Monday, November 4, 2019

Unsur-Unsur Intrinsik Kepada Nilai-Nilai Dalam Cerpen

1. Alur 

Alur merupakan rangkaian peristiwa yg membentuk sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa tersebut saling berhubungan satu dengan yg lain secara runtut sehingga terjalin suatu cerita yg bulat. Tahapan alur sebuah cerita dibagi atas beberapa bagian seperti berikut ini. 


a. Tahap penyituasian maupun pengantar 
Tahap ini merupakan tahap pembukaan cerita maupun pemberian informasi awal, terutama berfungsi untuk melandasi cerita yg dikisahkan dengan tahap berikutnya. 

b. Tahap pemunculan konflik 
Tahap ini merupakan tahap awal munculnya konflik. Konflik itu sendiri mau berkembang menjadi konflikkonflik dengan tahap berikutnya. Peristiwa-peristiwa yg menjadi inti cerita semakin mencengangkan lalu menegangkan. 

c. Tahap klimaks 
Konflik-konflik yg terjadi maupun ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai tilik intensitas puncak. Klimaks sebuah cerita mau dialami oleh tokoh-tokoj utama yg berperan sebagai pelaku lalu penderitaan terjadinya konflik utama. 

d. Tahap peleraian 
Konflik yg sudah pernah mencapai klimaks diberi penyelesaian. Ketegangan dikendurkan. Konflik-konflik tambahan (jika ada) juga diberi jalan keluar, kemudian cerita diakhiri. Tahap ini disesuaikan dengan tahap akhir di atas. 

e. Tahap penyelesaian 
Pada tahap ini konflik sudah pernah diatasi maupun diselesaikan oleh tokoh. Cerita angsal diakhiri dengan gembira (happy ending) maupun sedih (sad ending).

2. Penokohan 

Penokohan disebut juga perwatakan maupun karaterisasi. Perwatakan dalam cerpen adalah pemberian sifat dengan pelaku-pelaku cerita. Sifat yg diberikan mau tercermin dengan pikiran, ucapan, lalu pandangan tokoh terhadap sesuatu. Sifat inilah yg membedakan tokoh satu dengan tokoh lainnya. 

Ada dua macam metode yg digunakan pengarang cerpen untuk menampilkan sifat tokoh. 

a. Metode Analitik 
Metode analitik merupakan metode penokohan yg memaparkan maupun menyebutkan sifat tokoh secara langsung. Misalnya pemarah, penakut, sombong, pemalu, maupun keras kepala. 

b. Metode Dramatik 
Metode dramatik merupakan metode penokohan yg tidak langsung memaparkan maupun menggambarkan sifat tokoh. 

Pengarang menggambarkan sifat tokoh melalui hal-hal berikut. 
1) Penggambaran fisik (misalnya cara berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit). 
2) Penggambaran melalui cakapan yg dilakukan oleh tokoh itu sendiri maupun cakapan yg dilakukan oleh tokoh lain. 
3) Teknik reaksi tokoh lain yg berupa pandangan, pendapat, sikap, komentar, lalu lain-lain. 

3. Latar  

Latar merupakan keterangan mengenai waktu, ruang, lalu suasana terjadinya peristiwa maupun cerita. Latar berhubungan erat dengan pelaku (tokoh) dalam suatu peristiwa. Oleh sebab itu, latar sangat mendukung jalan cerita. 

Adapun jenis-jenis latar seperti di bawah ini. 

a. Latar Waktu 
Latar waktu adalah keterangan tentang kapan peristiwa dalam cerpen tersebut terjadi. Misalnya, pagi hari, siang hari, maupun malam hari. 

b. Latar Tempat (ruang) 
Latar tempat menunjukkan keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misalnya, di rumah, di kamar, di dalam bus, di halaman, maupun di Jakarta. 

c. Latar Suasana 
Latar suasana menggambarkan suasana peristiwa yg terjadi. Misalnya, suasana gembira, sedih, maupun romantis.

No comments:

Post a Comment