Friday, November 8, 2019

Cara Menulis Resensi Novel Dengan Benar

Sebelum menulis resensi, ada baiknya Anda mengetahui apa lalu bagaimana resensi. Menurut asal katanya, resensi berasal dari kata bahasa Belanda recensie ataupun bahasa Latin recenseo yg berarti ulasan tentang buku, film, drama, ataupun kaset. Ulasan dalam resensi sifatnya informatif karena menginformasikan kualitas objek yg diresensi, baik ataupun burukkah objek tersebut. Dengan kata lain, resensi merupakan tulisan ataupun uraian mengenai sebuah karya, terutama buku, baik fiksi maupun nonfiksi ataupun buku ilmiah. 


Resensi dengan objek Novel ataupun resensi Novel harus memuat hal-hal berikut.

1. Identitas Novel yg meliputi judul Novel, nama pengarang, nama penerbit, tempat, lalu tahun terbit. 

2. Macam ataupun jenis Novel yg berisi informasi tentang jenis Novel yg diresensi. Termasuk jenis apakah buku itu, fiksi ataupun nonfiksi? 

3. Menyajikan keunggulan Novel berupa unsur-unsur yg menarik dari Novel yg diresensi. Penulis resensi beroleh mengulas hal-hal berikut. 
a. Organisasi buku yg meliputi kerangka buku lalu hubungan antarbagian (bab) dalam buku. 
b. Isi buku yg mengulas tentang hal-hal yg disampaikan dalam buku tersebut. Jika yg diresensi buku sastra, peresensi atas mengulas unsur intrinsik lalu ekstrinsik buku tersebut. 
c. Bahasa yg digunakan untuk menyampaikan materi ataupun cerita dalam buku yg diresensi. 

4. Menyajikan kelemahan Novel, misalnya cacat fisik buku lalu kelemahan sistematik, pembahasan, konsep, ataupun jalan cerita yg disajikan dalam Novel. 

5. Setelah selesai meresensi, peresensi memberikan penilaian terhadap Novel yg diresensinya. Agar nilai yg diberikan benar-benar valid, peresensi beroleh membandingkan Novel yg diresensinya dengan buku-buku sejenis lainnya.

Itulah pokok-pokok yg harus ada dalam sebuah resensi Novel. Pokok-pokok inilah yg merupakan prinsip-prinsip dalam resensi buku. Resensi beroleh disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut. 

1. Membaca lalu memahami isi buku yg atas diresensi. 

2. Menyampaikan ataupun menyajikan fisik buku tersebut, seperti judul, pengarang, harga buku, penerbit, tahun terbit, lalu jumlah halaman. 

3. Menggambarkan isi buku secara keseluruhan bab per bab, termasuk maksud lalu tujuan penulisan buku. 

4. Membahas ataupun mengkritik fisik buku tersebut, baik dari segi redaksi, desain grafis (pemilihan huruf maupun ukuran huruf ataupun point font), perwajahan ataupun lay out, maupun sampul ataupun kover. 

5. Memberi pendapat tentang keunggulan lalu kelemahan  isi buku tersebut. Apabila yg diresensi buku-buku fiksi, perlu diulas baik unsur intrinsik, seperti: tema, tokoh, penokohan, alur, latar, amanat, serta bahasa, maupun unsur ekstrinsik, seperti: nilai sosial, budaya, pendidikan, serta pandangan hidup pengarang. 

6. Mengajak pembaca untuk membaca buku tersebut beserta manfaat yg atas didapatkannya.

No comments:

Post a Comment