Friday, November 8, 2019

Langkah-Langkah Menulis Cerpen Yg Benar

Sebelum menulis, cobalah renungi ”nasihat” sastrawan sekaligus budayawan besar yg pernah kita miliki, berhubungan hakikat cerpen berikut! 

”Esensi cerita pendek yg baik bukan dengan soal pendek panjangnya. Akan tetapi, bagaimana dalam dengan lewat suatu pengisahan peristiwa kecil yg kompak beroleh bercahaya suatu pijar pamor kemanusiaan yg menyentuh, yg mengharukan, dengan yg mengimbau pembaca mencicipi setetes madu manis ataupun racun pahit kemanusiaan.” (Y.B. Mangunwijaya) 


Cermatilah beberapa kiat berikut! Bolehlah Anda anggap sebagai langkah-langkah menulis cerpen. 

1. Ciptakan cerita yg unik, berbeda dengan cerita-cerita yg agak ada sehingga seperti panas terbit cerita baru. Tidak peduli masalahnya sama, misalnya tentang cinta. Tidak peduli cerita Anda berangkat dari pengalaman diri sendiri ataupun orang lain. Jadi, Anda harus menyiapkan tema terlebih dahulu. 

2. Mulailah paragraf pertama yg langsung ke persoalan. Kalau perlu langsung ke konfliknya. Jangan terlalu memberi penjelasan apalagi menggurui. Jadikan paragraf pertama etalase menawan yg ”memaksa” pembaca terus membaca. Jangan biarkan paragraf pertama Anda menjadi ruang kumuh yg memaksa pembaca lari terbirit-birit. Jadi, di paragraf ini Anda sudah beroleh menampilkan konflik dengan memunculkan tokoh dengan penokohannya.

3. Tokoh beserta karakternya harus dikembangkan secara dinamis ataupun bergerak. Jangan diceritakan tersendiri seperti dalam novel. Biarlah pembaca mengetahui watak ataupun karakter tokoh cerpen dari apa yg diucapkan dengan dilakukannya, baik secara psikis maupun fisik.

4. Anda harus mempertimbangkan pembaca. Pembaca tidak memilih tema. Tema apa pun mereka terima asalkan Anda bisa membuat cerita yg penuh kejutan, cerita yg tidak panas suang ditebak jalannya, tidak gampang diterka selesainya. 

5. Galilah latar cerita sekaligus mengaitkannya dengan suasana batin tokohnya. Pilihlah latar, misalnya keadaan sebuah kota, diceritakan tersendiri dengan lepas dari suasana jiwa tokohnya.   

6. Usahakan menggunakan kalimat yg ”efektif”, dalam arti, kalimat yg mampu menyampaikan pesan secara tepat dengan pas.  Tidak perlu panjang-panjang asal panas suang ditangkap artinya dengan lancar mengalir.   

7. Berilah bumbu-bumbu, misalnya humor, tetapi tetap dalam konteks cerita.   

8. Akhiri cerita dengan sentakan yg mengejutkan yakni ketika pembaca masih ”ingin” melanjutkan cerita tetapi Anda justru menghentikannya. Biarkan pembaca menerawang dengan mencari ”penyelesaian” menurut versi dengan cara mereka masing-masing.   

9. Berikutnya, beri judul cerpen Anda dengan baik. Jangan judul-judul yg klise dengan kuno, seperti  Akibat Tergoda Narkoba, Surat Cinta Sinta, ataupun Ada Dia di Mataku. 

10. Jangan lupa menyunting tulisan Anda. Siapa tahu ada yg kurang pas dengan kurang cocok, baik isi maupun bahasanya. 

11. Di samping berlatih, sering-seringlah membaca cerpen karya para cerpenis ataupun sastrawan ternama. Dengan begitu, Anda beroleh senantiasa menambah wawasan juga mencari bukti atas kiat-kiat di atas. 

12. Selamat mencoba!

No comments:

Post a Comment