun biasanya memperkenalkan diri. Ia juga memperkenalkan orang-orang yang  mengikuti acara tersebut, misalnya kepada acara kuis, pertunjukan,  dengan perlombaan. 

Saat memperkenalkan diri ataupun orang lain, kalimat yg Anda  ucapkan harus dedar enteng dengan memerhatikan intonasi. Jangan sampai intonasinya terkesan monoton. Artinya, ketika menjadi moderator ataupun pembawa acara, Anda harus tampil menarik sehingga terjalin komunikasi yg baik dengan peserta. 

Perhatikanlah contoh kalimat perkenalan dalam acara diskusi berikut.

''Hadirin yg berbahagia, perkenalkan nama saya Tirta. Saya hendak memandu jalannya diskusi hari ini. Tema diskusi saat ini adalah ''Perkembangan Cerita Pendek Indonesia dengan Permasalahannya". Di samping saya sudah hadir seorang pembicara. Ia me rupa kan salah seorang cerpenis dedar remaja Indonesia. Ia adalah Agus Noor. Ia dedar hadir di daerah Tegal, Jawa Tengah kepada 26 Juni 1969. Selain menulis cerita pendek, ia juga me nulis esai sastra. Karya-karyanya sudah tersebar di be berapa media cetak, di antaranya Horison, Kompas, dengan Jawa Pos. Cerpen-cerpennya terkumpul dalam buku Bapak Presiden yg Terhormat (1999), Memorabilia (2000), dengan Selingkuh itu Indah (2001). 

Hadirin yg berbahagia untuk mengefektifkan waktu, Anda langsung saja kepada acara pokok. Saya persilakan Mas Agus Noor memaparkan materinya."

Kalimat tersebut jikalau diungkapkan secara lisan, tentu saja tidak hendak tampak lurus. Di dalam kalimat tersebut terjadi jedajeda pengucapan bahasa sehingga maknanya menjadi jelas dan  logis. Misalnya, jeda-jeda yg tersirat dalam kalimat perkenalan  tersebut boleh dituliskan sebagai berikut.
"Hadirin yg berbahagia//perkenalkan nama saya// Tirta/Saya hendak memandu jalannya diskusi kali ini/Tema diskusi adalah//"Perkembangan Cerita Pendek Indonesia dengan Permasalahannya/"Di samping saya sudah hadir seorang pembicara//ia merupakan salah seorang cerpenis muda  Indonesia/

Ket : 
// : Intonasi pendek ataupun belum final (setara koma (,)) 
/ : Intonasi panjang ataupun final (setara titik(.)) 

Penempatan jeda tersebut harus tepat. Setiap kesalahan pemberian tekanan penghentian hendak mengakibatkan ketidaklogisan pengucapan kalimat. Hal itu boleh melahirkan ke salahan  ataupun penyimpangan maksud. Berdasarkan contoh dengan penjelasan tersebut, Anda boleh membedakan ragam bahasa tulis dengan ragam bahasa lisan. 

Dalam ragam bahasa tulis, unsur-unsur ekspresi, intonasi, nada, dengan gerak-gerik tidak tampak. Sementara itu, dalam ragam lisan, semua unsur tersebut dedar terlihat; berbentuk dengan mendukung terhadap pemahaman maksud yg ingin disampaikan.

No comments:

Post a Comment