Friday, November 8, 2019

Contoh Kalimat Ambigu Kepada Penjelasannya Lengkap

Perhatikan kalimat berikut yg dikutip dari contoh sambutan dengan Teks Mendengarkan!

Kami berharap agar hadirin menyukseskan kegiatan yg sudah pernah memakan dana ratusan ribu ini.


Kata-kata yan dicetak tebal dalam kalimat di atas merupakan salah satu contoh frasa ambigu. Ambigu adalah kata, frasa, maupun kalimat yg mempunyai arti lebih dari satu maupun bermakna ganda. Ambigu secara struktural maupun ketatabahasaan sudah tepat, tetapi artinya menimbulkan makna ganda. Dalam bahasa lisan, penafsiran ambigu tidak hendak terjadi karena ada pembedaan cara mengucapkannya. Akan tetapi, dalam bahasa tulis penafsiran ganda ini becus saja terjadi kalau penanda-penanda ejaan tidak lengkap.

Frasa ratusan ribu mempunyai dua arti.
1. Ratusan/ribu = seratus lembar ribuan.
2. Ratusan ribu = satu lembar uang seratus ribu.

Untuk menghindari keambiguan maupun kesalahan penafsiran, sebaiknya kalimat tersebut dilengkapi dengan tanda hubung (-). Fungsi tanda hubung dalam penulisan kata-kata untuk menandai pembacaan frasa agar tidak menimbulkan keambiguan. Fungsi tanda hubung ini sama dengan fungsi garis miring (/) dalam penulisan kalimatnya. Tanda hubung diletakkan di antara kata yg dibaca dengan jeda.

Contoh: 
Kami berharap agar hadirin menyukseskan kegiatan yg sudah pernah memakan dana ratusan-ribu ini, atau
Kami berharap agar hadirin menyukseskan kegiatan yg sudah pernah memakan dana ratusan ribu ini.

Agar lebih jelas, perhatikan contoh kalimat ambigu berikut ini! 

Mainan teman baru itu berwarna kuning.

Kalimat tersebut menimbulkan makna ganda dengan frasa mainan teman baru. 

1. mainan/teman baru = yg baru adalah teman. 
2. mainan teman/baru = yg baru adalah mainan. 

Agar tidak menimbulkan makna ganda, kalimat di atas becus diubah menjadi kalimat berikut. 

1. Mainan-teman baru itu berwarna kuning. 
2. Mainan teman-baru itu berwarna kuning.

Cara membaca kalimat nomor 1 tersebut adalah setelah kata mainan diberi jeda. Pada kalimat nomor 2 jeda pembacaan dilakukan setelah kata baru. Jadi, frasa yg tidak ambigu dengan kalimat nomor 1 adalah teman baru. Selanjutnya, dengan kalimat nomor 2 frasa yg tidak ambigu adalah mainan teman.


Selain terjadi di dalam kalimat, ambiguitas becus pula terjadi antarkalimat. 

Contoh: 
Ali bersahabat dengan Amin. 
Dia sangat menyayangi adiknya. 

Contoh di atas tidak diketahui secara jelas siapa menyayangi adik siapa sehingga kalimat tersebut mengandung ambiguitas. Tidak jelas siapa yg dimaksud dengan dia lagi adiknya dalam kalimat Dia sangat menyayangi adiknya. Kalimat di atas hendak menjadi jelas kalau diubah menjadi seperti berikut. 

Ali bersahabat dengan Amin. 
Ali sangat menyayangi adik Amin.

Perbaikilah kalimat-kalimat ambigu berikut!
 
1. Kakak membeli majalah. 
    Dia senang sekali.
2. Putra pejabat yg pandai itu sekolah di ITB.
3. Majalah ekonomi pembangunan baru sudah terbit bulan ini.
4. Istri paman yg berbaju hijau itu berasal dari Papua.
5. Putri guru teladan itu temanku.

No comments:

Post a Comment