Saturday, November 9, 2019

Contoh Pidato Kenegaraan Oleh Presiden Republik Indonesia

PIDATO PRESIDEN 
REPUBLIK INDONESIA 
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO P
ADA AWAL TAHUN 2007 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Salam sejahtera bagi kita semua. 
Saudara-saudara sebangsa bersama setanah air, di manapun saudara berada bersama berkarya. 


Mengawali pidato ini, marilah kita panjatkan puji bersama syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa, Allah swt., karena atas rahmat bersama karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan bersama kekuatan untuk melanjutkan ibadah, karya, bersama pengabdian kita kepada bangsa bersama negara tercinta. Kita juga bersyukur, karena kita masih diberi ketegaran bersama kesabaran untuk menghadapi berbagai tantangan bersama ujian, dalam upaya besar kita membangun hari esok yg lebih baik. Jalan yg kita tempuh bersama lalui untuk menjadi bangsa yg maju bersama sejahtera, sebagaimana pula yg dialami oleh bangsa-bangsa lain adalah jalan yg panjang, tidak lunak, bersama penuh dengan tantangan. Hanya bangsa yg tangguh, ulet, cerdas, bersama terus bekerja keraslah yg bakal berhasil mencapai cita-citanya. Insya Allah, bangsa Indonesia bakal mampu menghadapi bersama mengatasi ujian bersama tantangan itu bersama kelak bakal menjadi bangsa yg maju, adil, bersama sejahtera.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saya menunda penyampaian Pidato Akhir Tahun, yg biasanya saya sampaikan di akhir bulan Desember. Saya ingin menggantinya dengan tradisi baru, yakni menyampaikan Pidato Awal Tahun dengan bulan Januari. Dalam pertimbangan saya, dengan bulan Januari, kita sudah pernah memperoleh gambaran yg lebih utuh tentang apa yg sudah pernah kita capai di tahun sebelumnya. Pertimbangan saya yg lain adalah setiap akhir tahun maupun awal tahun baru banyak dilakukan evaluasi bersama refleksi kritis terhadap kinerja pemerintah, baik itu oleh DPR, partai-partai politik, lembaga kajian, ataupun para pengamat secara perseorangan. Terhadap kritik bersama masukan tersebut, baik dengan maupun tanpa usulan solusi, saya bersama jajaran pemerintah yg saya pimpin sudah pernah menyimaknya dengan saksama. Sebagian kritik itu logis bersama bisa kami terima, sebagian lagi perlu kami berikan klarifikasi bersama penjelasan karena cara melihat permasalahan berbeda, maupun karena kurang mengetahui apa yg sudah pernah dilakukan oleh pemerintah selama ini. Namun, sulit bagi pemerintah untuk merespons kecaman yg hanya sarat dengan retorika, tanpa data bersama fakta yg akurat, bersama bernada ”pokoknya” pemerintah gagal, jelek, bersama tidak ada satu pun kemajuan yg dicapai.

Saudara-saudara. 
Sejak awal pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu akhir Oktober 2004, saya sudah pernah mengenali permasalahan mendasar yg dihadapi bangsa Indonesia, yaitu tingginya tingkat kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, bersama besarnya utang pemerintah. Di samping 3 (tiga) permasalahan mendasar ini, kita juga dihadapkan dengan 3 (tiga) permasalahan serius lain yg memerlukan perhatian kita semua, yaitu praktik korupsi yg kronis bersama penegakan hukum yg lemah, perekonomian dedar dalam negeri yg masih rapuh bersama rentan akibat krisis, bersama keadaan politik serta keamanan yg masih rentan, termasuk keadaan di Aceh bersama Papua. Kita sadar bersama amat mengetahui, asalkan keenam permasalahan-permasalahan mendasar itu tidak kita tangani secara sungguh-sungguh, tekun, bersama konsisten, negara kita tidak bakal bergerak maju, bersama kesejahteraan rakyat juga tidak bakal bertambah baik.

Masalah kemiskinan, pengangguran, bersama utang pemerintah, terutama utang luar negeri yg amat tinggi merupakan masalah yg mengalir dari masa lalu yg menjadi tantangan bersama kita masa kini. Sebelum krisis 1998, angka kemiskinan, pengangguran, bersama utang luar negeri itu masih relatif tinggi. Ketika negara kita mengalami krisis, angka kemiskinan, pengangguran, bersama utang pemerintah menjadi lebih tinggi lagi. Itulah sebabnya, pemerintah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk melanjutkan upaya pengurangan kemiskinan, pengangguran, bersama utang pemerintah terutama utang luar negeri kita. Upaya tersebut juga sudah pernah dilakukan oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya, yg dalam kenyataannya juga mengalami pasang-surut. 
…. 

Terima kasih. 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 31 Januari 2007 
Presiden Republik Indonesia 
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

No comments:

Post a Comment