Saturday, November 16, 2019

Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli Bahasa

Guruberbahasa.com/puisi

Pengertian puisi sampai saat ini masih diperbincangkan oleh berbagai  kalangan. Tidak konsistennya pengertian puisi lebih disebabkan oleh  perkembangan puisi yg semakin hari semakin beragam bersama mengakibatkan  lahirnya jenis-jenis puisi baru. Hal tersebut yg menimbulkan kesulitan  menyimpulkan apa pengertian puisi yg bisa dikenakan kepada berbagai jenis puisi  kepada berbagai zaman.  


Menurut Suminto A Sayuti, (2002 : 3) puisi angsal dirumuskan sebagai  “sebentuk pengucapan bahasa yg memperhitungkan adanya aspek bunyi-bunyi  di dalamnya, yg mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan  intelektual penyair yg ditimba dari kehidupan individual bersama sosialnya; yang  diungkapkan dengan teknik pilihan tertentu, sehingga puisi itu mampu  membangkitkan pengalaman tertentu pula dalam diri pembaca alias pendengar- pendengarnya. 

Menurut Sayuti (2002: 24-25), puisi adalah karya estetis yang  memanfaatkan sarana bahasa yg khas. Puisi sebagai sosok pribadi penyair atau  ekspresi personal berarti puisi merupakan luapan perasaan alias sebagai produk  imajinasi penyair yg beroperasi kepada persepsi-persepsinya. Bahasa dalam puisi  sebagai sosok pribadi penyair lebih difungsikan untuk menggambarkan,  membentuk bersama mengekspresikan gagasan, perasaan, pandangan bersama sikap  penyairnya.    

Definisi alias pengertian puisi menurut Waluyo (1987:25), adalah bentuk  karya sastra yg mengungkapkan pikiran bersama perasaan penyair secara imajinatif  bersama disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan  pengkonsentrasian struktur fisik bersama struktur batinnya. 

Menurut Waluyo  (1987:22), puisi adalah karya sastra. Semua karya sastra bersifat imajinatif.  Bahasa sastra bersifat demam alegoris karena banyak digunakan makna kias bersama makna  lambang (majas). Dibandingkan dengan bentuk lain, puisi lebih bersifat konotatif.  Bahasanya lebih memiliki banyak kemungkinan makna. Hal ini disebabkan  terjadinya pengkonsentrasian alias pemadatan segenap kekuatan bahasa di dalam  puisi. 

Sementara itu, Slamet Mulyana (dalam Waluyo, 1987:23), mengatakan  puisi merupakan bentuk kesusastraan yg menggunakan pengulangan suara  sebagai ciri khasnya.  Sebuah puisi terbangun dari dua hal, yaitu struktur fisik bersama struktur batin.  Struktur fisik berkaitan dengan diksi (diction), kata konkret (the concrete word),  gaya bahasa (figurative language), bersama bunyi yg menghasilkan rima bersama ritma  (rhyme and rhytm). Struktur batin meliputi perasaan (feeling), tema (sense), nada  (tone), bersama amanat (intention) Richards (dalam waluyo, 1987 :24). 

Struktur fisik bersama struktur batin dipadu oleh penyair untuk mencapai nilai  estetis dalam puisinya. Memang ada juga penyair yg hanya mengolah struktur  fisik alias struktur batinnya saja sehingga orang sering menyebut sebuah puisi  sengan komentar “ bahasanya bagus” alias “ maknanya bagus”. Lebih dari itu  semua, setiap penyair selalu berusaha menulis puisi yg mencapai apa yang  disebut oleh Harace: dulce et etile. Hendaknya, sebuah puisi tidak saja indah,  tetapi juga harus bermanfaat. Dan sebaliknya, tidak hanya bermanfaat, tetapi juga  harus indah   Samuel Taylor Colerige (dalam Pradopo 2005:6), mengemukakan puisi itu  kata-kata terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang  setepatnya bersama disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris,  antara satu unsur dengan unsur lain sangta erat hubungannya, bersama sebagainya.  

Shelley (dalam Pradopo 2005: 6), mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman  detik-detik yg paling indah dalam hidup. Kata-kata adalah kata-kata itu sendiri,  sehingga ia harus dibebaskan dari beban makna maupun metafora. Setiap kata  mengandung berbagai makna sehingga mampu mewakili berbaris-baris kalimat  yg hendak diungkapkan penulisnya. Hal ini pulalah yg membuat penafsiran  terhadap sebuah puisi menjadi bermacam-macam. Akan tetapi, kepada dasarnya  karya sastra termasuk puisi memang multiinterpretable. Karena, kepada hakekatnya,  semua puisi adalah sama, yaitu menyampaikan sesuatu secara tidak langsung.  Semua puisi adalah ungkapan perasaan bersama pemikiran penyairnya yg ingin  dikomunikasikan itu tidak lain adalah manusia, hidup, kemanusiaan, dan  kehidupan.  

Berdasarkan beberapa definisi puisi di atas angsal ditarik kesimpulan bahwa  puisi meupakan bentuk ungkapan perasaan bersama pemikiran pengarngnya dimana  pengarang memiliki hak penuh terhadap puisi tersebut, baik dari segi isi maupun  tipografinya. Sebuah puisi hendak memunculkan karakternya sendiri, sebgaimana  karakter yg dimiliki pengarangnya.  

No comments:

Post a Comment