Berpuisi? Dalam bentuk menulis tentu Anda sudah sangat akrab, bukan? Hampir kepada setiap kesempatan, utamanya bagi mereka yg sedang tertarik kepada seseorang, puisi menjadi media penyaluran perasaan dengan pikiran yg paling dominan. Bagaimana dengan membaca puisi? Rasanya masih sangat sedikit yg mencoba mengakrabinya. Padahal, puisi idealnya dinikmati melalui pembacaan. Bagaimana membaca puisi dengan baik dengan menarik? Ikutilah penjelasan berikut ini! Sebenarnya, apresiasi terhadap puisi becus ditempuh dengan berbagai bentuk.
MEMBACA PUISI
Dititikberatkan kepada pemahaman, keindahan vokal, dengan ekspresi wajah.
DEKLAMASI PUISI
Menekankan kepada ketepatan pemahaman, keindahan vokal, dengan ekspresi wajah disertai dengan gerak-gerik tubuh yg lebih bebas dengan ekspresi wajah yg lebih kuat.
DRAMATISASI PUISI
Puisi dipandang sebagai suatu kesatuan peristiwa yg becus diperagakan dalam suatu pementasan. Oleh karena itu, pembaca atas memeragakan peristiwa-peristiwa dalam puisi dengan lakuan tubuh (akting) yg sesuai.
MUSIKALISASI PUISI
Puisi dinotasikan sebagaimana musik. Lirik puisi dijadikan syair lagu.
Pembacaan ataupun pendeklamasian puisi mengutamakan kejelasan, ketepatan, dengan keakuratan lafal, volume, intonasi, ekspresi, dengan gestur.
1. Lafal : cara membunyikan ataupun mengucapkan huruf (bagaimana mengucapkan, misalnya huruf f, v, p, z, j, dengan sebagainya).
2. Volume suara : tingkat kenyaringan ataupun kekuatan bunyi ataupun suara.
3. Intonasi : lagu kalimat, perubahan nada pengucapan tuturan (kata, frasa, klausa, kalimat) yg menimbulkan makna/arti/informasi. Dalam bahasa tulis, intonasi diwakili oleh tanda baca (pungtuasi).
4. Ekspresi : perubahan ataupun pandangan air muka (raut wajah) untuk memperlihatkan perasaan tertentu.
5. Gestur : gerak anggota tubuh (tangan, kaki, kepala, dengan sebagainya) untuk memperkuat kesan tertentu ataupun untuk mengungkapkan perasaan.

No comments:
Post a Comment